Dana ASABRI Harus Untuk Pensiunan Prajurit

Friday, 31 January 2020

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota Komisi XI DPR RI Rudi Hartono Bangun saat Rapat Dengar Pendapat Komisi XI DPR RI dengan Direktur Utama PT. ASABRI Sonny Widjaja, di Gedung Nusantara I, Senayan, Jakarta

Anggota Komisi XI DPR RI Rudi Hartono Bangun saat Rapat Dengar Pendapat Komisi XI DPR RI dengan Direktur Utama PT. ASABRI Sonny Widjaja, di Gedung Nusantara I, Senayan, Jakarta

DAELPOS.com – Terkuaknya dugaan korupsi di beberapa perusahaan asuransi pelat merah, termasuk PT. ASABRI (Persero), membuat para wakil rakyat di Senayan berang dan sangat kritis ketika membincang soal ini. Dana pensiunan para prajurit yang tersimpan di ASABRI, misalnya, diserukan betul-betul untuk para prajurit yang sudah pensiun, bukan untuk dikorupsi.

Anggota Komisi XI DPR RI Rudi Hartono Bangun menegaskan hal ini saat Rapat Dengar Pendapat Komisi XI DPR RI dengan Direktur Utama PT. ASABRI Sonny Widjaja, di Gedung Nusantara I, Senayan, Jakarta, Rabu (29/1/2020). Ia sangat kritis ketika mengikuti rapat Komisi XI DPR dengan jajaran Direksi ASABRI beberapa waktu lalu. Ketika itu, Dirut ASABRI memaparkan berbagai permasalahan yang membelenggu ASABRI.

“Pak Sonny tahu enggak, itu uang yang Bapak kelola adalah uang pensiunan untuk prajurit yang penghasilanya rendah. Jadi, jangan dibuat dana pensiunan mereka untuk membeli saham-saham gorengan yang enggak pasti. Jangan uang prajurit yang sudah bermandi keringat malah dikorupsi,” tandas Rudi kepada Dirut ASABRI.

Politisi Partai NasDem itu mengungkapkan, ada penurunan nilai aset saham sebesar Rp 10,9 triliun yang kemudian diketahui dipinjam Heru Hidayat dan Benny Tjokrosaputro. Dirut ASABRI di hadapan Komisi XI DPR RI menyatakan akan memulihkannya melalui pemenuhan tanggung jawab dari Benny sebesar Rp 5,1 triliun dan Heru sebesar Rp 5,8 triliun. Kedua orang ini sudah membuat perjanjian di kantor notaris.

Dan ASABRI, lanjut Rudi, pada tahun 2019 dipastikan mengalami risk base capital  (RBC) negatif (571,17 persen)  dan masih akan mengalami RBC negatif di tahun 2020 (643,49 persen). Artinya, keuangan ASABRI tidak sehat. “Laporan keuangan yang disampaikan ke DPR RI ini termasuk abal-abal dan tidak lengkap. Saya lihat dan teliti di catatan laporan keuangan terdapat negative underwriting sejak tahun 1976,” selidik Rudi.

See also  Tahun Baru 1445 Hijriyah, Umat Islam Harus Berubah Nasib

Legislator dapil Sumut III ini juga mengkritisi Direksi ASABRI yang ternyata tidak menyertakan laporan keuangan dari tahun 1978 sampai dengan 2009. Tidak jelas berapa premi, beban klaim, hasil investasi, laba rugi sebelum pajak, dan laba rugi setelah pajak. “Apakah uang dan aset yang dari tahun 1978 sampai tahun 2009 ini dihilangkan dan tidak ada pertanggungjawaban sama sekali,” tanya Rudi kepada Dirut ASABRI.

Inilah yang dimaksud dengan laporan keuangan abal-abal. Padahal, dananya sangat besar dan bukan milik pribadi direksi. “Ini harus didalami Komisi XI dan diaudit BPK, sehingga akan jelas dan terang titik permasalahan dan penyelesaianya ke depan. Kasihan nasib prajurit kecil yang sudah mengabdi dan mengharapkan hidupnya dari gaji dan pensiun. Jika tahu uangnya dikorupsi, bagaimana perasaan mereka,” kilahnya lagi.

Rudi berharap dana nasabah ASABRI segera dikembalikan. Aset yang yang berpindah tangan ke dua nama tersebut betul-betul harus diyakinkan bisa ditarik kembali. Ini merupakan bentuk tanggung jawab seorang dirut yang dipercaya mengelola dana nasabahnya. []

Berita Terkait

HUT ke-22 DPD Tak Mau Sekadar Seremonial, Sultan Najamudin Dorong Donor Darah Serentak di 38 Provinsi
DPD RI Dorong Penguatan Kampung Nelayan Merah Putih
Aspirasi Daerah Dorong Pembaruan UU Ketransmigrasian, Komite I DPD RI Buka Ruang Pra-Pembahasan
Kementerian PU Salurkan 12.000 Liter Air untuk Dukung Pemadaman Kebakaran TPA Buku Deru-Deru
Dwi Ajeng Soroti Penguatan BPK RI Hadapi Kompleksitas Pengawasan Keuangan Negara
HUT ke-81 TNI Digelar Sederhana, Prabowo-Jokowi-SBY Hadir
HUT ke-81 TNI, Kemhan Komitmen Perkuat Pertahanan Nasional
HUT ke-28, Bank Mandiri Bayarkan Dividen Interim Rp6,16 Triliun

Berita Terkait

Thursday, 8 October 2026 - 13:20 WIB

HUT ke-22 DPD Tak Mau Sekadar Seremonial, Sultan Najamudin Dorong Donor Darah Serentak di 38 Provinsi

Tuesday, 6 October 2026 - 19:42 WIB

DPD RI Dorong Penguatan Kampung Nelayan Merah Putih

Tuesday, 6 October 2026 - 16:11 WIB

Aspirasi Daerah Dorong Pembaruan UU Ketransmigrasian, Komite I DPD RI Buka Ruang Pra-Pembahasan

Monday, 5 October 2026 - 13:30 WIB

Kementerian PU Salurkan 12.000 Liter Air untuk Dukung Pemadaman Kebakaran TPA Buku Deru-Deru

Monday, 5 October 2026 - 13:28 WIB

Dwi Ajeng Soroti Penguatan BPK RI Hadapi Kompleksitas Pengawasan Keuangan Negara

Berita Terbaru