daelpos.com – Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta M. Taufik Zoelkifli (MTZ) menilai penetapan tarif layanan Transjakarta rute Blok M-Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) sebesar Rp15 ribu masih tergolong wajar. Menurutnya, tarif tersebut sebanding dengan karakter layanan yang memang berbeda dengan Transjakarta reguler.
MTZ menjelaskan, layanan Transbandara diperuntukkan bagi masyarakat yang bepergian menuju bandara dengan kebutuhan mobilitas yang berbeda dibanding pengguna Transjakarta dalam kota yang selama ini mendapat subsidi pemerintah.
“Saya kira masih wajar. Kalau ke bandara, penumpangnya tentu berbeda dengan layanan reguler di dalam kota. Karena itu, tarif Rp15 ribu saya kira masih wajar,” ujar MTZ, Senin (3/8).
Ia membandingkan tarif Transbandara dengan moda transportasi lain menuju Bandara Soekarno-Hatta. Tarif bus Damri, kata dia, berkisar Rp90 ribu, sementara kereta bandara sekitar Rp75 ribu.
Dengan tarif yang jauh lebih rendah, MTZ meyakini layanan Transbandara tetap memiliki daya saing dan menjadi alternatif transportasi publik yang terjangkau bagi masyarakat.
Selain itu, kebijakan tersebut juga dinilai dapat mengurangi beban subsidi yang selama ini ditanggung Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui APBD.
“Tarif itu juga dapat mengurangi subsidi Transjakarta agar tidak terlalu membebani APBD. Untuk sementara, kenaikan menjadi Rp15 ribu masih bisa diterima,” katanya.
Sebagai informasi, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menetapkan tarif resmi layanan Transbandara rute Blok M-Bandara Soekarno-Hatta sebesar Rp15 ribu melalui Keputusan Gubernur Nomor 685 Tahun 2026.
Tarif tersebut mulai berlaku pada 1 September 2026 setelah melewati masa sosialisasi selama satu bulan. Penetapan ini merupakan tarif resmi pertama sejak layanan dioperasikan dalam masa uji coba, sehingga bukan merupakan kenaikan tarif.
Dalam kebijakan yang sama, Pemprov DKI juga menyederhanakan nama layanan dengan menghapus kode SH-2 pada rute tersebut. Sementara itu, tarif layanan Transbandara rute Kalideres-Bandara Soekarno-Hatta masih belum mengalami penyesuaian.
PT Transjakarta juga berkomitmen meningkatkan kualitas layanan, antara lain melalui penguatan sistem informasi perjalanan secara realtime, peningkatan fasilitas bagi penumpang, serta menjaga waktu tunggu (headway) bus tetap konsisten.
Jika diinginkan, saya juga bisa Buatkan versi yang lebih “ngegas” dengan ciri khas judul dan lead ala RM.id yang lebih provokatif namun tetap sesuai kaidah jurnalistik.








