Peduli Ekosistem Pesisir, HKI Dukung Penanaman Mangrove di Pulau Payung

Wednesday, 22 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

daelpos.com – Dalam rangka memperingati HUT ke-11 PT Hutama Karya Infrastruktur serta menyambut Hari Bumi, HKI melaksanakan program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) melalui pemberian 150 bibit mangrove kepada Lembaga Pengembangan Potensi Pariwisata dan Konservasi Kelautan (LP3K2) Taman Nemo untuk ditanam di Pulau Payung, Kepulauan Seribu. Kegiatan ini dilaksanakan pada Sabtu (18/04) dan ditandai dengan penanaman mangrove secara simbolis oleh 20 perwakilan karyawan HKI.

Program ini merupakan wujud komitmen HKI dalam mendukung pelestarian lingkungan sekaligus memberikan kontribusi nyata terhadap keberlanjutan ekosistem pesisir. Inisiatif ini juga sejalan dengan penerapan prinsip environmental, social dan governance (ESG) perusahaan, khususnya pada aspek lingkungan, melalui upaya perlindungan ekosistem pesisir, dukungan terhadap aksi mitigasi perubahan iklim, serta penguatan kolaborasi dengan para pemangku kepentingan dalam menciptakan manfaat berkelanjutan.

Pelaksanaan program ini turut mendukung pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan (TPB/SDGs) khususnya TPB 14 – Ekosistem Lautan melalui upaya menjaga dan memulihkan ekosistem pesisir, termasuk membantu mengurangi abrasi; TPB 13 – Penanganan Perubahan Iklim, melalui kemampuan mangrove dalam menyerap dan menyimpan karbon dan penguatan ketahanan kawasan pesisir terhadap dampak perubahan iklim.

Pelaksanaan program ini sejalan dengan semangat HUT ke-11 HKI, yaitu Transformation through Collaboration, yang mencerminkan komitmen perusahaan untuk terus bertumbuh melalui kolaborasi yang menghadirkan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat dan lingkungan. Melalui kegiatan penanaman mangrove ini, HKI ingin menjadikan momentum peringatan hari jadi perusahaan tidak hanya sebagai ajang refleksi atas perjalanan perusahaan, tetapi juga sebagai penguatan komitmen terhadap tanggung jawab sosial dan lingkungan.

Sekretaris Perusahaan HKI, Philadelphia H.H.P., menyampaikan bahwa program ini merupakan bagian dari upaya perusahaan untuk menghadirkan inisiatif TJSL yang memberikan dampak nyata sekaligus memperkuat budaya keberlanjutan di lingkungan kerja. “Melalui program penanaman mangrove ini, HKI ingin memberikan kontribusi yang nyata bagi pelestarian lingkungan, khususnya di kawasan pesisir. Kegiatan yang melibatkan perwakilan karyawan ini juga menjadi bagian dari upaya perusahaan untuk meningkatkan keterlibatan insan HKI dalam program TJSL yang berdampak langsung bagi masyarakat dan lingkungan,” ujarnya.

See also  Kemenparekraf Proyeksi Perputaran Ekonomi Saat Libur Lebaran 2024 Capai Rp276,11 Triliun

Mangrove memiliki fungsi ekologis yang penting dalam menjaga keseimbangan kawasan pesisir, antara lain sebagai pelindung alami dari abrasi, penyerap emisi karbon, serta habitat bagi berbagai biota pesisir. Oleh karena itu, penanaman mangrove tidak hanya menjadi langkah konservasi lingkungan, tetapi juga bagian dari upaya mendukung ketahanan ekosistem pesisir secara jangka panjang.

Berkolaborasi dengan LP3K2 Taman Nemo, bibit mangrove yang telah diserahkan oleh HKI akan ditanam di kawasan pesisir Pulau Payung dan dipantau pertumbuhannya secara berkala setiap 3 (tiga) bulan. Melalui pendekatan kolaboratif ini, HKI berharap program yang dijalankan tidak berhenti pada kegiatan seremonial, melainkan mampu memberikan dampak yang terukur dan berkelanjutan terhadap rehabilitasi ekosistem pesisir di wilayah Kepulauan Seribu.

Ke depan, HKI akan terus berupaya menghadirkan berbagai program TJSL yang tidak hanya relevan dengan kebutuhan masyarakat, tetapi juga mendukung pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan perusahaa, penerapan prinsip ESG, serta pencapaian TPB. Dengan langkah tersebut, HKI berharap dapat terus memberikan nilai tambah bagi lingkungan, masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan seiring dengan perjalanan transformasi Perusahaan.

Berita Terkait

Kementerian PU Pastikan Sungai Barito Masih Bisa Dilalui Kapal
Kementerian PU Kembali Raih WTP, Pertahankan Opini BPK 7 Tahun Beruntun
Viva Yoga: Sebelum Ditempatkan Di Kawasan, Transmigran Wajib Mengikuti Pendidikan dan Pelatihan
Pascagempa NTT, Kementerian PU Percepat Penanganan Sanitasi Di Pengungsian
Warga Gaza Ceritakan Musim Panas yang Lebih Menakutkan dari Bom
Bidik Investasi Rp2.322 T pada 2027, Keminveshil/BKPM Genjot Perizinan
Investasi dan Hilirisasi Jadi Penggerak Ekonomi dan Kemandirian Nasional
JIAT Jadi Andalan Petani di Banjar Hadapi El Nino, Puluhan Hektare Lahan Terairi

Berita Terkait

Saturday, 22 August 2026 - 11:22 WIB

Kementerian PU Pastikan Sungai Barito Masih Bisa Dilalui Kapal

Friday, 21 August 2026 - 10:32 WIB

Kementerian PU Kembali Raih WTP, Pertahankan Opini BPK 7 Tahun Beruntun

Thursday, 20 August 2026 - 10:57 WIB

Viva Yoga: Sebelum Ditempatkan Di Kawasan, Transmigran Wajib Mengikuti Pendidikan dan Pelatihan

Wednesday, 19 August 2026 - 22:01 WIB

Pascagempa NTT, Kementerian PU Percepat Penanganan Sanitasi Di Pengungsian

Tuesday, 18 August 2026 - 10:32 WIB

Warga Gaza Ceritakan Musim Panas yang Lebih Menakutkan dari Bom

Berita Terbaru