Pusat Bisnis Jadi Raja Baru Harga Tanah di Jakarta

Thursday, 2 July 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ilustrasi / foto ist

ilustrasi / foto ist

Peta properti Ibu Kota terus berubah. Kawasan pusat bisnis kini makin unjuk gigi dan berhasil menggeser pamor kawasan hunian mewah legendaris dalam urusan nilai tanah. Kalau dulu nama-nama kawasan elite identik dengan harga selangit, sekarang area bisnis justru tampil sebagai “raja baru” harga properti di Jakarta.

Fenomena ini bukan tanpa sebab. Lahan kosong di Jakarta makin langka, sementara aktivitas ekonomi terus menumpuk di titik-titik strategis. Kombinasi itulah yang membuat harga tanah di sejumlah kawasan bisnis melesat dari tahun ke tahun, bahkan meninggalkan kawasan hunian elite yang selama ini dianggap paling prestisius.

Singkatnya, di lokasi yang denyut bisnisnya kencang, harga tanah ikut berlari kencang. Bukan cuma karena alamatnya bergengsi, tapi juga karena kawasan tersebut menjadi pusat perkantoran, perdagangan, hingga investasi. Permintaan tinggi, stok lahan tipis—hasil akhirnya bisa ditebak: harga makin susah diajak kompromi.

Yang bikin geleng-geleng kepala, lonjakan harga tanah ini juga memunculkan pertanyaan klasik masyarakat urban: kalau harga tanahnya sudah setinggi itu, tabungan kita harus dikumpulkan sampai berapa lama dulu baru bisa kebeli satu meter di sana?

Kalau dihitung-hitung, bisa jadi bukan lagi soal menabung per bulan, tapi juga soal seberapa kuat menahan godaan checkout, ngopi cantik, sampai liburan dadakan. Sebab, untuk punya sebidang kecil di kawasan premium Jakarta, perjuangannya bisa setara maraton finansial—napas harus panjang, niat harus tebal, dan saldo jangan gampang goyah.

Satu hal yang pasti, perkembangan kawasan pusat bisnis menunjukkan bahwa nilai properti Jakarta terus bergerak mengikuti arah ekonomi. Dan buat masyarakat biasa, melihat harga tanah di kawasan elite sekarang rasanya mirip lihat menu restoran fine dining: menarik, bikin penasaran, tapi ujung-ujungnya cuma bisa bilang, “Wah… mungkin nanti.”

See also  Jokowi Ajak Santri Berkontribusi bagi Kemajuan Negara

Berita Terkait

Kementerian PU Pastikan Sungai Barito Masih Bisa Dilalui Kapal
Kementerian PU Kembali Raih WTP, Pertahankan Opini BPK 7 Tahun Beruntun
Viva Yoga: Sebelum Ditempatkan Di Kawasan, Transmigran Wajib Mengikuti Pendidikan dan Pelatihan
Pascagempa NTT, Kementerian PU Percepat Penanganan Sanitasi Di Pengungsian
Warga Gaza Ceritakan Musim Panas yang Lebih Menakutkan dari Bom
Bidik Investasi Rp2.322 T pada 2027, Keminveshil/BKPM Genjot Perizinan
Investasi dan Hilirisasi Jadi Penggerak Ekonomi dan Kemandirian Nasional
JIAT Jadi Andalan Petani di Banjar Hadapi El Nino, Puluhan Hektare Lahan Terairi

Berita Terkait

Saturday, 22 August 2026 - 11:22 WIB

Kementerian PU Pastikan Sungai Barito Masih Bisa Dilalui Kapal

Friday, 21 August 2026 - 10:32 WIB

Kementerian PU Kembali Raih WTP, Pertahankan Opini BPK 7 Tahun Beruntun

Thursday, 20 August 2026 - 10:57 WIB

Viva Yoga: Sebelum Ditempatkan Di Kawasan, Transmigran Wajib Mengikuti Pendidikan dan Pelatihan

Wednesday, 19 August 2026 - 22:01 WIB

Pascagempa NTT, Kementerian PU Percepat Penanganan Sanitasi Di Pengungsian

Tuesday, 18 August 2026 - 10:32 WIB

Warga Gaza Ceritakan Musim Panas yang Lebih Menakutkan dari Bom

Berita Terbaru

Berita Terbaru

Kementerian PU Pastikan Sungai Barito Masih Bisa Dilalui Kapal

Saturday, 22 Aug 2026 - 11:22 WIB