Satgas Nataru, Terminal BBM Rewulu Jaga Pasokan Energi ke Jawa Tengah dan Yogyakarta

Saturday, 29 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

daelpos.com – Memasuki masa Satuan Tugas Natal 2025 dan Tahun Baru 2025, PT Pertamina (Persero) melalui PT Pertamina Patra Niaga menjaga pasokan energi ke seluruh wilayah Indonesia.

Salah satu titik suplai strategis yakni Terminal BBM Rewulu, yang berlokasi di Yogyakarta. Terminal BBM ini menyalurkan bahan bakar ke Depot Pengisian Pesawat Udara, jaringan distribusi BBM dan LPG di wilayah Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Agar dapat maksimal menyalurkan energi kepada masyarakat, Pertamina senantiasa memastikan keandalan fasilitas dan infrastruktur, kesiapan pasokan, dan aspek keamanan serta keselamatan operasional.

Hal itu disampaikan oleh Wakil Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Oki Muraza, saat melakukan peninjauan ke Terminal Bahan Bakar Minyak (TBBM) Rewulu, di Yogyakarta, pada Kamis, 27 November 2025. Kunjungan dilakukan guna memastikan kesiapan stok BBM dan elpiji dalam menghadapi masa Satuan Tugas Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Satgas Nataru).

Oki menyampaikan bahwa stok BBM di wilayah Jawa Tengah dalam kondisi aman. “Kita sudah mulai melakukan pengecekan pada hari Kamis, ke TBBM Rewulu dan dalam kondisi stok yang aman,” ujar Oki di sela peninjauannya tersebut.

TBBM Rewulu antara lain mendistribusikan Avtur atau bahan bakar pesawat terbang ke Yogyakarta International Airport, Bandara Adi Sucipto Yogyakarta, Bandara Ahmad Yani Semarang, Bandara Adi Sumarmo Solo, serta Bandara Tunggul Wulung Cilacap. Selain itu, mendistribusikan BBM ke 1.070 Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU), 1.338 Pertashop, dan 36 SPBU Nelayan. Untuk Liquefied Petroleum Gas atau LPG, disalurkan ke masyarakat melalui 1.009 agen dan lebih dari 64 ribu pangkalan LPG.

Geliat peningkatan aktivitas masyarakat jelang tutup tahun sudah terasa. Di mana konsumsi Bahan Bakar Non Subsidi seperti Pertamax Series dan Pertamina Dex pada bulan November 2025 naik rata-rata 25% dibandingkan dengan rerata harian konsumsi pada bulan November tahun 2024.

See also  PLN EPI Gandeng Panah Perak Megasarana Kembangkan Biomassa untuk Transisi Energi

Pada kunjungannya, Oki menekankan aspek operasional berjalan optimal, mengingat Jawa Tengah dan DIY merupakan salah satu tujuan liburan masyarakat pada momen Natal dan Tahun baru. Aspek keselamatan juga menjadi hal yang prioritas, sehingga seluruh fasilitas terminal dan unit operasi diharapkan untuk makin memperkuat standar Health, Safety, Security, and Environment (HSSE) serta melakukan pengecekan menyeluruh terhadap asset integrity demi mencegah potensi gangguan maupun risiko kehilangan.

Melalui kunjungan ini, Oki berharap dapat memberikan rasa aman bagi masyarakat, utamanya saat masa libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 di Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta.

“Kepada seluruh Perwira, mari melakukan upaya terbaik untuk menjaga stok, kualitas, dan keamanan energi selama masa Nataru. Semoga seluruh ikhtiar ini memudahkan kita dalam memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat, bangsa, dan negara,” jelas Oki.

Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero) Muhammad Baron menyampaikan, Pertamina telah mengaktifkan Satgas Nataru sejak 13 November 2025 hingga 11 Januari 2026. Selama masa Satgas seluruh jajaran Komisaris dan Direksi Pertamina secara rutin melaksanakan pemantauan di seluruh sarana dan fasilitas pendukung kelancaran pasokan energi, jelang libur Natal dan Tahun Baru.

Pertamina dan seluruh Subholding dari hulu hingga hilir migas, serta Anak Usaha jasa penunjang berkomitmen menjaga dan mengupayakan pasokan energi ke seluruh wilayah Indonesia, sebagai wujud pelayanan Pertamina kepada masyarakat dengan sepenuh hati.

“Melalui Satgas Nataru, Pertamina Group memastikan komitmen kami dalam melayani masyarakat sepenuh hati. Kami mengimbau masyarakat untuk menggunakan energi dengan bijak. Kami siap 24 jam untuk menjaga distribusi energi berjalan lancar,” jelas Baron.

Pertamina sebagai perusahaan pemimpin di bidang transisi energi, berkomitmen dalam mendukung target Net Zero Emission 2060 dengan terus mendorong program-program yang berdampak langsung pada capaian Sustainable Development Goals (SDGs). Seluruh upaya tersebut sejalan dengan penerapan Environmental, Social & Governance (ESG) di seluruh lini bisnis dan operasi Pertamina.**

Berita Terkait

Pertamina Paparkan Strategi Swasembada Energi dan Penguatan Ekonomi Rakyat di DPR
Perkuat Pasokan Gas Dalam Negeri, PLN EPI Mulai Pembangunan Pipa Gas Ruas Natuna-Pemping 
Perkuat TKDN dan Substitusi Impor, PLN Nusantara Power Gandeng Industri Manufaktur Lokal
Direktur Pertamina Paparkan Pertamina Beyond Energy, Wujud Kepemimpinan dalam Ketangguhan Energi dan Komitmen Lingkungan
Tanpa Perantara, Estimasi Biaya Layanan Listrik Makin Transparan di PLN Mobile
Modernisasi Sektor Industri Primer, Lebih dari 390 Ribu Pelanggan Manfaatkan Program Electrifying Agriculture dan Marine PLN Hingga 2025
Perkuat Pasokan Gas Dalam Negeri, PLN EPI Mulai Pembangunan Pipa Gas Ruas Natuna-Pemping   
Di IIMS 2026, PLN Hadirkan Promo Tambah Daya 50 Persen Lewat Program Power Up EVent

Berita Terkait

Saturday, 14 February 2026 - 14:04 WIB

Pertamina Paparkan Strategi Swasembada Energi dan Penguatan Ekonomi Rakyat di DPR

Saturday, 14 February 2026 - 05:33 WIB

Perkuat Pasokan Gas Dalam Negeri, PLN EPI Mulai Pembangunan Pipa Gas Ruas Natuna-Pemping 

Saturday, 14 February 2026 - 05:27 WIB

Direktur Pertamina Paparkan Pertamina Beyond Energy, Wujud Kepemimpinan dalam Ketangguhan Energi dan Komitmen Lingkungan

Friday, 13 February 2026 - 14:24 WIB

Tanpa Perantara, Estimasi Biaya Layanan Listrik Makin Transparan di PLN Mobile

Thursday, 12 February 2026 - 16:59 WIB

Modernisasi Sektor Industri Primer, Lebih dari 390 Ribu Pelanggan Manfaatkan Program Electrifying Agriculture dan Marine PLN Hingga 2025

Berita Terbaru

Menkeu Purbaya / foto ist

News

Awal Ramadan, THR Aparatur Negara Mengalir Rp55 Triliun

Saturday, 14 Feb 2026 - 09:21 WIB