daelpos.com – Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo meninjau langsung kawasan runtuhan tebing di Kecamatan Ketol, Kabupaten Aceh Tengah, Provinsi Aceh, Jumat (6/2). Kunjungan tersebut dilakukan sebagai tindak lanjut arahan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto agar penanganan bencana di Aceh Tengah dilakukan secara lebih komprehensif dan terintegrasi.
Dalam peninjauan tersebut, Menteri Dody menekankan bahwa penanganan tidak hanya difokuskan pada titik longsoran, tetapi juga pada faktor-faktor pemicu di sekitarnya, termasuk aliran air dan kondisi geologi kawasan.
“Saya hari ini spesifik berkunjung ke Aceh Tengah karena ada arahan dari Pak Presiden Prabowo melalui Pak Seskab agar penanganannya lebih bersifat komprehensif. Ada beberapa item yang akan kita kerjakan, mulai dari grouting, penanganan sungai, sampai penguatan di beberapa titik. Mesti kita lakukan penanganan cepat,” ujar Menteri Dody.
Berdasarkan hasil peninjauan lapangan, kawasan tersebut dinilai belum sepenuhnya aman. Masih terdapat pergerakan air di bawah permukaan tanah, yang berpotensi memperbesar runtuhan jika tidak segera ditangani.
“Saya minta pekerjaan fisiknya segera dilakukan, karena tadi saat kita meninjau, terasa ada getaran. Artinya area ini memang belum 100 persen secure. Di bawah ini masih ada pergerakan air dan itu harus kita hentikan,” tegas Menteri Dody.
Kementerian PU mencatat terdapat dua jalur jalan alternatif (detour) di sekitar lokasi. Jalur detour pertama dengan panjang sekitar 1,2 km, sementara jalur detour kedua mencapai sekitar 5,2 km. Menteri Dody menekankan pentingnya menjaga jalur detour pertama agar tidak mengalami kerusakan lanjutan.
“Kita punya detour kedua yang lebih panjang, tapi saya harapkan detour pertama ini tidak runtuh. Tinggal sekitar 80 meter lagi yang harus kita selamatkan, makanya saya arahkan agar pekerjaan bisa langsung dilakukan dengan cepat,” ujarnya.
Secara teknis, penanganan akan dilakukan oleh Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh, Direktorat Jenderal Bina Marga. Langkah yang dilakukan meliputi pengendalian aliran sungai agar tidak melimpas ke area longsoran, penanganan Sungai Pasangan, serta penutupan dan penguatan area gua yang terindikasi menjadi jalur masuknya air ke bawah jalan detour.
“Dari kajian bersama Kementerian PU dan Universitas Syiah Kuala, terindikasi ada sisipan air sungai yang masuk ke sini. Di dekat sungai kita akan tutup alirannya, lalu di antara gua dan jalan detour kita lakukan grouting supaya air tidak masuk dan tidak memperparah kondisi,” jelas Menteri Dody.
Selain itu, penguatan lereng di sekitar lokasi juga akan dilakukan untuk memastikan runtuhan tidak semakin melebar. Menteri Dody menegaskan percepatan penanganan menjadi sangat penting mengingat kawasan sekitar merupakan area perkebunan cabai berskala besar.
“Kalau ini sampai melebar lagi, akan muncul masalah baru, termasuk gangguan produksi pertanian dan potensi inflasi. Makanya saya minta ini dikerjakan cepat supaya runtuhan tidak semakin melebar,” katanya.
Kementerian PU akan terus melakukan pengamanan kawasan dan melaksanakan rencana penanganan secara bertahap dengan mengutamakan keselamatan, kualitas pekerjaan, dan keberlanjutan fungsi jalan serta kawasan sekitar.
“Jadi karena banyak pekerjaan, pasti akan perlu waktu. Namun harapannya memang segera selesai secepat-cepatnya, tapi kualitas harus tetap kita jaga. Supaya apapun yang kita kerjakan hari ini, dapat bertahan lama hingga di masa mendatang,” tandas Menteri Dody.








