OJK: Kinerja Perbankan Diproyeksikan Tetap Solid pada Triwulan I 2026

Tuesday, 10 March 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ilustrasi / foto ist

ilustrasi / foto ist

daelpos.com – Kinerja industri perbankan nasional diproyeksikan tetap solid pada triwulan I 2026 meski di tengah tekanan global dan ekspektasi meningkatnya inflasi. Hal itu terungkap dalam hasil Survei Orientasi Bisnis Perbankan OJK (SBPO) yang dirilis oleh Otoritas Jasa Keuangan.

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae, mengatakan survei yang dilakukan pada Januari 2026 tersebut melibatkan 93 bank responden. Total aset bank yang disurvei mencakup sekitar 94,17 persen dari keseluruhan aset bank umum per Desember 2025.

“Hasil survei menunjukkan kinerja perbankan pada triwulan I 2026 diperkirakan tetap solid dengan risiko yang terjaga,” kata Dian dalam keterangan tertulis.

Optimisme tersebut tercermin dari Indeks Orientasi Bisnis Perbankan (IBP) triwulan I 2026 yang berada pada level 56 atau berada di zona optimistis. Angka ini mencerminkan keyakinan pelaku industri terhadap prospek pertumbuhan perbankan serta kemampuan bank dalam mengelola risiko.

Namun demikian, ekspektasi kondisi makroekonomi justru menunjukkan kecenderungan yang lebih berhati-hati. Indeks Ekspektasi Kondisi Makroekonomi (IKM) tercatat di level 45 atau masuk zona pesimistis. Penurunan indeks tersebut dipengaruhi proyeksi pelemahan nilai tukar dan kenaikan inflasi.

OJK mencatat tekanan inflasi pada awal tahun dipicu sejumlah faktor musiman seperti Ramadan, Idul Fitri, dan Tahun Baru Imlek yang biasanya mendorong kenaikan harga barang dan jasa. Selain itu, tidak berlanjutnya diskon tarif listrik yang sempat berlaku pada tahun sebelumnya juga memunculkan efek basis rendah (low base effect).

Nilai tukar rupiah juga diperkirakan menghadapi tekanan seiring meningkatnya ketegangan geopolitik global. Meski demikian, perekonomian domestik diproyeksikan tetap tumbuh dengan dukungan peningkatan konsumsi masyarakat pada awal tahun.

Dari sisi risiko, mayoritas responden menilai kondisi perbankan masih terkendali. Hal ini tercermin dari Indeks Persepsi Risiko (IPR) sebesar 57 atau berada pada zona optimistis. Kualitas kredit dinilai tetap terjaga, sementara posisi devisa netto bank berada pada level yang relatif rendah dengan aset valuta asing yang lebih besar dibandingkan kewajibannya.

See also  Menteri Basuki Saksikan Penandatanganan MOU antara Panitia Nasional Penyelenggara World Water Forum ke-10 dengan Mitra Sponsor

Risiko likuiditas juga diperkirakan tetap stabil. Hal ini didukung oleh proyeksi pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) serta alat likuid yang masih memadai. Dengan perkiraan pertumbuhan DPK yang lebih tinggi dibandingkan penyaluran kredit, arus kas bersih perbankan diproyeksikan meningkat pada triwulan pertama 2026.

Dari sisi kinerja, Indeks Ekspektasi Kinerja (IEK) tercatat sebesar 67 yang menunjukkan optimisme kuat terhadap pertumbuhan bisnis perbankan. Permintaan kredit diperkirakan meningkat seiring ekspansi yang dilakukan perbankan melalui pipeline pembiayaan yang tersedia.

Sektor industri pengolahan masih menjadi kontributor utama penyaluran kredit perbankan. Pada Januari 2026, kredit sektor tersebut tercatat tumbuh 6,60 persen secara tahunan dan diperkirakan tetap menjadi motor pertumbuhan kredit ke depan.

Dian mengatakan meskipun indikator perbankan saat ini relatif tangguh, pelaku industri tetap mewaspadai dinamika global yang berpotensi berlangsung dalam jangka panjang.

“Perbankan masih sangat membutuhkan ekosistem bisnis yang dinamis agar dapat tumbuh dengan baik,” ujarnya.

