Thailand Akan Buka Industri Pengolahan Tuna Loin di Surabaya

Thursday, 26 December 2019

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DAELPOS.com – Dalam rangka mendorong pembangunan sektor kelautan dan perikanan, pemerintah Indonesia melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) membuka keran investasi pengolahan perikanan. Salah satunya dari negara tetangga, Thailand yang berencana membuka industri perikanan pengolahan tuna loin di Surabaya.

Hal ini sejalan dengan komitmen pemerintah untuk membangun komunikasi dengan pelaku usaha yang merupakan inti keberlanjutan industri perikanan, termasuk salah satunya melalui investasi asing. KKP menyambut baik rencana investasi Thailand dan akan memfasilitasi demi kelancaran niat tersebut.

Meskipun demikian, investasi yang dibuka hanyalah di sektor hilir (pengolahan maupun budidaya), sedangkan di sektor perikanan tangkap tetap tertutup untuk asing. Hal tersebut ditegaskan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo dalam pertemuannya dengan Advisor to the Minister of Agriculture and Cooperatives Thailand Alongkorn Ponlaboot, Senin (23/12) di Kantor KKP, Jakarta.

Menteri Edhy menyebut, Indonesia saat ini memiliki prioritas utama untuk membawa ikan-ikan segar dari wilayah timur Indonesia ke industri pengolahan. Tujuannya untuk memberikan nilai tambah bagi produk perikanan sehingga berkontribusi terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat. Oleh sebab itu, kerja sama melalui investasi di sektor ini dinilai penting.

“Kami akan tetap mengambil sikap tegas terhadap illegal, unreported, and unregulated (IUU) fishing. Namun ini semata-mata dilakukan untuk menjaga sumber daya kelautan dan perikanan. Bukan berarti kami menutup diri untuk menerima investasi di sektor pengolahan atau budidaya. Kami sangat terbuka jika Thailand ingin berinvestasi di Indonesia,” jelas Menteri Edhy.

Advisor to the Minister of Agriculture and Cooperatives Thailand Alongkorn Ponlaboot menilai, Indonesia memiliki ekonomi yang paling besar dibanding negara ASEAN lainnya. Oleh karena itu, ia meyakini kerja sama Indonesia dan Thailand dapat memberikan dampak yang besar di ASEAN, khususnya kerja sama kelautan dan perikanan.

See also  Menpora Hadiri Rakornas Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah 2019

“Kami berharap dapat mempercepat implementasi kerja sama kedua negara dan kerja sama yang telah terjalin dapat terus ditingkatkan dan dipererat di masa mendatang,” ucapnya.

Kemitraan Indonesia dan Thailand khususnya dalam sektor kelautan dan perikanan memang sudah terjalin lama. Tahun 2020 merupakan tahun perayaan ke-70 hubungan bilateral antara Indonesia dan Thailand. Untuk itu, Alongkorn menyampaikan bahwa Thailand berharap ke depan hubungan antara kedua negara lebih implementatif.

Hal ini dapat diimplementasikan dengan membuka peluang kerja sama kedua negara. Begitu juga dengan melanjutkan kegiatan-kegiatan yang sudah berjalan, termasuk memberikan perhatian kepada dokumen-dokumen kerja sama seperti MoU dan Joint Communique Pemberantasan IUU Fishing.

Dalam pertemuan tersebut, Alongkorn juga menyampaikan bahwa Thailand memiliki komitmen menjadikan laut bersih dari sampah. Mereka bahkan telah membangun kerja sama dengan Malaysia terkait penanggulangan sampah laut. Tak menutup kemungkinan kerja sama serupa dijalin dengan Indonesia.

Menanggapi hal ini, Menteri Edhy menyatakan Indonesia menyambut baik kerja sama penangulangan sampah laut ini. “Kami berharap penanggulangan sampah laut ini bukan hanya menjadi prioritas Indonesia dan Thailand, namun juga negara ASEAN lainnya,” ungkapnya.

Terakhir, Alongkorn juga berharap dapat dilakukan sharing informasi mengenai program dan kebijakan sektor kelautan dan perikanan Indonesia yang sekiranya dapat dimanfaatkan untuk membangun sektor kelautan dan perikanan di negaranya.

Sebagai informasi, dalam pertemuan ini dari pihak Thailand turut hadir Duta Besar Thailand untuk Indonesia Songphol Sukchan; Director – General of the Department of Fisheries (DOF); Head of Multilateral and International Organization, Cooperation, Fisheries Foreign Affairs Division (DOF); Head of Bilateral Cooperation, Fisheries Foreign Affairs Division (DOF). Sementara Menteri Edhy didampingi Sekretaris Jenderal KKP, Nilanto Perbowo; Kepala Badan Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Perikanan Hasil Perikanan (BKIPM) Rina; serta perwakilan Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya.

Berita Terkait

Inisiatif CSR PIEP Raih Pengakuan Global melalui Golden Peacock Global CSR Award 2025
Silaturahmi dan Sahur Bersama Masyarakat Tamiang, Menteri Dody Pastikan Percepatan Hunian dan Layanan Dasar
Tuntaskan Daerah Tertinggal, Mendes Yandri Tegaskan Perlu Kolaborasi
JTT Lanjutkan Perawatan Jalan Tol Jakarta–Cikampek, Layanan Tetap Normal
Menaker Desak Perbaikan K3 PT ASL Tuntas Mei 2026
Wakil Menteri PANRB Tinjau Pemulihan Pelayanan Publik di Sumatra Utara
Mendes Yandri dan World Bank Matangkan Pengelolaan Dukungan Program untuk Desa-desa Indonesia
Silaturahmi ke Ponpes Ustaz Adi Hidayat, AHY dan Iftitah Bahas Penguatan SDM Unggul

Berita Terkait

Thursday, 26 February 2026 - 20:09 WIB

Inisiatif CSR PIEP Raih Pengakuan Global melalui Golden Peacock Global CSR Award 2025

Wednesday, 25 February 2026 - 20:47 WIB

Silaturahmi dan Sahur Bersama Masyarakat Tamiang, Menteri Dody Pastikan Percepatan Hunian dan Layanan Dasar

Wednesday, 25 February 2026 - 19:50 WIB

Tuntaskan Daerah Tertinggal, Mendes Yandri Tegaskan Perlu Kolaborasi

Wednesday, 25 February 2026 - 19:41 WIB

JTT Lanjutkan Perawatan Jalan Tol Jakarta–Cikampek, Layanan Tetap Normal

Tuesday, 24 February 2026 - 20:05 WIB

Menaker Desak Perbaikan K3 PT ASL Tuntas Mei 2026

Berita Terbaru

ilustrasi / foto ist

Berita Terbaru

Cabai Rawit Melejit, Cek Update Harga Pangan Nasional Hari Ini

Friday, 27 Feb 2026 - 19:55 WIB

Berita Utama

Jakpro Siapkan 4.500 Paket Sembako Murah saat Ramadan 1447 H

Friday, 27 Feb 2026 - 19:48 WIB