daelpos.com – Di era di mana anak usia sekolah dasar (Generasi Alpha) sangat rentan terpapar konten digital yang tidak terfilter serta risiko adiksi game online, PT Pertamina (Persero) mengambil langkah preventif melalui program ICT Goes to School. Inisiatif ini merupakan bagian dari komitmen keberlanjutan perusahaan dalam mencetak generasi muda yang tidak hanya cakap teknologi, tetapi juga memiliki ketahanan (resilience) digital yang kuat.
Program yang dilaksanakan di SDN Kandangan II dan SD Kandangan III, Surabaya ini, melibatkan Perwira Pertamina Group dari fungsi Information, Communication & Technology (ICT). Fokus utama program ini adalah memberikan edukasi literasi digital bagi siswa kelas IV hingga VI—usia yang dinilai paling krusial dalam pembentukan kebiasaan berinternet.
Senior Vice President Enterprise Information Technology Pertamina (Persero), Yoke Susatyo, menegaskan bahwa aspek keberlanjutan sosial perusahaan dimulai dari perlindungan terhadap SDM masa depan.
“Keberhasilan transformasi digital bukan hanya soal kecanggihan sistem, tapi bagaimana kita memastikan teknologi tidak berdampak negatif pada kesehatan mental dan pola perilaku anak-anak. Di usia SD, mereka sangat rentan terpapar game secara berlebihan. Melalui program ini, kami ingin mengarahkan mereka agar melihat teknologi sebagai alat produktivitas, bukan sekadar hiburan yang melalaikan,” ujar Yoke.
Materi literasi yang disampaikan dirancang khusus untuk menjawab tantangan zaman, mencakup tiga pilar utama meliputi etika & produktivitas, sebagai langkah untuk mengalihkan fokus dari sekadar bermain game menjadi kreativitas digital. Pilar kedua fokus pada keamanan data, upaya melindungi identitas pribadi di platform digital sejak dini. Selanjutnya apek keseimbangan waktu, memberikan pemahaman tentang batasan penggunaan gawai demi kesehatan fisik dan mental.
VP Corporate Communication Pertamina Muhammad Baron menambahkan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG), khususnya pada pilar Sosial.
“Program ICT Goes to School adalah investasi sosial jangka panjang Pertamina. Kami menerapkan budaya keberlanjutan dengan memastikan bahwa kehadiran operasional kami memberikan dampak pada peningkatan kualitas hidup masyarakat, termasuk melindungi anak-anak dari risiko negatif dunia maya. Ini adalah bentuk tata kelola kepedulian sosial yang terukur,” jelas Baron.
Kegiatan ini diikuti oleh lebih dari 350 siswa yang berasa dari SDN Kandangan II dan SDN Kandangan III. Para siswa tidak hanya menyimak teori, tetapi juga terlibat dalam simulasi interaktif yang mengajarkan mereka cara membedakan konten yang bermanfaat dan yang merugikan.
Hima Kurniawan Arip Piyanto, S.Pd., Kepala Sekolah SDN Kandangan II, mengungkapkan urgensi kegiatan ini. Apalagi materi disampaikan dengan interaktif sehingga mudah diterima anak didik.
“Anak-anak zaman sekarang sangat sulit dipisahkan dari game. Kehadiran Pertamina membantu kami sebagai pendidik untuk memberikan perspektif dari sisi profesional TI bahwa teknologi itu luas dan harus digunakan secara bijak. Ini bantuan yang sangat relevan dengan kebutuhan sekolah saat ini,” ungkapnya.
Ketua kelas 6A SDN Kandangan III, Zulfatan Ibrahim Aufaraman, mengaku mendapatkan pandangan baru. “Dulu saya pikir komputer cuma buat main game. Ternyata bisa buat belajar banyak hal dan kita harus hati-hati kalau ada orang asing mengajak berinteraksi di internet. Seru sekali belajarnya!”
Melalui inisiatif ini, Pertamina berharap dapat terus menginspirasi korporasi lain untuk peduli terhadap literasi digital anak bangsa. Dengan memperkuat aspek sosial dan tata kelola melalui edukasi, Pertamina yakin dapat tumbuh bersama masyarakat yang cerdas, aman, dan berkelanjutan di era digital.








