Realisasi Sementara APBN 2025, Menkeu Purbaya: APBN Tunjukkan Kinerja yang Solid

Friday, 9 January 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa / foto ist

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa / foto ist

daelpos.com – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa memaparkan realisasi sementara APBN 2025 yang menunjukkan kinerja yang solid. Hal tersebut disampaikan dalam konferensi pers APBN KiTA yang diselenggarakan di Jakarta pada Kamis (8/1).

“Dalam kondisi yang volatile di tahun 2025, APBN menjadi instrumen kebijakan yang antisipatif dan responsif menghadapi perkembangan dinamika global dan domestik,” kata Menkeu.

Pendapatan negara menunjukkan realisasi sebesar Rp2.756,3 triliun atau 91,7 persen dari outlook laporan semester yang sebesar Rp2.865,5 triliun. Realisasi tersebut didukung oleh penerimaan perpajakan Rp2.217,9 triliun atau 89 persen dari target sebesar Rp2.387,3 triliun dengan penerimaan pajak sebesar Rp1.917,6 triliun atau 87,6 persen dari target dan penerimaan kepabeanan dan cukai sebesar Rp300,3 triliun atau 99,6 persen dari target. Sementara itu, realisasi penerimaan negara bukan pajak (PNBP) sebesar Rp534,1 triliun atau 104,0 persen dari target Rp477,2 triliun, serta penerimaan hibah sebesar Rp4,3 triliun atau 733,3 persen dari target Rp1 triliun.

Di sisi lain, belanja negara mencapai Rp3.451,4 triliun atau 95,3 persen dari outlook laporan semester yang sebesar Rp3.527,5 triliun. Secara lebih rinci, belanja pemerintah pusat mencapai Rp2.602,3 triliun yang terdiri dari belanja kementerian dan lembaga Rp1.500,4 triliun dan belanja non-K/L Rp1.102 triliun. Sementara, transfer ke daerah telah disalurkan sebesar Rp849 triliun.

Berbagai langkah reformasi akan terus dilakukan untuk meningkatkan kualitas APBN, baik dari sisi pendapatan, belanja, maupun pembiayaan. Belanja negara adaptif dan akomodatif terhadap berbagai program prioritas mensejahterakan rakyat. Capaian program-program prioritas serta tata kelola yang terjaga sehingga di akhir tahun defisit terkendali pada batas aman 2,92 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) yaitu sebesar Rp695,1 triliun.

See also  PLN Mobile Proliga 2025: Bhayangkara Susul LavAni Lolos ke Grand Final

“Kita tahu ekonomi kita sedang mengalami downtrend, turun ke bawah. Kita harus memberikan stimulus ke perekonomian. Ini wujud dari komitmen pemerintah untuk menjaga ekonomi tetap tumbuh secara berkesinambungan tanpa membahayakan APBN.Tapi kita tetap jaga, pastikan bahwa defisitnya tidak di atas 3 persen. Ini dengan misi untuk menjaga ekonomi tetap bisa berekspansi di tengah tekanan global yang tinggi. Inilah kebijakan real dari countercyclical yang sering saya bilang selama ini,” ujar Menkeu.

Menkeu meyakini dengan membaiknya fondasi perekonomian dan menguatnya momentum pertumbuhan ekonomi ke depan, tahun 2026 defisit dapat ditekan ke level yang lebih rendah dengan dampak pertumbuhan ekonomi ke masyarakat yang lebih besar dibanding tahun lalu.

“Tahun ini kita asumsikan pertumbuhan ekonominya 5,4 persen, tapi kita akan coba tekan ke level yang lebih tinggi lagi,” kata Menkeu.

APBN dan mesin pertumbuhan yang lain akan terus dioptimalkan peranannya dalam mempercepat pertumbuhan ekonomi. APBN juga akan terus dioptimalkan peranannya sebagai shock absorber dalam rangka melindungi daya beli masyarakat dan menjaga stabilitas perekonomian.

Berita Terkait

BRI Salurkan Tunjangan Profesi Guru Non-ASN Seniliai Rp921,6 Miliar kepada Lebih dari 507 Ribu Penerima
Livin’ Berbagi, Inisiatif Sederhana Bank Mandiri Hadirkan Manfaat bagi Sesama
Keminveshil Jajaki Peluang Investasi Strategis dengan Azerbaijan
Telkom Raih “SOE In-House of The Year” di ALB Indonesia Law Awards 2026
Danantara Gelar DTIIF 2026, Dorong Inovasi Teknologi Indonesia
Indonesia–Azerbaijan Perkuat Kerja Sama Ekonomi dan Peluang Investasi
BRI Dukung Talenta Muda Siap Kerja Lewat Program Magang
Hutama Karya Dorong Ekonomi Sirkular, Sulap Sampah Plastik dan Minyak Jelantah Jadi Rupiah

Berita Terkait

Wednesday, 4 November 2026 - 13:46 WIB

BRI Salurkan Tunjangan Profesi Guru Non-ASN Seniliai Rp921,6 Miliar kepada Lebih dari 507 Ribu Penerima

Monday, 2 November 2026 - 18:11 WIB

Livin’ Berbagi, Inisiatif Sederhana Bank Mandiri Hadirkan Manfaat bagi Sesama

Monday, 2 November 2026 - 07:05 WIB

Keminveshil Jajaki Peluang Investasi Strategis dengan Azerbaijan

Friday, 30 October 2026 - 18:33 WIB

Telkom Raih “SOE In-House of The Year” di ALB Indonesia Law Awards 2026

Tuesday, 27 October 2026 - 08:27 WIB

Danantara Gelar DTIIF 2026, Dorong Inovasi Teknologi Indonesia

Berita Terbaru