UMKM Pertapreneur Aggregator Pertamina Gandeng Rutan Kebumen Berdayakan Warga Binaan

Friday, 30 January 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

daelpos.com — Komitmen PT Pertamina (Persero) dalam mendorong kesejahteraan masyarakat terus dikembangkan. Salah satunya, melalui Program Pertapreneur Aggregator (PAG) yang mendorong pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) binaan Pertamina untuk bersinergi dengan komunitas masyarakat.

Praktik baik yang saat ini mendapat perhatian adalah kolaborasi antara UMKM binaan Pertamina PT Agrominafiber Java Indonesia dengan Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Kebumen.

Direktur PT Agrominafiber Java Indonesia, Novita, menjelaskan bahwa pada program ini fokus pada pengolahan limbah pelepah pisang menjadi serat alami bernilai ekonomi tinggi dan ramah lingkungan.

“Serat pelepah pisang punya potensi besar untuk dikembangkan sebagai bahan baku industri kerajinan dan material berkelanjutan yang diminati pasar ekspor. Kami ingin warga binaan lembaga pemasyarakatan terlibat langsung dalam rantai produksi yang nyata dan bernilai,” jelas Novita.

Sebagai bentuk komitmen, Agrominafiber telah menyalurkan sekitar satu ton bahan baku ke Rutan Kebumen hanya dalam waktu satu minggu setelah pelatihan perdana. Ke depan, sekitar 30 persen kebutuhan bahan baku Agrominafiber yang mencapai 15 ton direncanakan dipasok dari hasil produksi warga binaan.

Kolaborasi ini ditinjau langsung oleh Asesor Pertapreneur Aggregator Pertamina yang melakukan kunjungan ke Rutan Kebumen pekan lalu, Senin (26/1). Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan program berjalan sesuai standar, berkelanjutan, serta memberikan manfaat jangka panjang baik dari sisi bisnis maupun dampak sosial.

Kepala Rutan Kelas IIB Kebumen, Pramu Sapta, menyampaikan bahwa meskipun kerja sama ini masih tergolong baru, respons yang muncul sudah sangat positif.

“Alhamdulillah, walaupun belum genap satu bulan, laporan dari jajaran menunjukkan perkembangan yang baik. Dari sisi mitra usaha juga melihat prospeknya menjanjikan, baik secara bisnis maupun dampak sosialnya,” ujarnya.

See also  Upaya Penguatan Sistem Kelistrikan Aceh Terus Berlanjut, Jalur Kedua Transmisi Arun – Bireuen Berhasil Beroperasi

Menurut Pramu, kehadiran Asesor Pertapreneur Aggregator Pertamina menjadi penguat bahwa program pembinaan kemandirian ini tidak berhenti pada pelatihan semata, tetapi diarahkan agar benar-benar berkelanjutan.

“Kami berharap program ini bisa menjadi bekal keterampilan bagi warga binaan, tidak hanya selama menjalani masa pidana, tetapi juga bermanfaat ketika warga binaan kembali ke masyarakat,” tambahnya.

Pada hasil pelatihan awal, menunjukkan perkembangan yang menggembirakan. Warga binaan telah mampu menghasilkan serat pelepah pisang dengan kualitas yang terus meningkat. Target produksi mencapai sekitar 3 ton per bulan. Saat ini, sekitar 60 persen produk telah memenuhi standar kualitas perusahaan, sementara sisanya masih dalam tahap penyempurnaan teknik.

Selama proses pendampingan, tim Agrominafiber memberikan bimbingan langsung, mulai dari teknik produksi, peningkatan kerapian produk, hingga pengelolaan bahan baku berbasis prinsip zero waste.

Asesor Pertapreneur Aggregator Pertamina Bima menilai, sinergi antara Agrominafiber dan Rutan Kebumen sebagai langkah strategis dalam menjaga kesinambungan produksi dan ketersediaan bahan baku.

“Kolaborasi ini sangat potensial. Selain memperkuat pasokan bahan baku, hasilnya juga bisa terlihat relatif cepat. Fokus pendampingan ke depan adalah pada kualitas dan ketepatan waktu produksi,” jelas Bima.

Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Muhammad Baron mengakui, Program ini merupakan hasil sinergi antara Rutan Kebumen PT Agrominafiber Java Indonesia dalam Program Pertapreneur Agregaotor. Fokus utama kerja sama diarahkan pada pemberdayaan warga binaan pemasyarakatan melalui pengolahan pelepah pisang menjadi serat alami ramah lingkungan yang memiliki nilai jual dan peluang pasar hingga skala global.

“Melalui pendampingan intensif selama enam bulan ke depan, Pertamina berharap model kolaborasi ini dapat menjadi contoh pengembangan UMKM berbasis agregasi yang tidak hanya berdaya saing secara bisnis, tetapi juga menghadirkan dampak sosial yang nyata dan berkelanjutan,” jelas Baron.

Berita Terkait

Pertamina Gandeng Kementerian ESDM dan SERUNI KMP, Buka Akses Air Bersih di Kampung Tambat Merauke
Seruni KMP Gelar Aksi Sosial di Merauke, Salurkan Bantuan Listrik hingga Alat Nelayan
Berbeda dengan Pulsa Seluler, Begini Cara Hitung Token Listrik Prabayar
Komisi XII DPR RI Apresiasi Kinerja PLN Nusantara Power UP Muara Tawar
PLN Berikan 3 Tips Kelistrikan Hadapi Cuaca Ekstrem
Bangun Budaya Keberlanjutan, Pertamina Gandeng Gen Z Sebar Energi Baik
Pertamina Luncurkan Stop Work Authority di Peringatan Bulan K3
ICONNET Berikan Diskon 75 Persen Untuk Pelanggan Terdampak Bencana Sumatera

Berita Terkait

Friday, 30 January 2026 - 20:19 WIB

UMKM Pertapreneur Aggregator Pertamina Gandeng Rutan Kebumen Berdayakan Warga Binaan

Wednesday, 28 January 2026 - 20:51 WIB

Pertamina Gandeng Kementerian ESDM dan SERUNI KMP, Buka Akses Air Bersih di Kampung Tambat Merauke

Tuesday, 27 January 2026 - 22:43 WIB

Seruni KMP Gelar Aksi Sosial di Merauke, Salurkan Bantuan Listrik hingga Alat Nelayan

Tuesday, 27 January 2026 - 17:04 WIB

Berbeda dengan Pulsa Seluler, Begini Cara Hitung Token Listrik Prabayar

Tuesday, 27 January 2026 - 11:40 WIB

Komisi XII DPR RI Apresiasi Kinerja PLN Nusantara Power UP Muara Tawar

Berita Terbaru

Nasional

Menteri Dody Pantau Penanganan Sungai Kuranji di Sumbar

Friday, 30 Jan 2026 - 20:13 WIB

Nasional

Menteri Dody Tinjau Tanggap Darurat Sungai Air Dingin di Padang

Friday, 30 Jan 2026 - 20:01 WIB