Kolaborasi Hutama Karya dan Tiga BUMN Dorong Aksi Pengelolaan Sampah Berbasis Warga

Saturday, 22 August 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

daelpos.com – PT Hutama Karya (Persero) (Hutama Karya) bersama tiga BUMN membangun 40 lubang biopori jumbo di Kelurahan Cipinang Cempedak, Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur, pada Kamis (20/8). Empat puluh titik resapan biopori tersebut disiapkan untuk mengolah dan mengurangi jumlah sampah organik rumah tangga yang dibuang ke TPA, menambah daya serap air tanah di kawasan permukiman padat, meningkatkan kesuburan tanah sekaligus menambah cadangan air tanah.

Konsorsium tersebut beranggotakan Hutama Karya, PT Wijaya Karya (Persero) Tbk, PT Brantas Abipraya (Persero), dan Perum Perumnas. Aksi hijau berbasis komunitas ini merupakan dukungan BUMN terhadap Instruksi Gubernur DKI Jakarta Nomor 5 Tahun 2026 tentang Gerakan Pemilahan dan Pengolahan Sampah dari Sumber, yang mewajibkan warga memilah sampah rumah tangga menjadi empat kategori: organik, anorganik, bahan berbahaya dan beracun (B3), serta residu. Aturan tersebut ditegakkan sejak 1 Agustus 2026, ketika sampah yang belum dipilah tidak lagi boleh dibuang ke tempat penampungan sementara. Plt. Executive Vice President (EVP) Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Hamdani, menyampaikan bahwa kolaborasi ini mempertegas penerapan prinsip keberlanjutan (Environmental, Social, and Governance/ESG) di lingkungan BUMN.

“Satu titik biopori jumbo mampu menampung sampah organik dari 5 – 10 Kilogram sampah organik rumah tangga. Dengan 40 titik resapan biopori, kami memperkirakan sebanyak 200 – 400-kilogram sampah dapur ataupun sampah organik per hari tidak lagi dikirim ke TPA Bantargebang, sekaligus mengurangi genangan air saat hujan deras,” ujar Hamdani.

Penanganan sampah dan resapan air ini dirancang secara terpadu melalui pendekatan edukatif, mulai dari sosialisasi pemilahan sampah dapur dan daun kering, pelatihan pembuatan lubang berdiameter 60–100 cm dengan kedalaman 80–100 cm yang diperkuat buis beton, pengisian material organik, hingga tata cara memanen kompos secara mandiri. Melalui metode biokonversi tersebut, limbah organik rumah tangga langsung diurai mikroorganisme di dalam tanah sehingga membentuk pori-pori resapan air baru sekaligus menghasilkan pupuk alami bagi tanaman warga.

See also  Desa Ketahanan Pangan Bisa Sukseskan Program Makan Bergizi Gratis

Empat puluh titik biopori dibangun tersebar di 2 (dua) RT pada 1 (satu) RW, lingkungan sekolah, hingga area fasilitas umum se-Kelurahan Cipinang Cempedak dan menjangkau sekitar 50 kepala keluarga. Konsorsium BUMN turut menyerahkan 1 (satu) unit mesin bor biopori beserta paket material pendukung, serta menerjunkan tim pendampingan dan pemantauan berkala demi memastikan penyerapan air dan produksi kompos berjalan optimal. Kegiatan turut dihadiri Camat Jatinegara, Lurah Cipinang Cempedak dan Tim Suku Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Timur.

Intervensi berbasis lingkungan tersebut diharapkan menambah cadangan air tanah, mengurangi genangan saat hujan lebat, sekaligus memangkas beban timbulan sampah Jakarta yang mencapai 7.500–8.000 ton per hari. