Pertamina Perkuat Posisi di Pasar Karbon Indonesia

Monday, 16 December 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Perjanjian perdagangan karbon oleh CEO Pertamina NRE, John Anis dan Direktur Utama PGE, Julfi Hadi, disaksikan Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Simon Aloysius Mantiri. / Foto: Dok. Pertamina

Perjanjian perdagangan karbon oleh CEO Pertamina NRE, John Anis dan Direktur Utama PGE, Julfi Hadi, disaksikan Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Simon Aloysius Mantiri. / Foto: Dok. Pertamina

 

DAELPOS.com – Dalam langkah strategis menuju transisi energi dan pencapaian target Net Zero Emission (NZE) Indonesia, Pertamina New & Renewable Energy (Pertamina NRE) bersama anak perusahaannya, PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) menandatangani Amandemen Perjanjian Perdagangan Kredit Karbon (PPKK). Penandatanganan ini dilakukan oleh CEO Pertamina NRE, John Anis, Direktur Utama PGE, Julfi Hadi, dan disaksikan Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Simon Aloysius Mantiri.

Kolaborasi ini melanjutkan kontribusi Pertamina NRE dalam mengelola kredit karbon yang berasal dari proyek geothermal Lahendong Unit 5&6 yang berada di Lapangan Panas Bumi Tompaso, Provinsi Sulawesi Utara, Indonesia.

Sejak peluncuran IDXCarbon pada 26 September 2023 hingga saat ini, Pertamina NRE telah mencatatkan penjualan sebesar 862 ribu ton CO2e kredit karbon dari Lahendong Unit 5 & 6 untuk volume 1 dan 2. Penjualan tersebut mencapai 96% dari pangsa pasar kredit karbon di Indonesia dan dengan demikian memperkuat peran Pertamina NRE sebagai aggregator pasar karbon di Pertamina Group. Melalui perjanjian tersebut Pertamina NRE penjualan kredit karbon sebesar 390 ribu ton CO2e untuk volume 3.

Dalam sambutannya, Simon menyampaikan apresiasinya terhadap inovasi yang dilakukan untuk mendukung Net Zero Emission. “Indonesia memiliki karunia luar biasa dari Tuhan berupa potensi energi hijau yang melimpah, mulai dari matahari sepanjang tahun, hutan luas, hingga geothermal dan hydrogen. Saya sangat mengapresiasi kerja keras ini yang tentunya akan sangat bermanfaat dalam mendukung pemerintah untuk terus mendorong sektor energi kita maju ke transisi energi hijau. Dan tentunya suatu saat kita akan swasembada energi,” ungkap Simon.

“Sejak ditunjuk sebagai agregator karbon Pertamina pada 2022, Pertamina NRE telah aktif memimpin pasar karbon dengan menguasai 95% market share di IDXCarbon dan menjual hampir seluruh volume yang tersedia,” ujar John Anis.

See also  BKPM: Kawasan Industri Terpadu (KIT) Batang Kejar Target Pembangunan Untuk Tarik Investor

John juga menyampaikan bahwa Pertamina NRE tidak hanya fokus pada geothermal, tetapi juga akan memperluas portofolio bisnis karbon melalui proyek biogas, gas to power, dan solusi berbasis alam (nature-based solutions) di masa depan. “Tidak saja untuk kegiatan bisnis, bahkan untuk kegiatan sehari-hari, seperti event-event atau seminar kami juga meng-offset emisi karbonnya sehingga dapat disebut carbon neutral event,” tambah John.

Sementara itu, Direktur Utama PGE Julfi Hadi dalam sambutannya menyampaikan bahwa PGE dengan pengalaman panjang sejak 2011 untuk kredit karbon, dan berkolaborasi dengan Pertamina NRE untuk mengoptimalkan potensi kredit karbon sebagai salah satu bentuk new revenue stream.

“Penandatanganan amandemen perjanjian hari ini merupakan langkah penting untuk mempercepat komersialisasi proyek geothermal kami, menjadikannya lebih strategis, dan menarik bagi para investor,” ujar Julfi Hadi.

