Kementerian PU Perkuat Ketahanan Pangan di NTT melalui Jaringan Irigasi Air Tanah, Antisipasi Dampak El Nino

Saturday, 18 July 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

daelpos.com – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus memperkuat ketahanan pangan nasional melalui pembangunan Jaringan Irigasi Air Tanah (JIAT) di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Infrastruktur ini menjadi solusi penyediaan air irigasi bagi lahan pertanian di tengah ancaman fenomena El Nino yang diperkirakan menyebabkan musim kemarau lebih panjang dan penurunan curah hujan, terutama di wilayah NTT yang sejak lama dikenal memiliki kondisi iklim relatif kering.

Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo mengatakan keberadaan JIAT merupakan bagian dari strategi pemerintah menjaga produktivitas pertanian di daerah rawan kekeringan. Dengan memanfaatkan potensi air tanah secara berkelanjutan, petani tetap memiliki sumber air untuk bercocok tanam meski curah hujan menurun akibat El Nino.

Hal ini sejalan dengan upaya Kementerian PU memperkuat pengelolaan sumber daya air sebagai bagian dari mitigasi kekeringan nasional. Menurut Menteri Dody, pembangunan sumur JIAT harus diikuti dengan percepatan pembangunan jaringan irigasi tersier agar air dapat dimanfaatkan secara optimal oleh petani.

“Air ini harus kita hemat dan kelola dengan baik. Saya minta agar jaringan tersier segera dibangun, sehingga air tidak terbuang dan bisa menjangkau lebih banyak sawah secara efisien,” kata Menteri Dody.

Salah satu JIAT yang telah dibangun berada di Kelurahan Batuplat, Kecamatan Alak, Kota Kupang. Infrastruktur tersebut memiliki debit air 8 liter per detik dengan kedalaman sumur 57 meter dan mampu melayani lahan pertanian seluas sekitar 9 hektare. JIAT di Kupang dilengkapi dengan jaringan pipa sepanjang 1.000 meter, 13 box bagi, reservoir berkapasitas 50 meter kubik, serta memanfaatkan energi utama panel surya yang didukung listrik PLN sebagai cadangan.

Kepala Satuan Kerja NVT Air Tanah dan Air Baku Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Nusa Tenggara II Djoniur Doga mengatakan lokasi pembangunan JIAT ditetapkan berdasarkan usulan pemerintah daerah agar benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat. Pembangunan sumur dimulai pada September 2025 dan selesai pada Desember 2025 sebagai bagian dari Program Instruksi Presiden yang membangun 18 titik JIAT di NTT.

See also  Mendagri Tegas Soal Pencairan NPHD Pilkada

“Puji Tuhan kami memperoleh debit air sekitar 8 liter per detik dari kedalaman sumur 57 meter. Dukungan masyarakat juga sangat besar, bahkan ada warga yang menghibahkan lahannya untuk pemasangan panel surya dan rumah pompa sehingga pekerjaan dapat berjalan dengan baik,” ujar Djoniur.

Selain menyediakan air irigasi, JIAT juga dilengkapi fasilitas air bersih skala kecil bagi petani yang beraktivitas di sekitar lahan. Menurut Djoniur, penyediaan fasilitas tersebut merupakan arahan Direktorat Jenderal Sumber Daya Air agar petani tidak mengalami kesulitan memperoleh air bersih saat berada di area pertanian.

Djoniur menambahkan, tantangan berikutnya adalah meningkatkan efisiensi penggunaan air di tingkat petani. Menurutnya, pendampingan mengenai pola pemberian air sangat penting agar sumber air tanah yang telah dibangun dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan.

“Tanaman sebenarnya tidak membutuhkan air berlebihan. Yang terpenting adalah bagaimana air digunakan secara hemat dan tepat sesuai kebutuhan tanaman. Karena itu kami berharap ada pendampingan dari sektor pertanian agar pemanfaatan JIAT semakin optimal,” katanya.

Bagi para petani, keberadaan Jaringan Irigasi Air Tanah membawa perubahan nyata terhadap produktivitas pertanian. Salah seorang petani di Kelurahan Batuplat, Meike, mengaku sebelum adanya JIAT, kebutuhan air untuk lahannya hanya mengandalkan sumur gali sedalam sekitar 8 meter. Air diambil secara manual menggunakan ember untuk kemudian disiramkan ke tanaman, sehingga membutuhkan tenaga dan waktu yang besar.

 

Berita Terkait

Melayani Sepenuh Hati, Hutama Karya Ajak Pengguna Jalan Jaga Kebersihan Rest Area demi Kenyamanan Bersama
Menteri Dody Susuri 3,5 Km Kali Angke, Instruksikan Normalisasi dan Pelebaran Sungai untuk Kurangi Risiko Banjir
Hutama Karya Gaungkan Semangat Sumpah Pemuda di Empat Lokasi
Fotografer Thailand Raih Gelar Southeast Asia Open di The 17th Epson International Pano Awards
Kementerian PU Tangani Longsor, Jalan Tarutung–Sipirok Kembali Bisa Dilalui
Kementerian Transmigrasi Perkuat Program Trans Tuntas, 194 Bidang Tanah Transmigran di Satuan Permukiman (SP) 1 Padang Tarok Telah Bersertipikat
Kementerian PU Tingkatkan Penerapan Teknologi BIM pada Pembangunan Sekolah Rakyat Tahap II
Hutama Karya Perkuat Upaya Pencegahan Kecelakaan di Seluruh Ruas Tol, Ajak Pengguna Jalan Utamakan Keselamatan Berkendara

Berita Terkait

Saturday, 31 October 2026 - 18:17 WIB

Melayani Sepenuh Hati, Hutama Karya Ajak Pengguna Jalan Jaga Kebersihan Rest Area demi Kenyamanan Bersama

Friday, 30 October 2026 - 22:16 WIB

Menteri Dody Susuri 3,5 Km Kali Angke, Instruksikan Normalisasi dan Pelebaran Sungai untuk Kurangi Risiko Banjir

Friday, 30 October 2026 - 12:41 WIB

Hutama Karya Gaungkan Semangat Sumpah Pemuda di Empat Lokasi

Friday, 30 October 2026 - 10:32 WIB

Fotografer Thailand Raih Gelar Southeast Asia Open di The 17th Epson International Pano Awards

Friday, 30 October 2026 - 10:05 WIB

Kementerian PU Tangani Longsor, Jalan Tarutung–Sipirok Kembali Bisa Dilalui

Berita Terbaru