GKR Hemas Dorong Transformasi Pesantren dan Penguatan Peran Ibu Nyai Nusantara

Monday, 3 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

daelpos.com – Gusti Kanjeng Ratu Hemas menegaskan pentingnya transformasi pesantren yang memadukan nilai tradisi dengan inovasi, serta memperkuat kepemimpinan perempuan pengasuh pesantren dalam pembangunan nasional. Hal ini disampaikan dalam Silaturahim Nasional Bu Nyai Nusantara Ke-4 bertema “Transformasi Pesantren: Merawat Tradisi, Membangun Inovasi” di Pondok Pesantren Krapyak Yayasan Ali Maksum, Yogyakarta, Sabtu (1/11).

Dalam sambutannya, GKR Hemas menekankan bahwa pesantren bukan sekedar lembaga pendidikan, tetapi penyangga moral bangsa yang melahirkan generasi berakhlak, berilmu, dan berjiwa pengabdian. Ia juga menyoroti kontribusi historis para ulama perempuan Nusantara seperti Tengku Fakinah (Aceh), Rahmah El Yunusiah (Sumatera Barat), dan Nyai Khoiriyah Hasyim (Jombang) sebagai teladan kepemimpinan perempuan di dunia pesantren.

“Posisi ibu-ibu Nyai Nusantara hari ini adalah penerus jejak ulama perempuan terdahulu yang telah berjuang membangun peradaban Islam dan bangsa,” ujar GKR Hemas.

Lebih lanjut, GKR Hemas menjelaskan bahwa Ibu Nyai adalah figur penggerak yang membentuk karakter perempuan santri agar berdaya, berpengetahuan, dan mandiri tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman dan tradisi pesantren.

GKR Hemas juga mengapresiasi meningkatnya jumlah dan pengakuan publik terhadap kepemimpinan perempuan pengasuh pesantren. Namun, ia juga menyoroti pentingnya memastikan pesantren menjadi ruang aman bagi santri, khususnya dalam konteks meningkatnya perhatian publik terhadap kasus kekerasan seksual di lingkungan pendidikan agama.

“Saya menitipkan agar para Nyai Nusantara membahas upaya pencegahan dan penanganan kekerasan seksual di pesantren. Jelang 16 Hari Anti Kekerasan terhadap Perempuan, mari kita suarakan ruang aman bagi perempuan dan anak,” tegasnya.

Permainsyuri Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat itu menilai bahwa dukungan terhadap pemimpin perempuan pesantren bukan hanya isu kesetaraan, tetapi strategi pembangunan bangsa. Menurutnya, perempuan pengasuh pesantren berperan penting dalam membentuk santri yang berdaya, berpengetahuan, dan mandiri tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman.

See also  Ketua DPD RI Sultan Raih Gelar Doktor HC dari Kampus Maritim Korea

Ia juga menyoroti tiga pilar utama transformasi pesantren, yaitu:
1. Kurikulum integratif, yang menggabungkan ilmu agama dan pengetahuan umum tanpa kehilangan ruh spiritual.
2. Kemandirian ekonomi pesantren, agar menjadi pusat pendidikan sekaligus pemberdayaan masyarakat.
3. Inovasi digital pesantren, untuk memperluas jangkauan dakwah dan pendidikan di era generasi milenial dan Gen Z.
Sebagai Wakil Ketua DPD RI, GKR Hemas menegaskan komitmennya untuk mendukung kebijakan publik yang berpihak pada pesantren dan penguatan peran perempuan di bidang Pendidikan Islam.

“Saya percaya bahwa masa depan bangsa akan lebih kuat apabila pesantren menjadi garda terdepan dalam mencetak generasi berilmu, berkarakter, dan berdaya saing,” tutupnya.

Acara tersebut resmi dibuka oleh Wakil Ketua DPD RI GKR Hemas, Ketua Umum PBNU KH. Yahya Cholil Stauf, Katib Syuriyah PBNU KH. Hilmy Muhammad, Ketua RMI PBNU KH. Hodri Arief, Ketua RMI PWNU DIY KH. M Nilzam Yahya, Pengasuh Pondok Pesantren Krapyak Yayasan Ali Maksum Nyai Ida Rufaida Ali serta hadir juga GKR Mangkubumi, Anggota DPR RI Hindun Anisah dan Rieke Diah Pitaloka.

Berita Terkait

Rakor Konflik Agraria, Mendes Yandri Rekomendasikan Solusi Desa Dalam Kawasan Hutan
Tingkatkan Ketahanan Jalan terhadap Bencana, Kementerian PU Perkuat 901 Titik Lereng Lembah Anai
Kertas Menyusut Buka Mata Siswa Sumedang tentang Palestina
Hutama Karya Tandatangani Kerja Sama Integrasi Blu-E dalam Rangkaian Launching ETLE HUB
Tiga Sekolah Rakyat di Jabar Siap Difungsikan, Kementerian PU Pastikan Fasilitas Dukung Belajar Siswa
Kementerian PU Pulihkan Fasilitas Publik Aceh, 33 Ribu Ton Material Bencana Diangkut
Hakteknas 2026: Hutama Karya Jadi Wajah Kebangkitan Teknologi Konstruksi Indonesia
Dari Pelosok Jadi Sorotan, Ekspedisi Patriot Angkat Potensi Transmigrasi

Berita Terkait

Tuesday, 11 August 2026 - 18:21 WIB

Rakor Konflik Agraria, Mendes Yandri Rekomendasikan Solusi Desa Dalam Kawasan Hutan

Tuesday, 11 August 2026 - 17:29 WIB

Tingkatkan Ketahanan Jalan terhadap Bencana, Kementerian PU Perkuat 901 Titik Lereng Lembah Anai

Tuesday, 11 August 2026 - 17:27 WIB

Kertas Menyusut Buka Mata Siswa Sumedang tentang Palestina

Tuesday, 11 August 2026 - 00:00 WIB

Hutama Karya Tandatangani Kerja Sama Integrasi Blu-E dalam Rangkaian Launching ETLE HUB

Monday, 10 August 2026 - 19:04 WIB

Tiga Sekolah Rakyat di Jabar Siap Difungsikan, Kementerian PU Pastikan Fasilitas Dukung Belajar Siswa

Berita Terbaru

foto ist

Berita Utama

HUT RI ke-81, KAI Tebar Diskon Tiket 17 Persen dan Tarif Rp8

Tuesday, 11 Aug 2026 - 17:42 WIB

Nasional

Kertas Menyusut Buka Mata Siswa Sumedang tentang Palestina

Tuesday, 11 Aug 2026 - 17:27 WIB