Pada kesempatan lainnya, Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Fadjar Djoko Santoso mengungkapkan, Pertamina Group aktif dalam perdagangan karbon kredit sebagai komitmennya menjadi perusahaan yang berkelanjutan. Peran ini akan terus diperkuat, tak hanya dengan sinergi Pertamina Group tapi dengan berbagai institusi hingga akademisi, untuk mencapai target Net Zero Emission Indonesia.

“Pertamina juga mendorong seluruh anak usaha berkolaborasi, baik di dalam Pertamina Group maupun dengan berbagai pihak dalam rangka mendukung target Net Zero Emission 2060,” pungkas Fadjar.

Pertamina sebagai perusahaan pemimpin di bidang transisi energi, berkomitmen dalam mendukung target Net Zero Emission 2060 dengan terus mendorong program-program yang berdampak langsung pada capaian Sustainable Development Goals (SDGs). Seluruh upaya tersebut sejalan dengan penerapan Environmental, Social & Governance (ESG) di seluruh lini bisnis dan operasi Pertamina.*

Jakarta, 16 Desember 2024 – Dalam langkah strategis menuju transisi energi dan pencapaian target Net Zero Emission (NZE) Indonesia, Pertamina New & Renewable Energy (Pertamina NRE) bersama anak perusahaannya, PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) menandatangani Amandemen Perjanjian Perdagangan Kredit Karbon (PPKK). Penandatanganan ini dilakukan oleh CEO Pertamina NRE, John Anis, Direktur Utama PGE, Julfi Hadi, dan disaksikan Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Simon Aloysius Mantiri.

See also  Hutama Karya Lakukan Penanganan dan Dukung Tanggap Darurat Bencana di Beberapa Ruas Tol Sumatra, Imbau Pengguna Jalan Tol Berhati-Hati

Kolaborasi ini melanjutkan kontribusi Pertamina NRE dalam mengelola kredit karbon yang berasal dari proyek geothermal Lahendong Unit 5&6 yang berada di Lapangan Panas Bumi Tompaso, Provinsi Sulawesi Utara, Indonesia.

Sejak peluncuran IDXCarbon pada 26 September 2023 hingga saat ini, Pertamina NRE telah mencatatkan penjualan sebesar 862 ribu ton CO2e kredit karbon dari Lahendong Unit 5 & 6 untuk volume 1 dan 2. Penjualan tersebut mencapai 96% dari pangsa pasar kredit karbon di Indonesia dan dengan demikian memperkuat peran Pertamina NRE sebagai aggregator pasar karbon di Pertamina Group. Melalui perjanjian tersebut Pertamina NRE penjualan kredit karbon sebesar 390 ribu ton CO2e untuk volume 3.

Dalam sambutannya, Simon menyampaikan apresiasinya terhadap inovasi yang dilakukan untuk mendukung Net Zero Emission. “Indonesia memiliki karunia luar biasa dari Tuhan berupa potensi energi hijau yang melimpah, mulai dari matahari sepanjang tahun, hutan luas, hingga geothermal dan hydrogen. Saya sangat mengapresiasi kerja keras ini yang tentunya akan sangat bermanfaat dalam mendukung pemerintah untuk terus mendorong sektor energi kita maju ke transisi energi hijau. Dan tentunya suatu saat kita akan swasembada energi,” ungkap Simon.

“Sejak ditunjuk sebagai agregator karbon Pertamina pada 2022, Pertamina NRE telah aktif memimpin pasar karbon dengan menguasai 95% market share di IDXCarbon dan menjual hampir seluruh volume yang tersedia,” ujar John Anis.

John juga menyampaikan bahwa Pertamina NRE tidak hanya fokus pada geothermal, tetapi juga akan memperluas portofolio bisnis karbon melalui proyek biogas, gas to power, dan solusi berbasis alam (nature-based solutions) di masa depan. “Tidak saja untuk kegiatan bisnis, bahkan untuk kegiatan sehari-hari, seperti event-event atau seminar kami juga meng-offset emisi karbonnya sehingga dapat disebut carbon neutral event,” tambah John.

