Kampus Bukan Menara Gading: Tim Ekspedisi Patriot 2026 Hadirkan Solusi Nyata bagi Kawasan Transmigrasi

Sunday, 2 August 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

daelpos.com – Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Prof. Dr. Fauzan, M.Pd. menegaskan perguruan tinggi tidak boleh lagi memposisikan diri berada di dalam menara gading yang terisolasi dari realitas sosial. Menurutnya, pengalaman berada di tengah masyarakat akan melahirkan solusi yang jauh lebih berdampak dibandingkan hanya berorientasi pada kompetisi antar-institusi.

Hal ini disampaikan Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Prof. Dr. Fauzan, M.Pd. ketika memberikan pengarahan pada Pelepasan Tim Ekspedisi Patriot 2026 di Jakarta pada Rabu (29/7) di depan 1.476 peserta Tim Ekspedisi Patriot 2026.

“Perguruan tinggi tidak boleh lagi memposisikan diri di dalam menara gading. Makna kampus bukan tembok besar yang disekat-sekat, melainkan kehidupan masyarakat itu sendiri. Kami siap menekan tombol konsorsium perguruan tinggi di daerah untuk membantu Pak Menteri Transmigrasi menyelesaikan masalah spesifik di kawasan transmigrasi,” ujarnya.

Ia menegaskan langkah ini dilaksanakan melalui paradigma baru bertajuk Perguruan Tinggi Berdampak yang menempatkan ekosistem akademis sebagai solusi langsung atas tantangan riil di masyarakat. Melalui program ini, akademisi dan pakar perguruan tinggi diterjunkan langsung ke berbagai kawasan transmigrasi melalui Konsorsium Perguruan Tinggi untuk melakukan identifikasi potensi, memetakan tantangan lokal, serta memberikan penanganan berbasis riset empiris dan ilmu pengetahuan.

Wamen Fauzan menambahkan potensi ekosistem pendidikan tinggi merupakan kekuatan dahsyat yang harus diintegrasikan dalam jaringan kolaborasi lintas institusi secara inklusif.

“Bapak dan Ibu sekalian, di Indonesia ada kurang lebih sekitar 4.460 perguruan tinggi. Kemudian ada 303.067 dosen dan 9.967.487 mahasiswa. Ini adalah SDM unggul,” ungkap Prof. Fauzan.

Program Tim Ekspedisi Patriot 2026 ini diharapkan melahirkan inovasi, rekomendasi kebijakan, serta model pemberdayaan masyarakat yang mampu mempercepat pembangunan kawasan transmigrasi sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan. Kehadiran para patriot diharapkan menjadi jembatan antara ilmu pengetahuan, teknologi, dan kebutuhan nyata masyarakat di lapangan sebagai fondasi menuju Indonesia Maju.

See also  Turun Langsung, Dirut Pertamina Pastikan Penanganan di Kilang Balongan

Berita Terkait

Prabowo Saksikan Penyelamatan Rp13,24 Triliun dan 259 Ribu Hektare Hutan
Bappisus Bakal Bersihkan 532 Lapas dan Rutan
Guru Besar ITPLN Dorong PLTS 100 GWp Ciptakan 5,52 Juta Kerja
Hari Batik Nasional, Pertamina Buka Ruang Berkarya dan Kemandirian Ekonomi
Sawah Kekurangan Air, Pompa Dikerahkan di Bekasi hingga Cirebon
Dorong Ketahanan Pangan, Transmigran Gerbang Mas Perkasa dan TEP UI Sulap Lahan Tandus Jadi Pekarangan
Gunhar: Kekayaan Alam Harus Digunakan Sebesar-besarnya untuk Kesejahteraan Rakyat
Menteri Dody Sisir Titik Kekeringan, Perjuangkan Air bagi Petani demi Swasembada Pangan

Berita Terkait

Wednesday, 7 October 2026 - 12:50 WIB

Prabowo Saksikan Penyelamatan Rp13,24 Triliun dan 259 Ribu Hektare Hutan

Monday, 5 October 2026 - 13:04 WIB

Bappisus Bakal Bersihkan 532 Lapas dan Rutan

Saturday, 3 October 2026 - 13:53 WIB

Guru Besar ITPLN Dorong PLTS 100 GWp Ciptakan 5,52 Juta Kerja

Saturday, 3 October 2026 - 10:54 WIB

Hari Batik Nasional, Pertamina Buka Ruang Berkarya dan Kemandirian Ekonomi

Friday, 2 October 2026 - 12:41 WIB

Sawah Kekurangan Air, Pompa Dikerahkan di Bekasi hingga Cirebon

Berita Terbaru

Nasional

Mendes Yandri Ajak ISSF dan Perusahaan Mitra Perluas Desa Binaan

Wednesday, 7 Oct 2026 - 18:48 WIB

Energy

Fasilitasi OTA Wolbachia di Kampus, ITPLN Aktif Berantas DBD

Wednesday, 7 Oct 2026 - 16:39 WIB