Sri Mulyani: Klaim Pendapatan 2024 Ada Kenaikan Dibanding Tahun 2023

Monday, 11 November 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menkeu Sri Mulyani / foto ist

Menkeu Sri Mulyani / foto ist


DAELPOS.com
– Realisasi kinerja pendapatan negara tahun 2024 masih terkendali. Hingga 31 Oktober, pendapatan negara tercatat Rp2.247,5 T atau 80,2% dari target APBN, tumbuh 0,3% (yoy).

“Pendapatan negara mencapai Rp2.247,5 T. Ini artinya 80,2% dari target APBN 2024 sudah kita kumpulkan dan ada kenaikan 0,3% dibandingkan periode Oktober tahun 2023,” ungkap Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati pada Konferensi Pers APBN Kita di Jakarta, Jumat (08/11).

Penerimaan pajak sampai dengan 31 Oktober 2024 sebesar Rp1.517,53 T atau 76,3% dari target. Penerimaan pajak ini terus mengalami perbaikan dalam empat bulan terakhir. PPh non migas membaik karena peningkatan penerimaan bruto dari sektor pertambangan dan menurunnya restitusi. PBB dan pajak lainnya membaik dipengaruhi peningkatan pembayaran PBB migas. Pertumbuhan PPN dan PpnBM baik sejalan dengan terjaganya konsumsi dalam negeri baik dari domestik maupun impor. Sementara PPh migas masih mengalami kontraksi akibat penurunan lifting minyak bumi.

Kemudian, realisasi penerimaan kepabeanan dan cukai hingga 31 Oktober 2024 tercatat sebesar Rp231,7 T atau 72,2% dari target. Tumbuhnya penerimaan ini didorong oleh pertumbuhan seluruh jenis penerimaan. Penerimaan bea masuk sebesar Rp43,2 T dipengaruhi oleh kenaikan nilai impor dan penguatan nilai tukar USD terhadap rupiah. Penerimaan bea keluar sebesar Rp14,2 T dipengaruhi oleh pertumbuhan bea keluar tembaga dan produk turunan sawit. Sementara penerimaan cukai sebesar Rp174,4 T dipengaruhi pertumbuhan cukai hasil tembakai, cukai MMEA, dan cukai EA.

Selanjutnya, kinerja Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) juga terjaga baik mencapai Rp477,5 T atau 97,1% dari target APBN, utamanya disumbangkan oleh pendapatan Kekayaan Negara Dipisahkan (KND) dan pendapatan Badan Layanan Umum (BLU) yang mengalami peningkatan. Realisasi PNBP KND tumbuh 7,5% yoy berasal dari setoran dividen BUMN perbankan atas peningkatan kinerja keuangan. Realisasi PNBP BLU tumbuh 13,2% yoy terutama berasal dari pendapatan jasa penyediaan barang dan jasa lainnya, pelayanan rumah sakit, layanan pendidikan, dan pendapatan pengelolaan dana BLU.

See also  Bergerak di Tengah Tantangan Global, Armada Kapal Pertamina Topang Distribusi Energi

Berita Terkait

Joumpa Kini Bisa Dipesan di wondr by BNI, Perjalanan Nasabah Jadi Lebih Praktis
Hutama Karya Perkuat Pengendalian Pelaksanaan Proyek Jembatan Penghubung Pulau Kalimantan–Pulau Laut
Hilirisasi Masuki Babak Baru, Daya Saing Rantai Nilai Global Jadi Perhatian
Hadir di FEKDI x IFSE 2026, Telkom Solution Dukung Ekosistem Ekonomi dan Keuangan Digital Indonesia
BNI Perkuat Peran sebagai Bank Sahabat Mahasiswa melalui Jatinangor Music Fest
ALI 2026: Apresiasi Kinerja Layanan Investasi, Dorong Kemudahan Berusaha
Chandra Asri Group dan Bank Mandiri Perkuat Kerja Sama Strategis untuk Dukung Ekosistem Industri Petrokimia Nasional
Harga Cabai Rawit Merah Meroket, Pemprov DKI Ungkap Biang Keroknya

Berita Terkait

Saturday, 3 October 2026 - 18:50 WIB

Joumpa Kini Bisa Dipesan di wondr by BNI, Perjalanan Nasabah Jadi Lebih Praktis

Friday, 2 October 2026 - 12:38 WIB

Hutama Karya Perkuat Pengendalian Pelaksanaan Proyek Jembatan Penghubung Pulau Kalimantan–Pulau Laut

Wednesday, 30 September 2026 - 10:32 WIB

Hilirisasi Masuki Babak Baru, Daya Saing Rantai Nilai Global Jadi Perhatian

Friday, 25 September 2026 - 17:05 WIB

Hadir di FEKDI x IFSE 2026, Telkom Solution Dukung Ekosistem Ekonomi dan Keuangan Digital Indonesia

Friday, 18 September 2026 - 18:11 WIB

BNI Perkuat Peran sebagai Bank Sahabat Mahasiswa melalui Jatinangor Music Fest

Berita Terbaru

News

Barelang Jadi Ruang Belajar Global Transmigrasi

Sunday, 4 Oct 2026 - 08:22 WIB