Tinjau Longsor di Nias, Menteri Dody: Tangani Secara Komprehensif Agar Tidak Berulang

Sunday, 2 August 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

daelpos.com – Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo menegaskan penanganan ruas Jalan Nasional Tetehosi – Lahusa yang merupakan bagian dari ruas Jalan Nasional Gunung Sitoli – Teluk Dalam – Lolowau di Pulau Nias, Sumatera Utara, tidak cukup dilakukan dengan perbaikan titik longsor semata, tetapi harus menyelesaikan akar persoalan yang menyebabkan kerusakan terus berulang.

Saat meninjau langsung lokasi pada Sabtu (1/8/2026), Menteri Dody meminta penanganan dilakukan secara menyeluruh melalui kajian teknis mendalam terhadap kondisi geologi, sistem drainase, serta pergerakan air bawah permukaan sehingga solusi yang diterapkan dapat memberikan ketahanan jangka panjang.

Ruas Jalan Gunung Sitoli – Teluk Dalam – Lolowau sepanjang kurang lebih 41 kilometer merupakan jalur strategis yang menghubungkan wilayah Nias dengan Nias Selatan. Jalan nasional tersebut menjadi urat nadi mobilitas masyarakat, distribusi logistik, pelayanan kesehatan, pendidikan, hingga aktivitas perekonomian antarkawasan. Namun tingginya curah hujan, kondisi topografi perbukitan, serta sistem drainase yang belum optimal menyebabkan sejumlah titik di ruas tersebut rentan mengalami longsor dan genangan yang mengganggu kelancaran lalu lintas.

Dalam peninjauan tersebut, Menteri Dody menilai penyebab utama kerusakan tidak hanya berasal dari lereng yang longsor, tetapi juga dipicu oleh aliran air yang terus menggerus lapisan tanah di bawah badan jalan. Karena itu, sebelum dilakukan penanganan permanen, Kementerian PU akan melakukan investigasi teknis untuk mengetahui karakteristik tanah, kedalaman lapisan resapan air, hingga pola aliran air bawah permukaan sebagai dasar penyusunan desain penanganan.

“Harapan saya penanganannya lebih komprehensif. Kita cek dulu lebih mendalam baru kita tangani. Harus diketahui dulu bagaimana kondisi resapan airnya sehingga solusi yang dibangun benar-benar menyelesaikan persoalan,” kata Menteri Dody.

See also  Satu Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran, Program Unggulan Kementrans Derivatif Dari Asta Cita

Hasil investigasi tersebut akan menjadi dasar penentuan metode penanganan yang paling efektif, mulai dari pembangunan struktur penahan lereng, perbaikan sistem drainase permukaan dan bawah permukaan, penguatan badan jalan, hingga pengendalian aliran air yang selama ini menjadi pemicu gerusan tanah. Penanganan juga akan disesuaikan dengan karakteristik setiap lokasi sehingga tidak hanya bersifat tambal sulam, tetapi mampu meningkatkan ketahanan infrastruktur terhadap potensi bencana hidrometeorologi.

Sebagai langkah awal, Kementerian PU telah memulai penanganan pada titik-titik prioritas agar akses masyarakat tetap dapat dilalui dengan aman. Secara paralel, Kementerian PU juga akan memperbaiki saluran drainase di sisi kanan dan kiri jalan serta membangun gorong-gorong tambahan pada lokasi yang diperlukan untuk mengurangi volume air yang masuk ke badan jalan.

Menteri Dody juga mengajak masyarakat untuk turut menjaga fungsi infrastruktur yang telah dibangun, khususnya dengan tidak menutup saluran drainase maupun gorong-gorong di sepanjang jalan serta tidak membuang sampah pada saluran drainase. Menurut Menteri Dody, banyak genangan dan kerusakan jalan dipicu oleh saluran air yang tersumbat atau tertutup sehingga aliran air melimpas ke badan jalan dan mempercepat kerusakan infrastruktur.

Penanganan ruas Gunung Sitoli – Teluk Dalam – Lolowau merupakan bagian dari komitmen Kementerian PU dalam menjaga kemantapan jalan nasional dan memperkuat konektivitas antarwilayah di Pulau Nias. Infrastruktur jalan yang andal diharapkan mampu menjamin kelancaran mobilitas masyarakat, menekan biaya logistik, meningkatkan akses terhadap layanan dasar, sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi daerah sejalan dengan Visi PU 608. (#PU608)

Berita Terkait

Banjir Aceh Tenggara, Menteri PU Siapkan Solusi Flyover di Jembatan Kuning
Kemendes Gandeng Pemerintah Malaysia untuk Genjot Pembangunan Desa
Fokus Peningkatan Kualitas Konsultan, IATPI dan INKINDO DKI Jakarta Sepakati MOU Strategis
Gagas PLTS Tanpa Modal Besar, Mahasiswa Kembar Ini Sabet Penghargaan
BULD DPD RI Dorong Revisi UU Kebencanaan melalui Evaluasi Perda
Dari Produk Lokal ke Pasar Lebih Luas, UMKM Aceh Tumbuh Bersama Rumah BUMN Pertamina
Tiga Jembatan Permanen Aceh Pulih, Perkuat Konektivitas di Lintas Timur
HKI Raih Predikat “Good”, Bukti Komitmen Perkuat Tata Kelola

Berita Terkait

Friday, 18 September 2026 - 08:11 WIB

Banjir Aceh Tenggara, Menteri PU Siapkan Solusi Flyover di Jembatan Kuning

Friday, 18 September 2026 - 06:47 WIB

Kemendes Gandeng Pemerintah Malaysia untuk Genjot Pembangunan Desa

Friday, 18 September 2026 - 06:40 WIB

Fokus Peningkatan Kualitas Konsultan, IATPI dan INKINDO DKI Jakarta Sepakati MOU Strategis

Thursday, 17 September 2026 - 17:10 WIB

Gagas PLTS Tanpa Modal Besar, Mahasiswa Kembar Ini Sabet Penghargaan

Thursday, 17 September 2026 - 14:29 WIB

BULD DPD RI Dorong Revisi UU Kebencanaan melalui Evaluasi Perda

Berita Terbaru

Foto Dok Astra

Berita Terbaru

Astra Raih Dua Penghargaan Fortune Indonesia 100 2026

Friday, 18 Sep 2026 - 17:01 WIB

foto istimewa

Berita Utama

BGN Perketat Tata Kelola Penerimaan Program MBG.

Friday, 18 Sep 2026 - 15:44 WIB