Menteri Dody Cek Posko Nataru di Jateng-Jatim, Pastikan Warga Aman

Monday, 22 December 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

daelpos.com – Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo meninjau langsung kesiapan Posko Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru) di wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur, Sabtu (20/12). Diantaranya, Posko Mudik PPK 1.1 Jawa Tengah, Posko Mudik PPK 3.5 Jawa Tengah, serta Posko Mudik PPK 4.2 Provinsi Jawa Timur. Peninjauan ini dilakukan untuk memastikan kesiapan infrastruktur jalan nasional dan jalan tol serta dukungan peralatan dan personel dalam menghadapi peningkatan mobilitas masyarakat selama periode Nataru.

Dalam peninjauan tersebut, Menteri Dody menegaskan bahwa setiap posko Nataru telah dilengkapi dengan Disaster Relief Unit (DRU) dan material tanggap bencana seperti sheet pile, sand bag dan lain-lain. Menurutnya, keberadaan posko tidak hanya untuk kesiapsiagaan bencana, tetapi juga untuk memastikan keselamatan pengguna jalan. Terlebih, setiap posko dijaga oleh dua hingga tiga personel yang siaga, serta didukung tim tambahan yang dapat segera menuju ke lokasi.

“Di setiap posko selalu kita siapkan DRU seperti sheet pile, sand bag, dan lain-lain. Kalau posko Nataru ini yang lebih utama bagaimana agar pengguna jalan kalau sudah lelah bisa istirahat, karena kalau diteruskan itu bahaya. Sekalian PPK yang stand by bisa mengawasi ruas yang dibidangi,” ujar Menteri Dody.

Menteri Dody juga menekankan pentingnya kesiapan peralatan dan personel agar respons penanganan dapat dilakukan dengan cepat apabila terjadi kondisi darurat. “Paling utama kita siapkan peralatan yang dibutuhkan, jadi kalau misalnya terjadi hal-hal yang tidak diinginkan seperti banjir, longsor, dan lain-lain, kita bisa bergerak cepat dalam waktu 24 jam sehingga tidak mengganggu kenyamanan masyarakat,” lanjut Menteri Dody.

Kepala BBPJN Jawa Tengah – DIY Moch. Iqbal Tamher mengatakan, kondisi kemantapan jalan nasional di wilayah Jawa Tengah–DIY saat ini mencapai 91,73% dengan total 296 ruas dan total panjang 1.886,60 km. Titik-titik dengan tingkat kepadatan dan kerawanan tertinggi berada di jalur Pantura, khususnya di wilayah Demak hingga Rembang, yang menjadi fokus pengawasan selama masa Nataru.

See also  Bamsoet di Mukernas KAMMI: Peran Generasi Muda Kunci Penanganan Pandemi Covid-19

“Kementerian PU terus melakukan upaya peningkatan kualitas jaringan jalan nasional secara berkelanjutan. BBPJN Jawa Tengah – DIY menargetkan kemantapan jalan nasional di Jawa Tengah–DIY dapat meningkat menjadi 94% pada 2026 dan terus naik hingga 97% pada akhir 2027, seiring dengan penanganan bertahap di ruas-ruas prioritas,” jelas Iqbal.

Sementara, Kepala BBPJN Jawa Timur – Bali Javid Hurriyanto menerangkan, kemantapan jalan nasional di Jawa Timur pada tahun 2025 adalah 94,83%. Dengan jumlah ruas 259 tuas dan total panjang jalan 2.261,68 km. Sementara di Bali, kemantapan jalan nasional telah mencapai 97,71% dengan total 79 ruas sepanjang 589,64 km. “Diharapkan pada tahun 2026 kemantapan jalan nasional di Provinsi Jawa Timur dan Bali juga mengalami peningkatan sehingga semakin mempermudah konektivitas masyarakat,” jelas Javid.

Menteri Dody juga menegaskan bahwa pembangunan dan peningkatan infrastruktur akan terus dilakukan secara kontinyu. “Beberapa ruas masih dalam tahap pekerjaan, sementara sebagian lainnya sudah mulai kontrak tahun ini dan akan dilanjutkan penanganannya pada tahun depan. Upaya tersebut diharapkan dapat mendukung kelancaran arus lalu lintas dan meningkatkan kenyamanan masyarakat, baik pada masa Nataru maupun menghadapi beban lalu lintas yang lebih besar pada periode Lebaran mendatang,” tegas Menteri Dody.

Dengan kesiapan posko, peralatan, dan personel yang terkoordinasi, Kementerian PU optimistis pelayanan infrastruktur jalan nasional di Jawa Tengah dan Jawa Timur selama Nataru 2025/2026 dapat berjalan dengan aman, lancar, dan memberikan rasa nyaman bagi seluruh pengguna jalan.(*)

Berita Terkait

Kementerian PU Pastikan Sungai Barito Masih Bisa Dilalui Kapal
Kementerian PU Kembali Raih WTP, Pertahankan Opini BPK 7 Tahun Beruntun
Viva Yoga: Sebelum Ditempatkan Di Kawasan, Transmigran Wajib Mengikuti Pendidikan dan Pelatihan
Pascagempa NTT, Kementerian PU Percepat Penanganan Sanitasi Di Pengungsian
Warga Gaza Ceritakan Musim Panas yang Lebih Menakutkan dari Bom
Bidik Investasi Rp2.322 T pada 2027, Keminveshil/BKPM Genjot Perizinan
Investasi dan Hilirisasi Jadi Penggerak Ekonomi dan Kemandirian Nasional
JIAT Jadi Andalan Petani di Banjar Hadapi El Nino, Puluhan Hektare Lahan Terairi

Berita Terkait

Saturday, 22 August 2026 - 11:22 WIB

Kementerian PU Pastikan Sungai Barito Masih Bisa Dilalui Kapal

Friday, 21 August 2026 - 10:32 WIB

Kementerian PU Kembali Raih WTP, Pertahankan Opini BPK 7 Tahun Beruntun

Thursday, 20 August 2026 - 10:57 WIB

Viva Yoga: Sebelum Ditempatkan Di Kawasan, Transmigran Wajib Mengikuti Pendidikan dan Pelatihan

Wednesday, 19 August 2026 - 22:01 WIB

Pascagempa NTT, Kementerian PU Percepat Penanganan Sanitasi Di Pengungsian

Tuesday, 18 August 2026 - 10:32 WIB

Warga Gaza Ceritakan Musim Panas yang Lebih Menakutkan dari Bom

Berita Terbaru