Menteri Rosan: Ekosistem Baterai RI Makin Lengkap, Autoclave HPAL Terpasang

Friday, 24 July 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

daelpos.com – Pemerintah melalui Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM terus memperkuat pengembangan hilirisasi mineral sebagai bagian dari transformasi ekonomi nasional. Salah satu langkah strategis tersebut ditandai dengan kedatangan autoclave, peralatan utama proyek High Pressure Acid Leaching (HPAL) Sambalagi di Morowali, Sulawesi Tengah (22/7) yang menjadi bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN) pengembangan industri nikel terintegrasi.

Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Rosan Perkasa Roeslani mengatakan, proyek HPAL Sambalagi menjadi bukti bahwa hilirisasi Indonesia kini memasuki tahap yang lebih maju, tidak hanya menciptakan nilai tambah mineral, tetapi juga membangun ekosistem industri baterai kendaraan listrik yang terintegrasi, berdaya saing, dan berkelanjutan.

“Sambalagi HPAL menetapkan standar baru, bukan sekadar mengikuti standar yang sudah ada. Proyek ini adalah bukti nyata bahwa kolaborasi Indonesia, Korea Selatan, dan Tiongkok dapat berjalan selaras dengan kepentingan nasional, yaitu membangun kedaulatan sumber daya, membuka lapangan kerja, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujar Menteri Rosan.

Autoclave berkapasitas 1.268 m³ tersebut merupakan generasi terbaru dan, berdasarkan data GEM Co., Ltd. selaku pelaksana konstruksi, merupakan unit dengan kapasitas terbesar yang pernah diterapkan pada fasilitas HPAL. Proyek HPAL Sambalagi dikembangkan oleh PT Bahodopi Nickel Smelting Indonesia (BNSI), kerja sama PT Vale Indonesia Tbk, GEM Co. Ltd. (Tiongkok), dan EcoPro (Korea Selatan). Berlokasi di Indonesia Green Industrial Park (IGIP), Morowali, proyek ini akan mengolah bijih limonit menjadi Mixed Hydroxide Precipitate (MHP) sebagai bahan baku utama industri baterai kendaraan listrik, dengan kapasitas produksi sekitar 90.000 ton kandungan nikel per tahun. Proyek ini diproyeksikan menyerap sekitar 6.000 tenaga kerja pada masa konstruksi dan sekitar 3.600 tenaga kerja pada masa operasional, mencakup kegiatan penambangan dan fasilitas pengolahan.

See also  Sri Mulyani: Ekonomi Syariah Jadikan Indonesia Role Model Dunia Muslim

Menteri Rosan menegaskan, pembangunan fasilitas tersebut merupakan bagian dari strategi pemerintah untuk melengkapi rantai nilai industri nikel nasional, mulai dari produksi MHP, nickel sulfate, precursor, cathode active material, hingga baterai kendaraan listrik. Dengan demikian, Indonesia tidak lagi hanya menjadi pengekspor bahan mentah, tetapi menjadi pemain penting dalam rantai pasok global kendaraan listrik. “Klaster industri hijau sudah kita rancang dari hulu ke hilir, dan HPAL adalah gerbang pertamanya,” ujarnya.

Selain menghasilkan nilai tambah, proyek ini juga dirancang mengedepankan prinsip keberlanjutan. Dirancang menuju Net Zero Emissions sejak tahap perencanaan, fasilitas HPAL akan memanfaatkan sistem waste heat recovery dan energi surya untuk mendukung operasional rendah karbon, sejalan dengan target transisi menuju industri hijau.

Pemerintah juga mengapresiasi komitmen perusahaan dalam memberikan manfaat langsung kepada masyarakat melalui pembangunan infrastruktur, pengembangan fasilitas sosial, pelatihan tenaga kerja lokal, serta pembangunan HPAL Research Center yang diharapkan dapat memperkuat kemandirian teknologi nasional. Seluruh inovasi yang dihasilkan akan dipatenkan di Indonesia. Program pengembangan sumber daya manusia juga mencakup beasiswa bidang metalurgi bagi talenta Indonesia dan kerja sama laboratorium riset dengan perguruan tinggi dalam negeri.

“Hari ini kita memang menyambut kedatangan autoclave di HPAL Sambalagi. Namun, yang sesungguhnya sedang kita bangun bukan hanya sebuah fasilitas industri. Kita sedang membangun ekosistem hilirisasi yang lengkap dan masa depan yang lebih baik bagi masyarakat Sulawesi Tengah dan Indonesia. Inilah makna sesungguhnya dari hilirisasi, yaitu menciptakan nilai, menciptakan kesempatan, dan menciptakan harapan,” tutup Menteri Rosan.(*)

Berita Terkait

Penanganan Darurat di Bendung Karet Welahan Bum Jepara Jaga Pasokan Air Irigasi
Mendes Hadiri Peringatan Hari Anti Narkotika Internasional, Komitmen Wujudkan Desa Bersinar
Komisi VI DPR RI Tinjau Huntara Aceh Tamiang dan Jalan Tol Binjai–Langsa, Dorong Percepatan Pemulihan Pascabencana dan Pembangunan Koridor Strategis
Kemendes PDT Gandeng PT. Mojo Indonesia Raya Pangkas Pengangguran di Desa
Pramono Siapkan Obligasi Daerah Rp3,5 Triliun
Prabowo Tunjuk Sudaryono Pimpin BGN
Kementerian PU Siap Dukung Infrastruktur Kawasan Industri Mobil Nasional di Subang
Presiden Prabowo: Seluruh Pelayanan yang Memungkinkan Harus Tersedia Secara Digital

Berita Terkait

Friday, 24 July 2026 - 09:58 WIB

Penanganan Darurat di Bendung Karet Welahan Bum Jepara Jaga Pasokan Air Irigasi

Friday, 24 July 2026 - 09:47 WIB

Menteri Rosan: Ekosistem Baterai RI Makin Lengkap, Autoclave HPAL Terpasang

Thursday, 23 July 2026 - 17:08 WIB

Mendes Hadiri Peringatan Hari Anti Narkotika Internasional, Komitmen Wujudkan Desa Bersinar

Thursday, 23 July 2026 - 17:01 WIB

Komisi VI DPR RI Tinjau Huntara Aceh Tamiang dan Jalan Tol Binjai–Langsa, Dorong Percepatan Pemulihan Pascabencana dan Pembangunan Koridor Strategis

Wednesday, 22 July 2026 - 19:32 WIB

Kemendes PDT Gandeng PT. Mojo Indonesia Raya Pangkas Pengangguran di Desa

Berita Terbaru

Olahraga

SEA V Cup 2026 Leg 2 Indonesia Siap Tampil Melawan Filipina

Friday, 24 Jul 2026 - 10:03 WIB