Antisipasi El Nino, DPRD Minta BUMD Pangan Jadi Penjaga Stabilitas Harga

Sunday, 19 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

daelpos.com – Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta, M Taufik Zoelkifli menilai, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI perlu memperkuat peran Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) pangan dalam menjaga stabilitas harga. Langkah ini dinilai krusial di tengah ancaman fenomena El Nino “Godzila” yang diprediksi berlangsung mulai pertengahan April hingga Oktober 2026.

Menurut Taufik, BUMD seperti Food Station tidak cukup hanya berfungsi sebagai pedagang beras. Lebih dari itu, BUMD pangan harus bertransformasi menjadi penjaga stabilitas harga (price stabilizer) di masyarakat.

“BUMD pangan jangan hanya jadi trader, tapi harus berperan sebagai pengendali harga agar tetap stabil di masyarakat,” ujar Taufik, Sabtu (18/4).

Ia menegaskan, langkah pertama yang perlu dilakukan adalah memperkuat cadangan pangan daerah. Namun, cadangan tersebut tidak boleh bersifat pasif, melainkan harus dikelola secara dinamis dan taktis.

“Cadangan pangan daerah harus aktif. Ketika harga naik, kita intervensi dengan melepas stok, dan saat harga turun kita tahan,” jelasnya.

Selain itu, Taufik mendorong adanya kontrak pasokan jangka menengah dengan daerah produsen. Menurutnya, skema ini penting agar Jakarta tidak bergantung pada mekanisme pasar sesaat (spot market), terutama saat terjadi kelangkaan.

Dengan adanya kontrak tersebut, pasokan beras dapat dipastikan bahkan sebelum masa panen tiba.

“Jadi sebelum panen, kita sudah punya kepastian pasokan melalui kerja sama dengan daerah produsen. Ini untuk menghindari rebutan barang di pasar saat kondisi krisis,” katanya.

Taufik juga menekankan pentingnya diversifikasi sumber pasokan pangan. Ia mengingatkan, Jakarta tidak boleh bergantung pada satu daerah produksi saja, melainkan harus memiliki alternatif pasokan dari berbagai wilayah.

“Kalau satu daerah mengalami gagal panen atau kekeringan, kita masih punya pasokan dari daerah lain,” ungkapnya.

See also  Pemprov DKI Fokus Penyelesaian Regulasi ERP

Di sisi hilir, distribusi pangan juga perlu diperkuat. Salah satunya melalui perluasan operasi pasar murah serta pemanfaatan sistem distribusi digital guna menekan spekulasi harga.

Pada akhirnya, Taufik menegaskan bahwa sistem pangan Jakarta harus bertransformasi dari yang bersifat reaktif menjadi lebih antisipatif dan adaptif.

“Jakarta tidak boleh hanya reaktif. Kita harus membangun sistem pangan yang antisipatif dan adaptif terhadap berbagai tantangan, termasuk El Nino,” tandasnya.

Berita Terkait

Jalan Nasional Padang–Solok Kembali Normal, Kementerian PU Lanjutkan Penanganan Pascabanjir Bandang
DPD RI, BRIN dan ICMI Siapkan Kajian RUU Kecerdasan Artifisial
Dukung Penanganan Karhutla di Berau, Kementerian PU Kerahkan Peralatan dan Pasokan Air
Pertamina Raih Posisi Puncak Fortune Indonesia 100 Gala 2026
Astra Raih Dua Penghargaan Fortune Indonesia 100 2026
BNI dan Pajakind Integrasikan Layanan Perbankan dan Perpajakan Digital bagi UMKM
Wamen Todotua Resmikan Bioethanol Development Center di Lampung
Tandatangani SKB 3 Menteri, Mendes Yandri Dorong Perempuan Jadi Subjek Pembangunan

Berita Terkait

Tuesday, 22 September 2026 - 22:18 WIB

Jalan Nasional Padang–Solok Kembali Normal, Kementerian PU Lanjutkan Penanganan Pascabanjir Bandang

Monday, 21 September 2026 - 18:27 WIB

DPD RI, BRIN dan ICMI Siapkan Kajian RUU Kecerdasan Artifisial

Monday, 21 September 2026 - 18:01 WIB

Dukung Penanganan Karhutla di Berau, Kementerian PU Kerahkan Peralatan dan Pasokan Air

Saturday, 19 September 2026 - 22:05 WIB

Pertamina Raih Posisi Puncak Fortune Indonesia 100 Gala 2026

Friday, 18 September 2026 - 17:01 WIB

Astra Raih Dua Penghargaan Fortune Indonesia 100 2026

Berita Terbaru