Pembangunan Proyek Jalan Wanam – Muting: Hutama Karya Dukung Ketahanan Pangan dan Pemerataan Pembangunan di Papua

Wednesday, 5 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

daelpos.com – PT Hutama Karya (Persero) (Hutama Karya) secara resmi menandatangani kontrak pembangunan Jalan Kawasan Sentra Produksi Pangan (KSPP) Wanam–Muting Segmen II di Gedung, Kementerian Pekerjaan Umum (PU) lantai 17, Jakarta, pada Senin (3/11). Proyek ini merupakan bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN) yang mendukung agenda percepatan pencapaian Asta Cita Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, khususnya dalam memperkuat ketahanan pangan nasional, pengembangan infrastruktur, pemberdayaan desa, dan peningkatan lapangan kerja.

Pembangunan Jalan KSPP Wanam–Muting sepanjang 138,5 km bertujuan untuk menyediakan akses utama menuju lumbung pangan nasional di Papua Selatan. Dalam proyek ini, Hutama Karya bersama mitra Kerja Sama Operasi (KSO) dipercaya membangun segmen kedua sepanjang 80,5 km yang menghubungkan tiga distrik di Kabupaten Merauke—Ngguti, Kaptel, dan Muting. Infrastruktur ini diharapkan menjadi tulang punggung mobilitas masyarakat sekaligus memperlancar distribusi hasil pertanian dan logistik regional.

Penandatanganan kontrak dilakukan oleh Rizky Agung, EVP Divisi Sipil Umum Hutama Karya, bersama mitra KSO, serta disaksikan langsung oleh Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo, Wakil Menteri Pekerjaan Umum (PU) Diana Kusumastuti, Direktur Jenderal Bina Marga Roy Rizali Anwar, Sekretaris Jenderal Kementerian Pekerjaan Umum (PU) Wida Nurfaida, dan Agung Fajarwanto, Direktur Operasi I Hutama Karya.

“Pembangunan Jalan KSPP Wanam–Muting ini merupakan bagian dari program berkelanjutan Direktorat Jenderal Bina Marga untuk mewujudkan kemandirian pangan, energi, dan air nasional. Keberhasilan proyek ini bergantung pada sinergi seluruh pihak pelaksana yang diharapkan dapat fokus pada mutu, keselamatan kerja, serta pemberdayaan masyarakat lokal sehingga mendatangkan manfaat ekonomi dan kesejahteraan bagi Papua Selatan,” ujar Roy Rizali Anwar, Direktur Jenderal Bina Marga.

See also  Bank Mandiri Raih Peringkat ESG AA dari MSCI, Terdepan di KBMI 4

Dalam kesempatan terpisah, Executive Vice President (EVP) Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Mardiansyah, menyampaikan apresiasi kepada pemerintah, khususnya Kementerian Pekerjaan Umum (PU), atas kepercayaan yang diberikan kepada Hutama Karya.

“Kami menyampaikan terima kasih kepada pemerintah, khususnya Kementerian Pekerjaan Umum, atas kepercayaan yang diberikan kepada Hutama Karya dalam mengemban proyek strategis nasional ini. Pembangunan ruas Jalan KSPP Wanam–Muting menjadi fondasi penting bagi pengembangan kawasan dan pembukaan potensi ekonomi lokal,’’ ujar Mardiansyah.

Proyek yang ditargetkan selesai pada akhir tahun 2027, berada di wilayah dengan karakteristik alam yang cukup menantang—mulai dari curah hujan tinggi, keterbatasan akses logistik, keterbatasan sumber material alam, hingga dinamika pasang surut air laut dan sungai. Namun demikian, Hutama Karya telah menyiapkan berbagai langkah strategis untuk mengantisipasi kondisi tersebut, mulai dari penyesuaian metode konstruksi hingga penguatan koordinasi lintas pihak di lapangan. Dengan dukungan seluruh pemangku kepentingan, perusahaan optimistis proyek ini dapat diselesaikan tepat waktu dan memberikan manfaat nyata bagi konektivitas dan pengembangan kawasan produksi pangan nasional.

Sebagai bagian dari upaya tersebut, Hutama Karya juga tengah menyiapkan rencana rekayasa engineering yang komprehensif untuk memastikan pelaksanaan konstruksi yang telah memenuhi kaidah engineering struktur jalan dan jembatan sekaligus menjawab tantangan teknis di lapangan. Beragam kondisi geoteknik—mulai dari lapisan gambut, tanah lempung lunak, hingga area rawa musiman—menuntut pendekatan konstruksi yang adaptif dan presisi.

Jalan sepanjang 80,5 kilometer ini menggunakan perkerasan aspal dan didukung oleh tiga jembatan baja dengan panjang masing-masing sekitar 80 meter, 100 meter, dan 300 meter. Infrastruktur tersebut akan menjadi jalur utama yang menghubungkan kawasan pertanian dengan pusat distribusi serta pelabuhan, mempercepat akses pasar, dan menekan biaya logistik.

