Para Pionir di Tanah Timur: Kisah Transmigran yang Mengubah Merauke

Thursday, 22 January 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

daelpos.com – Mereka datang tanpa sorotan kamera. Meninggalkan kampung halaman, menembus jarak ribuan kilometer, dan bertahun-tahun hidup dalam keterbatasan. Namun dari tangan-tangan sederhana para transmigran inilah Merauke perlahan berubah, dari wilayah terpencil menjadi salah satu lumbung pangan nasional Indonesia.

“Sering kali transmigrasi hanya dipahami sebagai solusi kepadatan penduduk. Padahal, mereka adalah pioner pembangunan yang dengan keterbatasan mampu mengubah kawasan tertinggal menjadi embrio kota dan pusat ekonomi baru,” ungkap Anggota Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Papua, John Gluba Gebze dalam konferensi pers Kementerian Transmigrasi belum lama ini.

Mendengar hal tersebut, Menteri Transmigrasi M. Iftitah Sulaiman Suryanagara memberikan apresiasi. Mentrans menegaskan era transmigrasi hari ini bukan lagi sekadar memindahkan penduduk, melainkan membangun pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru yang inklusif, adil, dan berkelanjutan.

“Transmigrasi adalah tentang menyediakan lapangan kerja, pendapatan yang layak, dan memastikan tidak ada lagi masyarakat yang tertinggal atau miskin di negerinya sendiri,” ujar Menteri Iftitah.

Sebagai mantan Bupati Merauke 2 periode, John menyampaikan testimoni yang menggugah. Menurutnya, keberhasilan Merauke hari ini tidak dapat dilepaskan dari peran para transmigran yang sejak awal menjadi penggerak utama pembangunan wilayah.

John menilai para transmigran tidak hanya berjuang untuk memperbaiki kehidupan mereka sendiri, tetapi juga membangun daerah dengan ketekunan dan kearifan yang diwariskan secara turun-temurun. Tanpa bekal teori pengembangan wilayah, mereka mengaplikasikan apa yang disebut sebagai ilmu kampung, pengetahuan lokal tentang bertani, mengelola lahan, dan hidup berdampingan dengan alam.

“Negara ini dibangun oleh dua kekuatan besar, ilmu kampus dan ilmu kearifan. Para transmigran adalah contoh nyata bagaimana ilmu kearifan itu bekerja dan menghasilkan manfaat luar biasa,” tutur Tokoh Masyarakat Merauke.

See also  MUI Apresiasi Kapolri Bongkar Kasus Brigadir J Sampai Ke Akar

Hasil dari pengabdian panjang tersebut kini dapat dirasakan secara nyata. Kabupaten Merauke telah mencapai swasembada beras dan berbagai komoditas pangan lainnya. Keberhasilan inilah yang mendorong pemerintah menetapkan Merauke sebagai salah satu pusat Proyek Strategis Nasional (PSN) pangan.

John menegaskan, capaian tersebut merupakan keberhasilan yang lahir dari kerja senyap para pioner transmigrasi yang jarang tercatat dalam sejarah resmi, namun dampaknya sangat besar bagi ketahanan pangan nasional.

“Mereka membangun tanpa banyak bicara, tetapi hasilnya nyata. Dari tangan-tangan merekalah Merauke tumbuh menjadi lumbung pangan dan contoh keberhasilan pembangunan berbasis transmigrasi,” katanya.

Ke depan, Kementerian Transmigrasi bersama kementerian terkait terus mendorong pengembangan nilai tambah sektor transmigrasi dan pertanian. Salah satu langkah strategisnya adalah menghadirkan perguruan tinggi langsung di tengah masyarakat transmigrasi, agar ilmu pengetahuan dan teknologi dapat bersinergi dengan kearifan lokal.

“Transmigrasi bukan hanya tentang perpindahan penduduk, tetapi tentang membangun peradaban, memperkuat persatuan, dan memastikan pembangunan yang adil hingga ke pelosok negeri,” tutup John.

Berita Terkait

Kementerian PU Bentuk Balai Pengelolaan Dana Pengembangan Jalan Tol Perkuat Tata Kelola PNBP
Kurangi Risiko Gagal Panen, Kementerian PU Pompa Air ke 5 Hektare Sawah di Muaro Jambi
Dorong Tata Kelola yang Adaptif, HKA Raih Dua Penghargaan TOP GRC Awards 2026
Ajak Mahasiswa UMJ Jadi Pengusaha, Mendes Yandri Siapkan 49 Negara Tujuan Desa Ekspor
Mendale Berbenah, Kawasan Wisata Danau Lut Tawar Kini Makin Nyaman
Tamsil Linrung Sodorkan Solusi Netral Fiskal ke Menkeu
Pemerintah Tetapkan Pemenang Lelang 6 Wilayah Kerja Migas
BGN Perketat Tata Kelola Penerimaan Program MBG.
Tag :

Berita Terkait

Tuesday, 22 September 2026 - 22:17 WIB

Kurangi Risiko Gagal Panen, Kementerian PU Pompa Air ke 5 Hektare Sawah di Muaro Jambi

Monday, 21 September 2026 - 14:35 WIB

Dorong Tata Kelola yang Adaptif, HKA Raih Dua Penghargaan TOP GRC Awards 2026

Monday, 21 September 2026 - 14:05 WIB

Ajak Mahasiswa UMJ Jadi Pengusaha, Mendes Yandri Siapkan 49 Negara Tujuan Desa Ekspor

Sunday, 20 September 2026 - 17:26 WIB

Mendale Berbenah, Kawasan Wisata Danau Lut Tawar Kini Makin Nyaman

Sunday, 20 September 2026 - 00:29 WIB

Tamsil Linrung Sodorkan Solusi Netral Fiskal ke Menkeu

Berita Terbaru

News

Puluhan Anak TK Belajar Palestina Lewat Permainan Interaktif

Wednesday, 23 Sep 2026 - 07:03 WIB