Pramono Siapkan Obligasi Daerah Rp3,5 Triliun

Wednesday, 22 July 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

foto ist

foto ist

daelpos.com – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memastikan rencana penerbitan obligasi daerah senilai Rp3,5 triliun bukan karena keuangan Ibu Kota sedang bermasalah. Justru sebaliknya, langkah tersebut ditempuh untuk membuat pengelolaan keuangan Jakarta semakin sehat, transparan, dan modern.

Obligasi daerah itu akan diterbitkan pada 2027 dengan tenor tujuh tahun sebagai salah satu skema creative financing guna membiayai berbagai proyek pelayanan publik.

“Keuangan Jakarta itu jauh lebih sehat dan transparan,” ujar Pramono dalam acara Jakarta Budget Talks bertema Menavigasi APBD Jakarta: Perkuat Kinerja, Kepentingan Publik Terjaga di Balairung Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (22/7).

Pramono menjelaskan, penerbitan obligasi menjadi solusi pembiayaan alternatif di tengah adanya penyesuaian Dana Bagi Hasil (DBH). Menurutnya, Jakarta tidak ingin hanya bergantung pada sumber pendapatan konvensional, tetapi mulai mengoptimalkan instrumen pembiayaan yang lebih inovatif.

“Walaupun ada pemotongan DBH, kita melakukan creative financing supaya keuangan Jakarta itu jauh lebih sehat dan transparan, terbuka. Maka kenapa kemudian tenornya itu tujuh tahun dan dilakukan secara transparan,” jelasnya.

Mantan Sekretaris Kabinet itu optimistis, jika skema obligasi daerah berjalan sukses, Jakarta bisa menjadi pionir bagi pemerintah daerah lain dalam mengembangkan pembiayaan pembangunan.

“Kalau ini berhasil dan kemudian menjadi instrumen creative financing, saya yakin ini bisa di-copy di daerah-daerah lain dan itu menjadi hal yang baik,” katanya.

Terkait besaran kupon atau bunga yang akan diberikan kepada investor, Pramono menegaskan seluruh perhitungannya telah disiapkan agar tetap aman bagi kondisi APBD Jakarta.

Ia memastikan kemampuan fiskal Pemprov DKI tetap kuat untuk memenuhi seluruh kewajiban pembayaran obligasi tersebut.

“Mengenai nanti berapa bunga pembayaran dan sebagainya, tapi intinya Jakarta pasti sanggup,” tandas Pramono.

See also  Kemendagri Dorong Pemda Beri Insentif Bagi Tenaga Kesehatan

Penerbitan obligasi daerah senilai Rp3,5 triliun ini diharapkan menjadi sumber pembiayaan baru bagi berbagai proyek pelayanan publik sekaligus memperkuat fleksibilitas fiskal Jakarta tanpa mengganggu kesehatan keuangan daerah.

Berita Terkait

Bank Mandiri Raih Penghargaan CX100, Dinobatkan sebagai BUMN dengan Layanan Terbaik
Kementerian PU Salurkan 20.000 Liter Bantuan Air untuk Penanganan Karhutla dan Krisis Air Bersih di Kota Tarakan
Di Forum Global OECD Paris, Indonesia Paparkan Strategi Penyederhanaan Birokrasi
Kemendes Siap Kolaborasi Lintas K/L Wujudkan Indonesia Emas 2045 Lewat Pemberdayaan
Kementerian PU Tangani Dampak Banjir pada Sejumlah SPAM di Kota Padang, Pemulihan Layanan Air Minum Jadi Prioritas
Tiongkok Usulkan Pusat Riset Padi Bersama di Merauke, Iftitah: Kita Konkretkan Kerja Samanya
53 JIAT Kementerian PU Dukung Ketersediaan Air bagi 1.307 Hektare Sawah di Indramayu
Mitigasi Galodo di Solok, Kementerian PU Pasang 3 Titik Early Warning System dan Siapkan 2 Sabo Dam Sungai Batang Baliang

Berita Terkait

Friday, 16 October 2026 - 09:21 WIB

Bank Mandiri Raih Penghargaan CX100, Dinobatkan sebagai BUMN dengan Layanan Terbaik

Friday, 16 October 2026 - 06:37 WIB

Kementerian PU Salurkan 20.000 Liter Bantuan Air untuk Penanganan Karhutla dan Krisis Air Bersih di Kota Tarakan

Thursday, 15 October 2026 - 08:15 WIB

Di Forum Global OECD Paris, Indonesia Paparkan Strategi Penyederhanaan Birokrasi

Thursday, 15 October 2026 - 08:07 WIB

Kemendes Siap Kolaborasi Lintas K/L Wujudkan Indonesia Emas 2045 Lewat Pemberdayaan

Thursday, 15 October 2026 - 08:04 WIB

Kementerian PU Tangani Dampak Banjir pada Sejumlah SPAM di Kota Padang, Pemulihan Layanan Air Minum Jadi Prioritas

Berita Terbaru