See also  Tindak Lanjuti Asesmen, Kementerian PU Mulai Bongkar Rumah Ibadah Terdampak Gempa Flores

Sementara itu, Direktur Utama PGE Julfi Hadi dalam sambutannya menyampaikan bahwa PGE dengan pengalaman panjang sejak 2011 untuk kredit karbon, dan berkolaborasi dengan Pertamina NRE untuk mengoptimalkan potensi kredit karbon sebagai salah satu bentuk new revenue stream.

“Penandatanganan amandemen perjanjian hari ini merupakan langkah penting untuk mempercepat komersialisasi proyek geothermal kami, menjadikannya lebih strategis, dan menarik bagi para investor,” ujar Julfi Hadi.

Pada kesempatan lainnya, Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Fadjar Djoko Santoso mengungkapkan, Pertamina Group aktif dalam perdagangan karbon kredit sebagai komitmennya menjadi perusahaan yang berkelanjutan. Peran ini akan terus diperkuat, tak hanya dengan sinergi Pertamina Group tapi dengan berbagai institusi hingga akademisi, untuk mencapai target Net Zero Emission Indonesia.

“Pertamina juga mendorong seluruh anak usaha berkolaborasi, baik di dalam Pertamina Group maupun dengan berbagai pihak dalam rangka mendukung target Net Zero Emission 2060,” pungkas Fadjar.

Pertamina sebagai perusahaan pemimpin di bidang transisi energi, berkomitmen dalam mendukung target Net Zero Emission 2060 dengan terus mendorong program-program yang berdampak langsung pada capaian Sustainable Development Goals (SDGs). Seluruh upaya tersebut sejalan dengan penerapan Environmental, Social & Governance (ESG) di seluruh lini bisnis dan operasi Pertamina.**

Berita Terkait

Dorong UMK Binaan Naik Kelas, Hutama Karya Grup Bukukan Penjualan Produk Kriya Berkelanjutan di INACRAFT 2026
Bidik Pertumbuhan 6 Persen, Pemerintah Genjot Investasi pada 2027
Di Balik Deru Motor MotoGP Mandalika, Ratusan Relawan BRI Peduli Bergerak Jaga Kebersihan Lingkungan
Rayakan Anniversary Epson, Nikmati Promo Spesial untuk Projector Serba Bisa hingga Cashback Rp300 Ribu
Danantara Siapkan PT Kawasan Industri Indonesia, Kelola 35.000 Hektare
Menkeu: Defisit APBN 2027 Ditargetkan Turun Jadi 2,4 Persen
Bersama Melangkah Menuju Keemasan, Bank Mandiri Perkuat Layanan Emas Terintegrasi di Livin’ by Mandiri
Ekspor Perdana Baterai Kendaraan Listrik Diresmikan, IWIP Bangun Proyek Strategis di Halmahera

Berita Terkait

Wednesday, 14 October 2026 - 17:07 WIB

Dorong UMK Binaan Naik Kelas, Hutama Karya Grup Bukukan Penjualan Produk Kriya Berkelanjutan di INACRAFT 2026

Wednesday, 14 October 2026 - 15:28 WIB

Bidik Pertumbuhan 6 Persen, Pemerintah Genjot Investasi pada 2027

Tuesday, 13 October 2026 - 18:48 WIB

Di Balik Deru Motor MotoGP Mandalika, Ratusan Relawan BRI Peduli Bergerak Jaga Kebersihan Lingkungan

Tuesday, 13 October 2026 - 11:34 WIB

Rayakan Anniversary Epson, Nikmati Promo Spesial untuk Projector Serba Bisa hingga Cashback Rp300 Ribu

Monday, 12 October 2026 - 18:55 WIB

Danantara Siapkan PT Kawasan Industri Indonesia, Kelola 35.000 Hektare

Berita Terbaru

Berita Terbaru

Sidak SPPG Cadek, Sudaryono Tekankan Kepatuhan SOP dan Akurasi Data

Thursday, 15 Oct 2026 - 09:30 WIB