Investasi Jadi Mesin Pertumbuhan Ekonomi, Target 2027 Capai Rp2.322 Triliun

Saturday, 15 August 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

daelpos.com  – Investasi semakin memberikan kontribusi positif pada pertumbuhan ekonomi nasional di triwulan II 2026 yaitu 39 persen terhadap total pertumbuhan. Hal ini disampaikan oleh Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Rosan P. Roeslani dalam Konferensi Pers Nota Keuangan dan Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (RAPBN) Tahun Anggaran 2027, di Jakarta (14/08).

“Pertumbuhan ekonomi di triwulan II 2026 sebesar 5,29 persen, dan investasi menyumbang kurang lebih 39 persen, biasanya di atas kisaran 28-29 persen. Investasi bukan sekadar angka realisasi, tetapi kami terus memastikan investasi yang masuk ke Indonesia dapat menjadi bagian dari penguatan fondasi ekonomi nasional,” ujar Menteri Rosan.

Menteri Rosan menambahkan, dari sisi pengeluaran, investasi juga tumbuh 6,87 persen pada Triwulan II 2026, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan konsumsi rumah tangga sebesar 5,06 persen. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia semakin ditopang oleh pembentukan kapasitas produksi, tidak hanya konsumsi masyarakat. Peningkatan peran investasi ini menjadi modal penting untuk mencapai sasaran pertumbuhan ekonomi nasional pada 2027.

“Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi pada 2027 berada pada kisaran 5,8–6,5 persen. Sejalan dengan sasaran tersebut, realisasi investasi pada 2027 ditargetkan mencapai Rp2.322,0 triliun, meningkat dari target 2026 sebesar Rp2.041,3 triliun,” papar Rosan.

Target tersebut merupakan bagian dari kebutuhan investasi sebesar Rp13.032 triliun sepanjang 2025–2029, atau sekitar 143 persen dari capaian investasi selama sepuluh tahun terakhir. Investasi tersebut bukan merupakan belanja negara, melainkan penanaman modal oleh badan usaha, baik dalam negeri maupun asing, untuk meningkatkan kapasitas perekonomian nasional.

Hilirisasi Ciptakan Nilai Tambah di Dalam Negeri

Pada Semester I 2026, realisasi investasi hilirisasi mencapai Rp300,1 triliun, atau 29,7 persen dari total investasi nasional, dan tumbuh 6,9 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Investasi hilirisasi tersebut didominasi sektor mineral sebesar Rp206,5 triliun, yang mencakup nikel Rp71,0 triliun, bauksit Rp53,8 triliun, tembaga Rp37,4 triliun, besi baja Rp30,2 triliun, serta pasir silika Rp5,9 triliun.

See also  Yuk Pahami Perbedaan Kelas pada Kereta Api

Selain mineral, investasi hilirisasi juga mencakup sektor perkebunan dan kehutanan sebesar Rp54,4 triliun, minyak dan gas bumi Rp35,4 triliun, serta perikanan dan kelautan Rp3,8 triliun. Sebanyak 75,7 persen investasi hilirisasi berada di luar Jawa, terutama di Sulawesi Tengah dan Maluku Utara.

“Hilirisasi ini dari tahun ke tahun memerankan peranan yang sangat penting dari tahun ke tahun, tepatnya berkontribusi 29,7 persen, ini masih didominasi oleh hilirisasi mineral. Ke depan, kami mendorong hilirisasi di sektor perkebunan, kehutanan, minyak dan gas bumi. Memang jika investasi di sektor perkebunan dan kehutanan itu penyerapan tenaga kerjanya lebih besar, walaupun dari segi nominal investasinya lebih kecil dibanding investasi di sektor mineral,” ujar Rosan.

Ke depan, pemerintah akan terus memperluas hilirisasi ke komoditas bernilai tambah tinggi lainnya, antara lain semikonduktor, bioetanol, produk turunan kelapa, dan rumput laut.(*)

Berita Terkait

Joumpa Kini Bisa Dipesan di wondr by BNI, Perjalanan Nasabah Jadi Lebih Praktis
Hutama Karya Perkuat Pengendalian Pelaksanaan Proyek Jembatan Penghubung Pulau Kalimantan–Pulau Laut
Hilirisasi Masuki Babak Baru, Daya Saing Rantai Nilai Global Jadi Perhatian
Hadir di FEKDI x IFSE 2026, Telkom Solution Dukung Ekosistem Ekonomi dan Keuangan Digital Indonesia
BNI Perkuat Peran sebagai Bank Sahabat Mahasiswa melalui Jatinangor Music Fest
ALI 2026: Apresiasi Kinerja Layanan Investasi, Dorong Kemudahan Berusaha
Chandra Asri Group dan Bank Mandiri Perkuat Kerja Sama Strategis untuk Dukung Ekosistem Industri Petrokimia Nasional
Harga Cabai Rawit Merah Meroket, Pemprov DKI Ungkap Biang Keroknya
Tag :

Berita Terkait

Saturday, 3 October 2026 - 18:50 WIB

Joumpa Kini Bisa Dipesan di wondr by BNI, Perjalanan Nasabah Jadi Lebih Praktis

Friday, 2 October 2026 - 12:38 WIB

Hutama Karya Perkuat Pengendalian Pelaksanaan Proyek Jembatan Penghubung Pulau Kalimantan–Pulau Laut

Wednesday, 30 September 2026 - 10:32 WIB

Hilirisasi Masuki Babak Baru, Daya Saing Rantai Nilai Global Jadi Perhatian

Friday, 25 September 2026 - 17:05 WIB

Hadir di FEKDI x IFSE 2026, Telkom Solution Dukung Ekosistem Ekonomi dan Keuangan Digital Indonesia

Friday, 18 September 2026 - 18:11 WIB

BNI Perkuat Peran sebagai Bank Sahabat Mahasiswa melalui Jatinangor Music Fest

Berita Terbaru

foto ist

Energy

Pertamax dan Avtur Ditahan, Harga Oktober Tak Naik

Tuesday, 6 Oct 2026 - 16:08 WIB

foto ist

Olahraga

Timnas Indonesia Akhiri Penantian 35 Tahun

Tuesday, 6 Oct 2026 - 09:05 WIB