daelpos.com – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus berupaya memenuhi kebutuhan air bersih bagi masyarakat yang berada di wilayah yang memiliki pasokan air terbatas selama musim kemarau. Melalui Direktorat Jenderal Sumber Daya Air, distribusi air bersih dilakukan secara langsung dan bertahap ke area permukiman masyarakat. Salah satunya di Desa Dodaga, Kecamatan Wasile Timur, Kabupaten Halmahera Timur, Provinsi Maluku Utara, Sabtu (1/8).
Menteri PU Dody Hanggodo menyampaikan, layanan air berkualitas merupakan tulang punggung pembangunan ekonomi, sosial, dan lingkungan, terutama bagi wilayah yang menghadapi keterbatasan sumber daya air dan dampak perubahan iklim.
“Di tengah dunia yang terus berubah dan penuh ketidakpastian, air menjadi fondasi yang sangat penting bagi pembangunan berkelanjutan,” kata Menteri Dody.
Selain memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat, Kementerian PU juga terus menjalankan strategi jangka menengah dan panjang dalam menghadapi ancaman kekeringan, termasuk dampak fenomena El Nino. Menteri Dody menegaskan, pengelolaan sumber daya air dilakukan secara terpadu untuk menjamin ketersediaan air, baik bagi kebutuhan masyarakat maupun sektor pertanian sebagai bagian dari upaya mendukung target swasembada pangan nasional.
“Strategi Kementerian PU adalah memastikan ketersediaan air baku dan air irigasi tetap terjaga melalui optimalisasi bendungan, embung, jaringan irigasi, operasi waduk, serta berbagai langkah antisipatif lainnya sehingga kebutuhan air masyarakat dan irigasi tetap terpenuhi meski menghadapi ancaman kekeringan akibat El Nino,” ujar Menteri Dody.
Distribusi 8.000 liter air bersih dilakukan oleh Balai Wilayah Sungai (BWS) Maluku Utara bersama mitra kerja dengan menggunakan dua kali pengiriman menggunakan mobil tangki berkapasitas 4.000 liter. Air bersih langsung disalurkan kepada 150 kepala keluarga (KK) atau sekitar 300 jiwa di Desa Dodaga yang mengalami keterbatasan akses air bersih akibat musim kemarau.
Kepala BWS Maluku Utara M. Saleh Talib mengatakan pelaksanaan kegiatan distribusi air bersih berjalan dengan lancar tanpa hambatan.
“Distribusi air bersih dilakukan dengan menempuh jarak sekitar 20 kilometer, dengan waktu tempuh kurang lebih satu jam menuju lokasi. Seluruh kegiatan berlangsung lancar dan didukung dengan kondisi cuaca yang cerah,” kata Saleh.
Di samping itu, tim BWS Maluku Utara juga terus berkoordinasi dengan perangkat desa untuk menentukan titik distribusi prioritas dan teknis pembagian air secara adil dan merata, serta melakukan pemantauan terhadap ketersediaan air bagi masyarakat.
“Kami memperkuat koordinasi untuk memastikan bantuan tepat sasaran. Sebagai tindak lanjut, kami juga akan terus memantau kondisi ketersediaan air bersih serta menyiapkan langkah penanganan lanjutan apabila kondisi kekeringan masih berlangsung,” tandas Saleh. (#PU608)