Dalam survei tersebut, OJK juga menghimpun pandangan industri terkait prospek ekonomi global dan domestik pada 2026 serta perkembangan kredit usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Pertumbuhan ekonomi global diperkirakan berlangsung moderat di tengah ketidakpastian dan ketegangan geopolitik yang meningkat.

Eskalasi konflik antara Amerika Serikat dan Iran, yang melibatkan serangan ke Teheran, turut menekan pasar keuangan global. Sejumlah pasar saham di Asia mengalami penurunan akibat aksi jual panik yang dipicu kekhawatiran terhadap dampak inflasi dan perlambatan ekonomi global.

Meski begitu, ekonomi Indonesia pada 2026 diperkirakan tetap tumbuh solid. Pertumbuhan tersebut didukung stimulus fiskal, kebijakan moneter yang akomodatif, serta konsumsi rumah tangga dan sektor manufaktur yang masih menjadi penggerak utama ekonomi nasional.

See also  Terminal Grogol Siap Hadapi Arus Mudik Lebaran 2023

Sebagian besar bank juga memperkirakan kredit UMKM akan terus meningkat pada triwulan I 2026, dengan porsi yang lebih besar terhadap total penyaluran kredit perbankan.

OJK sendiri melaksanakan SBPO setiap triwulan untuk memetakan arah perekonomian, persepsi risiko industri perbankan, serta kecenderungan bisnis perbankan pada periode mendatang. Indeks ini disusun dari tiga komponen utama, yakni Indeks Ekspektasi Kondisi Makroekonomi, Indeks Persepsi Risiko, dan Indeks Ekspektasi Kinerja.

Secara historis, OJK mencatat hasil survei tersebut cukup akurat dalam memprediksi arah sejumlah indikator makroekonomi maupun perkembangan industri perbankan di Indonesia.

Berita Terkait

Komitmen Membangun Talenta Berkelanjutan Antar Telkom Raih Lestari Award 2026
Kredit Tumbuh, Laba Bank Mandiri Tembus Rp30,4 Triliun
Bank Mandiri Perkokoh Tata Kelola demi Keandalan Ekosistem Digital, Komitmen Melayani Sepenuh Hati
RI-Swis Perkuat Hilirisasi Mineral, Rosan: Bukan Lagi Ekspor Bahan Mentah
Epson Perkuat Dominasi di Industri Tekstil Digital Lewat Printer Dye-Sublimation Generasi Terbaru SC-F20030
PT Astra International Tbk: Perkuat Desa Sejahtera Astra Sumba Timur melalui Pelestarian Tenun Ikat dan Pemberdayaan Perempuan
Hutama Karya Raih Indonesia Excellence Good Corporate Governance Award 2026
Bank Mandiri Perkuat Ketahanan Ekonomi Keluarga

Berita Terkait

Tuesday, 28 July 2026 - 17:24 WIB

Komitmen Membangun Talenta Berkelanjutan Antar Telkom Raih Lestari Award 2026

Thursday, 23 July 2026 - 18:17 WIB

Kredit Tumbuh, Laba Bank Mandiri Tembus Rp30,4 Triliun

Tuesday, 21 July 2026 - 10:40 WIB

Bank Mandiri Perkokoh Tata Kelola demi Keandalan Ekosistem Digital, Komitmen Melayani Sepenuh Hati

Friday, 17 July 2026 - 12:50 WIB

RI-Swis Perkuat Hilirisasi Mineral, Rosan: Bukan Lagi Ekspor Bahan Mentah

Wednesday, 8 July 2026 - 16:48 WIB

Epson Perkuat Dominasi di Industri Tekstil Digital Lewat Printer Dye-Sublimation Generasi Terbaru SC-F20030

Berita Terbaru

News

Purbaya Soal Bursa Gubernur BI: Saya Ikuti Arahan Presiden

Wednesday, 29 Jul 2026 - 12:58 WIB

News

DPD RI Desak Penertiban ODOL untuk Jaga Kualitas Jalan Daerah

Wednesday, 29 Jul 2026 - 08:23 WIB

Berita Terbaru

Kementerian PU Terus Perkuat Infrastruktur KSPEAN Wanam Merauke

Wednesday, 29 Jul 2026 - 00:01 WIB