PLN EPI Bangun Ekosistem Bioenergi untuk Perkuat Ketahanan Energi Nasional

Wednesday, 1 July 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Direktur Biomassa PLN EPI, Hokkop Situngkir memaparkan Potensi Biomassa Indonesia yang sangat besar mencapai sekitar 83,4 juta ton per tahun berasal dari limbah sawit, kehutanan, pertanian, perkebunan, hingga sampah perkotaan yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal.

Direktur Biomassa PLN EPI, Hokkop Situngkir memaparkan Potensi Biomassa Indonesia yang sangat besar mencapai sekitar 83,4 juta ton per tahun berasal dari limbah sawit, kehutanan, pertanian, perkebunan, hingga sampah perkotaan yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal.

daelpos.com – PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) menegaskan biomassa akan menjadi salah satu pilar utama dalam memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus mempercepat transisi menuju energi bersih. Melalui pengembangan ekosistem bioenergi yang terintegrasi dari hulu hingga hilir, biomassa tidak hanya dimanfaatkan sebagai substitusi sebagian batu bara pada pembangkit listrik tenaga uap (PLTU), tetapi juga mampu menciptakan nilai tambah ekonomi, membuka lapangan kerja hijau, serta mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya energi domestik. Hal tersebut disampaikan Direktur Biomassa PLN EPI Hokkop Situngkir dalam Symposium Energy di Institut Teknologi PLN (ITPLN), Jakarta.

Hokkop mengatakan biomassa merupakan solusi transisi energi yang dapat diterapkan secara cepat melalui program co-firing di PLTU. Melalui skema tersebut, sebagian penggunaan batu bara digantikan dengan biomassa yang berasal dari residu pertanian, perkebunan, kehutanan, hingga limbah perkotaan.

“Batu bara dapat disubstitusi dengan tandan kosong kelapa sawit, cangkang sawit, sekam padi, tongkol jagung, pelepah sawit, limbah kayu, hingga berbagai residu biomassa lainnya. Seluruh bahan tersebut diolah menjadi pelet biomassa untuk menggantikan sebagian penggunaan batu bara di PLTU,” ujar Hokkop.

Menurut Hokkop, Indonesia memiliki potensi biomassa yang sangat besar. Berdasarkan pemetaan PLN EPI, potensi biomassa yang layak dimanfaatkan mencapai sekitar 83,4 juta ton per tahun. Potensi tersebut tersebar di Sumatra sebesar 42,8 juta ton, Kalimantan 18,9 juta ton, Jawa 13,1 juta ton, Sulawesi 5,1 juta ton, Papua-Maluku 1,9 juta ton, serta Bali-Nusa Tenggara sekitar 1,5 juta ton. Potensi tersebut berasal dari limbah sawit, kehutanan, pertanian, perkebunan, hingga sampah perkotaan yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal.

Lebih lanjut Hokkop menjelaskan bahwa pengembangan biomassa tidak semata-mata bertujuan menggantikan sebagian konsumsi batu bara, tetapi juga membangun ekosistem bioenergi nasional yang melibatkan masyarakat sebagai bagian dari rantai pasok energi.

See also  Kementerian PU Pastikan Air Irigasi dari Waduk Kedungombo untuk Perkuat Ketahanan Pangan Nasional

“Bioenergi bukan hanya mengganti batu bara. Yang kami bangun adalah ekosistem bioenergi dari desa hingga pembangkit listrik. Di dalamnya ada petani, koperasi, pelaku usaha, hingga industri yang bersama-sama memperoleh nilai tambah dari pemanfaatan biomassa,” katanya.

Saat ini PLN telah mengimplementasikan program co-firing biomassa di 52 PLTU dengan total kapasitas mencapai 18.154 megawatt (MW). Untuk mendukung program tersebut dibutuhkan pasokan biomassa sekitar 9 juta ton per tahun yang akan dipenuhi secara bertahap melalui penguatan rantai pasok biomassa nasional. Selain biomassa padat, PLN EPI juga mengembangkan berbagai bentuk bioenergi lain seperti biochar , compressed biomethane gas (CBG), biohidrogen, hingga pemanfaatan sampah perkotaan menjadi bahan bakar alternatif pembangkit sebagai bagian dari diversifikasi energi primer.

Pemerintah pun terus mendorong pengembangan energi baru terbarukan melalui berbagai kebijakan. Dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025–2029, PLN menargetkan penambahan kapasitas pembangkit energi baru terbarukan sebesar 12,22 GW dengan kebutuhan investasi sekitar Rp1.682 triliun serta potensi penciptaan sekitar 760 ribu lapangan kerja hijau (green jobs) sebagai bagian dari percepatan transisi energi nasional.

Melalui pengembangan bioenergi, PLN EPI tidak hanya memperluas bauran energi primer nasional, tetapi juga membangun ekosistem energi yang lebih tangguh, berkelanjutan, dan berbasis sumber daya domestik. Kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, akademisi, masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan menjadi kunci untuk mengoptimalkan potensi biomassa Indonesia menjadi energi yang andal, memperkuat ketahanan energi nasional, sekaligus menciptakan nilai tambah ekonomi menuju Indonesia yang lebih hijau dan berkelanjutan.

Berita Terkait

Pertamina dan Pupuk Indonesia Jajaki Kolaborasi Strategis untuk Perkuat Ketahanan Energi dan Pangan Nasional
Jaga Daya Beli, Bahlil: Tarif Listrik Tidak Naik
Pertamina Tak Ubah pada Juli 2026, Pertalite Tetap Rp10.000 per Liter
Pertamina Perkuat Jaringan Distribusi, Pastikan Energi Hadir hingga Pelosok Negeri
PLN Nusantara Power Perkuat Konservasi Penyu, Jaga Warisan Keanekaragaman Hayati Pesisir Indonesia
Selamatkan Industri, Bahlil Turunkan Harga LNG Industri
PLN Icon Plus Perkuat Layanan Kesehatan di Wilayah Kepulauan melalui Iconnectivity for Humanity
Harga Minyak Turun, Pertamina Siap Turunkan BBM Bertahap
Tag :

Berita Terkait

Wednesday, 1 July 2026 - 18:44 WIB

Pertamina dan Pupuk Indonesia Jajaki Kolaborasi Strategis untuk Perkuat Ketahanan Energi dan Pangan Nasional

Wednesday, 1 July 2026 - 18:34 WIB

PLN EPI Bangun Ekosistem Bioenergi untuk Perkuat Ketahanan Energi Nasional

Wednesday, 1 July 2026 - 01:11 WIB

Jaga Daya Beli, Bahlil: Tarif Listrik Tidak Naik

Wednesday, 1 July 2026 - 01:04 WIB

Pertamina Tak Ubah pada Juli 2026, Pertalite Tetap Rp10.000 per Liter

Tuesday, 30 June 2026 - 18:07 WIB

Pertamina Perkuat Jaringan Distribusi, Pastikan Energi Hadir hingga Pelosok Negeri

Berita Terbaru

Berita Utama

Perjuangkan Pelestarian Aksara Kawi, LaNyalla Temui Fadli Zon

Wednesday, 1 Jul 2026 - 01:20 WIB