Kemen PU Wujudkan Asta Cita: Fondasi Keadilan dan Keberlanjutan

Wednesday, 5 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

daelpos.com — Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menerjemahkan visi besar Asta Cita Presiden Prabowo Subianto ke dalam langkah nyata melalui kerangka kebijakan PU608, yang menjadi arah baru pembangunan infrastruktur nasional. Melalui kebijakan ini, Kementerian PU menargetkan penurunan Incremental Capital Output Ratio (ICOR) hingga di bawah 6, penurunan tingkat kemiskinan menjadi 0%, serta pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan sebesar 8% per tahun pada 2029.

Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo menjelaskan bahwa PU608 merupakan kerangka kebijakan yang dirancang untuk memastikan setiap investasi publik memberikan manfaat ekonomi yang inklusif, berkeadilan, dan berdampak langsung bagi masyarakat.

“PU608 dibangun atas tiga angka dan satu misi utama, yaitu kemakmuran yang berkeadilan. Kerangka ini memastikan setiap rupiah investasi publik memberikan manfaat ekonomi yang inklusif dan berkeadilan, sekaligus memperkuat daya tahan nasional di sektor pangan, energi, dan air,” ujar Menteri Dody.

Dalam rangka mewujudkan arah kebijakan tersebut, Kementerian PU telah menetapkan target pembangunan infrastruktur tahun 2025 yang mencakup berbagai sektor strategis. Di antaranya adalah pembangunan dan rehabilitasi jaringan irigasi seluas 13.849 hektare, pembangunan 118 kilometer jalan baru dan 275 meter jembatan baru, serta pembangunan dan peningkatan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) dengan kapasitas 1.250 liter per detik. Selain itu, pemerintah juga menargetkan peningkatan sistem pengelolaan limbah bagi 1.504 rumah tangga (KK) di berbagai wilayah di Indonesia.

Berbagai target tersebut menunjukkan komitmen Kementerian PU untuk memperkuat ketahanan nasional melalui pembangunan infrastruktur yang produktif, efisien, dan berkelanjutan. Pembangunan infrastruktur tidak hanya dimaknai sebagai pembangunan fisik, tetapi juga sebagai instrumen untuk menciptakan kesejahteraan dan pemerataan ekonomi di seluruh wilayah Indonesia.

“Sejalan dengan itu, Kementerian PU juga mengimplementasikan sejumlah Instruksi Presiden (Inpres) yang menjadi payung kebijakan di berbagai sektor. Di antaranya adalah Inpres No. 2 Tahun 2025 tentang Penguatan Sistem Irigasi Nasional, Inpres No. 11 Tahun 2025 tentang Peningkatan Konektivitas Jalan Daerah, serta Inpres No. 14 Tahun 2025 tentang Penguatan Keseimbangan Ketahanan Pangan, Energi, dan Air,” terang Menteri Dody,

See also  Kemenag Siapkan 22M di 2021 untuk Akreditasi Ratusan Prodi PTKI

Kementerian PU juga berperan aktif dalam mendukung Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) melalui pembangunan fasilitas Satuan Pelayanan dan Pemenuhan Gizi (SPPG) prototipe. Pembangunan fasilitas ini dilakukan dengan dukungan CSR BUMN Karya di beberapa daerah seperti Jambi, Banjar, dan Kebumen, sebagai bentuk sinergi antara pemerintah dan dunia usaha dalam mendukung kesejahteraan masyarakat.

Tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur skala besar, Kementerian PU juga memperkuat partisipasi masyarakat melalui berbagai program padat karya seperti P3TGAI, PISEW, Pamsimas, Sanimas, dan TPS3R. Program-program tersebut tidak hanya meningkatkan kualitas infrastruktur desa, tetapi juga menciptakan lapangan kerja baru serta menumbuhkan rasa kepemilikan masyarakat terhadap hasil pembangunan di wilayahnya.

Dalam konteks pembangunan berkelanjutan, Kementerian PU terus mengembangkan infrastruktur yang ramah lingkungan dan adaptif terhadap perubahan iklim. Salah satu proyek strategis yang tengah dikembangkan adalah pembangunan Giant Sea Wall di pesisir utara Jawa sebagai bagian dari proyek National Capital Integrated Coastal Development (NCICD), yang berfungsi melindungi kawasan pesisir sekaligus meningkatkan ketahanan wilayah terhadap banjir rob dan kenaikan muka air laut.

Selain itu, penerapan teknologi digital seperti Building Information Modelling (BIM) terus diperluas untuk meningkatkan efisiensi dalam perencanaan dan pelaksanaan konstruksi. Penggunaan material ramah lingkungan seperti aspal plastik serta produk berbasis 3R (reduce, reuse, recycle) juga menjadi bagian penting dalam upaya pengurangan emisi karbon dan menjaga keberlanjutan lingkungan.(*)

Berita Terkait

Hutama Karya Tandatangani Kerja Sama Integrasi Blu-E dalam Rangkaian Launching ETLE HUB
Tiga Sekolah Rakyat di Jabar Siap Difungsikan, Kementerian PU Pastikan Fasilitas Dukung Belajar Siswa
Kementerian PU Pulihkan Fasilitas Publik Aceh, 33 Ribu Ton Material Bencana Diangkut
Hakteknas 2026: Hutama Karya Jadi Wajah Kebangkitan Teknologi Konstruksi Indonesia
Dari Pelosok Jadi Sorotan, Ekspedisi Patriot Angkat Potensi Transmigrasi
60 Ton Sampah Diolah di TPST Kebon Talo Mataram yang Dibangun Kementerian PU
Wapres Tinjau Jembatan Lumut, Konektivitas Aceh Diperkuat
Borong 3 Penghargaan Gold Bintang 4, Hutama Karya Buktikan Komitmen pada TJSL & CSR Award BUMN Track 2026

Berita Terkait

Tuesday, 11 August 2026 - 00:00 WIB

Hutama Karya Tandatangani Kerja Sama Integrasi Blu-E dalam Rangkaian Launching ETLE HUB

Monday, 10 August 2026 - 19:04 WIB

Tiga Sekolah Rakyat di Jabar Siap Difungsikan, Kementerian PU Pastikan Fasilitas Dukung Belajar Siswa

Monday, 10 August 2026 - 18:59 WIB

Kementerian PU Pulihkan Fasilitas Publik Aceh, 33 Ribu Ton Material Bencana Diangkut

Monday, 10 August 2026 - 09:34 WIB

Dari Pelosok Jadi Sorotan, Ekspedisi Patriot Angkat Potensi Transmigrasi

Sunday, 9 August 2026 - 20:00 WIB

60 Ton Sampah Diolah di TPST Kebon Talo Mataram yang Dibangun Kementerian PU

Berita Terbaru