PLN EPI Perkuat Rantai Pasok Bioenergi, Gandeng Kalimantan Powerindo Dukung Ketahanan Energi

Friday, 3 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Direktur Utama PT Kalimantan Powerindo Rudy Gunawan (Kiri) dan Direktur Biomassa PT PLN Energi Primer Indonesia Hokkop Situngkir  (Kanan) melakukan penandatanganan  nota kesepahaman (MoU)  untuk pengembangan dan pengelolaan bioenergi  yang dilaksanakan pada Kamis (2/4) di Jakarta.

Direktur Utama PT Kalimantan Powerindo Rudy Gunawan (Kiri) dan Direktur Biomassa PT PLN Energi Primer Indonesia Hokkop Situngkir (Kanan) melakukan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) untuk pengembangan dan pengelolaan bioenergi yang dilaksanakan pada Kamis (2/4) di Jakarta.

 

daelpos.com  – PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) memperkuat strategi ketahanan energi nasional melalui pengembangan rantai pasok bioenergi yang terintegrasi. Komitmen ini ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dengan PT Kalimantan Powerindo untuk pengembangan dan pengelolaan bioenergi yang dilaksanakan pada Kamis (2/4) di Jakarta.

Direktur Biomassa PLN EPI Hokkop Situngkir mengatakan, biomassa menjadi komponen penting dalam menjaga keandalan pasokan energi sekaligus mendukung transisi menuju target net zero emission (NZE) 2060. PLN EPI, sebagai subholding energi primer, memiliki mandat memastikan ketersediaan energi yang tidak hanya andal, tetapi juga berkelanjutan.

“Penguatan ekosistem biomassa tidak bisa dilakukan secara parsial. Kita perlu kolaborasi dari hulu hingga hilir, mulai dari sumber pasok, pengolahan, logistik, hingga pemanfaatannya,” ujar Hokkop saat penandatanganan MoU.

Ia menambahkan, penguatan ekosistem biomassa membutuhkan pendekatan menyeluruh dari hulu ke hilir. PLN EPI mendorong integrasi rantai pasok melalui pengembangan skema hub dan sub-hub yang memungkinkan konsolidasi bahan baku, standarisasi kualitas, serta efisiensi distribusi ke pembangkit.

“Melalui pendekatan hub, kita tidak hanya mengamankan pasokan, tetapi juga menciptakan efisiensi logistik dan kepastian kualitas biomassa. Ini menjadi fondasi penting untuk memastikan keberlanjutan program cofiring di PLTU,” jelas Hokkop.

Lebih lanjut, Hokkop menekankan bahwa dinamika geopolitik global mendorong pentingnya diversifikasi energi berbasis sumber daya dalam negeri.

“Energi fosil ke depan akan menjadi buffer, sementara energi terbarukan seperti biomassa harus mulai kita dorong sebagai sumber utama. Di sinilah peran PLN EPI untuk memastikan kesiapan ekosistemnya,” tambahnya.

Direktur Utama PT Kalimantan Powerindo, Rudy Gunawan, mengatakan perusahaan sejak beberapa tahun terakhir telah mempersiapkan diri menyongsong ekosistem biomassa.

“Kerja sama ini semakin memotivasi kami untuk memperluas jejak dan berinovasi di sektor energi terbarukan. Inisiatif tersebut sejalan dengan visi dan misi perusahaan untuk berkontribusi pada transisi energi serta mendukung pencapaian Net Zero Emission,” ujar Rudy.

See also  Sambut Hari Kemerdekaan, Pertamina Umumkan 540 Mahasiswa Penerima Beasiswa Sobat Bumi

Rudy memaparkan bahwa Kalimantan berpeluang besar menjadi hub energi dan logistik biomassa. Di sekitar area PT Kalimantan Powerindo terdapat konsentrasi sumber energi dari tambang dan pabrik kelapa sawit yang berpotensi dimanfaatkan sebagai pasokan biomassa.

“Pemanfaatan limbah padat dari pengolahan kelapa sawit menyimpan potensi ekonomi dan lingkungan yang sangat besar, namun saat ini masih terfragmentasi. Pendekatan hub terintegrasi di Kalimantan Timur dapat mendorong pengembangan dan pengelolaan rantai pasok serta penerapan sistem transportasi efisien untuk pengumpulan, pengolahan, dan distribusi. Model ini akan meningkatkan nilai tambah (economic upscale), memperkuat ketahanan pasokan untuk memenuhi kebutuhan domestik dan ekspor, serta membuka peluang ekonomi lokal, menciptakan lapangan kerja, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar,” demikian Rudy menambahkan.

Melalui kerja sama ini, PLN EPI dan Kalimantan Powerindo akan menjajaki pengembangan biomass hub di Kalimantan Timur, termasuk pemanfaatan berbagai jenis bahan baku seperti cangkang sawit (palm kernel shell/PKS), empty fruit bunch (EFB), biomassa kayu, hingga bioCNG.

Kolaborasi ini diharapkan tidak hanya memperkuat pasokan untuk program cofiring PLTU, tetapi juga menjadi model pengembangan bioenergi terintegrasi yang dapat direplikasi di berbagai wilayah Indonesia.

Dengan sinergi ini, PLN EPI menegaskan perannya sebagai penggerak utama ekosistem bioenergi nasional mengubah potensi sumber daya lokal menjadi kekuatan strategis untuk ketahanan energi, sekaligus mempercepat langkah Indonesia menuju masa depan energi yang mandiri, dan berkelanjutan.

Berita Terkait

PLN Nusantara Power Resmikan HRS Merah Putih Muara Tawar, Perkuat Kemandirian Teknologi Hidrogen
Pengembangan Hydropower, 9,2 GW Proyek PLTA dan PLTM Masuk Tahapan Eksekusi
Cerita Perubahan dari Berbagai Daerah, Program TJSL PLN Hadirkan Manfaat bagi Masyarakat dan Lingkungan
Jaga Keamanan Ekosistem Digital, PLN Icon Plus Raih Indonesia Cyber Security Summit 2026
Penyempurnaan Fitur PGN Mobile, Pelanggan Bisa Catat Meter Mandiri Semakin Akurat
Berikan Pengalaman Kerja bagi Talenta Muda, Pertamina Terima 539 Peserta Internship 2026
Semangat Kemerdekaan, PLN Icon Plus Sumbagsel Perkuat Akses Pendidikan Digital bagi Anak Indonesia
Pertalite Bisa Dibatasi Akhir 2026, Motor Dipastikan Aman

Berita Terkait

Friday, 14 August 2026 - 17:28 WIB

PLN Nusantara Power Resmikan HRS Merah Putih Muara Tawar, Perkuat Kemandirian Teknologi Hidrogen

Friday, 14 August 2026 - 14:48 WIB

Pengembangan Hydropower, 9,2 GW Proyek PLTA dan PLTM Masuk Tahapan Eksekusi

Friday, 14 August 2026 - 14:41 WIB

Cerita Perubahan dari Berbagai Daerah, Program TJSL PLN Hadirkan Manfaat bagi Masyarakat dan Lingkungan

Friday, 14 August 2026 - 14:34 WIB

Jaga Keamanan Ekosistem Digital, PLN Icon Plus Raih Indonesia Cyber Security Summit 2026

Thursday, 13 August 2026 - 17:46 WIB

Penyempurnaan Fitur PGN Mobile, Pelanggan Bisa Catat Meter Mandiri Semakin Akurat

Berita Terbaru

Berita Terbaru

Investasi dan Hilirisasi Jadi Penggerak Ekonomi dan Kemandirian Nasional

Friday, 14 Aug 2026 - 17:34 WIB