daelpos.com – Direktur Utama PT Jasa Marga (Persero) Tbk Rivan A. Purwantono menyampaikan sebanyak 2.165.081 kendaraan telah kembali ke wilayah Jabotabek pada periode H-10 hingga H+4 Idulfitri 1447H/2026 atau 11–25 Maret 2026.
Angka tersebut merupakan akumulasi arus lalu lintas dari empat gerbang tol utama, yakni GT Cikampek Utama, GT Kalihurip Utama, GT Cikupa, dan GT Ciawi.
Rivan menjelaskan, jumlah tersebut setara 63,79% dari total proyeksi 3,39 juta kendaraan yang diperkirakan kembali ke Jabotabek selama periode 11–31 Maret 2026.
Distribusi lalu lintas didominasi dari arah Timur (Trans Jawa dan Bandung) sebanyak 967.121 kendaraan atau 44,7%. Disusul arah Barat (Merak) sebesar 666.567 kendaraan (30,8%), dan arah Selatan (Puncak) sebanyak 531.393 kendaraan (24,5%).
Dari arah Timur, kendaraan melalui GT Cikampek Utama tercatat 491.285 unit atau naik 18,1% dari kondisi normal. Sementara dari arah Bandung melalui GT Kalihurip Utama mencapai 475.836 kendaraan atau meningkat 0,7%.
Untuk arah Barat melalui GT Cikupa tercatat 666.567 kendaraan atau turun 3,3% dari normal. Sedangkan dari arah Selatan melalui GT Ciawi mencapai 531.393 kendaraan atau naik tipis 1,0%.
Pada H+4 Lebaran (25 Maret 2026), volume kendaraan yang kembali ke Jabotabek mencapai 206.243 kendaraan atau meningkat 55,8% dibandingkan kondisi normal. Lonjakan tertinggi terjadi di GT Cikampek Utama dengan 75.837 kendaraan atau naik 194,3%.
“Kami kembali mengingatkan masyarakat untuk memanfaatkan diskon tarif tol sebesar 30% yang berlaku di sembilan ruas strategis Jasa Marga Group mulai 26 hingga 27 Maret 2026 dengan skema perjalanan menerus,” ujar Rivan.
Ia menambahkan, kebijakan tersebut diharapkan mampu mendistribusikan arus lalu lintas secara lebih merata dan mengurangi kepadatan saat puncak arus balik.
Jasa Marga juga mengingatkan pengemudi kendaraan sumbu tiga atau lebih untuk mematuhi pembatasan operasional sesuai SKB yang berlaku pada periode 13–29 Maret 2026.
Selain itu, pengguna jalan diimbau memastikan kondisi kendaraan dan pengemudi dalam keadaan prima, kecukupan BBM dan saldo uang elektronik, serta mematuhi rambu dan arahan petugas demi kelancaran perjalanan arus balik Lebaran 2026.