See also  Kadin Indonesia Umumkan Pemenang Kadin Impact Award 2023

Proyek ini memiliki peran strategis dalam mendukung pengembangan KSPP di Papua Selatan. Sebagai bagian dari program ekstensifikasi pangan nasional, pembangunan ini juga diarahkan untuk membuka dan mengoptimalkan lahan-lahan baru di wilayah yang selama ini belum tergarap, termasuk hutan sekunder dan lahan tidur yang kemudian dikelola menjadi lahan pertanian berskala besar dan memperkuat kapasitas produksi tanaman utama—seperti padi, jagung, dan kedelai—sebagai fondasi ketahanan pangan Indonesia. Kawasan ini nantinya akan ditunjang oleh infrastruktur pertanian modern, termasuk jaringan irigasi dan berbagai fasilitas pendukung, guna meningkatkan efisiensi dan produktivitas sektor pertanian.

Hutama Karya memahami bahwa pembangunan kawasan sentra produksi pangan, termasuk program cetak sawah di Papua Selatan, sempat menjadi perhatian publik—terutama terkait tata kelola lahan dan pelibatan masyarakat lokal. Beragam pandangan tersebut harus dimaknai sebagai bentuk kepedulian bersama agar pembangunan Kawasan Sentra Produksi Pangan (KSPP) Wanam–Muting dapat berjalan dengan baik, bertanggung jawab, dan memberi manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat. Dalam pelaksanaannya, Hutama Karya berkomitmen melaksanakan kegiatan konstruksi secara terencana dan selaras dengan karakteristik wilayah, termasuk melalui berbagai upaya untuk meminimalkan potensi dampak terhadap lingkungan sekitar. Kami juga terus menjaga komunikasi yang terbuka dan konstruktif dengan masyarakat adat serta pemangku kepentingan di daerah, guna mewujudkan sinergi yang harmonis antara pembangunan dan kehidupan sosial setempat.

“Melalui pembangunan proyek Jalan KSPP Wanam—Muting ini, bukan sekadar membuka akses transportasi dan konektivitas antarwilayah, tetapi juga memperkuat fondasi ketahanan pangan, mendorong ekonomi daerah, serta menghadirkan pemerataan pembangunan berkelanjutan yang dirasakan langsung oleh masyarakat di Papua,” tutup Mardiansyah.

Berita Terkait

ALI 2026: Apresiasi Kinerja Layanan Investasi, Dorong Kemudahan Berusaha
Chandra Asri Group dan Bank Mandiri Perkuat Kerja Sama Strategis untuk Dukung Ekosistem Industri Petrokimia Nasional
Harga Cabai Rawit Merah Meroket, Pemprov DKI Ungkap Biang Keroknya
OJK Canangkan Bulan Dana Pensiun 2026, Ajak Warga Siapkan Hari Tua
Transaksi dan Ekosistem Terus Tumbuh, Kinerja Bank Mandiri Tetap Solid
Wamen Todotua Ungkap Tiga Strategi Jemput Investasi dan Perkuat Hilirisasi
Epson Indonesia Perkuat Komitmen terhadap Pelanggan melalui Customer Day 2026 di 50 Lokasi Authorized Service Partner
Hari Pelanggan Nasional, Hutama Karya Kasih Diskon Tol 10%

Berita Terkait

Thursday, 17 September 2026 - 00:01 WIB

ALI 2026: Apresiasi Kinerja Layanan Investasi, Dorong Kemudahan Berusaha

Tuesday, 15 September 2026 - 17:40 WIB

Chandra Asri Group dan Bank Mandiri Perkuat Kerja Sama Strategis untuk Dukung Ekosistem Industri Petrokimia Nasional

Wednesday, 9 September 2026 - 09:10 WIB

Harga Cabai Rawit Merah Meroket, Pemprov DKI Ungkap Biang Keroknya

Monday, 7 September 2026 - 16:22 WIB

OJK Canangkan Bulan Dana Pensiun 2026, Ajak Warga Siapkan Hari Tua

Monday, 7 September 2026 - 11:13 WIB

Transaksi dan Ekosistem Terus Tumbuh, Kinerja Bank Mandiri Tetap Solid

Berita Terbaru

Foto Dok Astra

Berita Terbaru

Astra Raih Dua Penghargaan Fortune Indonesia 100 2026

Friday, 18 Sep 2026 - 17:01 WIB

foto istimewa

Berita Utama

BGN Perketat Tata Kelola Penerimaan Program MBG.

Friday, 18 Sep 2026 - 15:44 WIB

Berita Utama

Kemendes dan Bank Dunia Sepakat Percepat Realisasi Program SEHATI

Friday, 18 Sep 2026 - 14:37 WIB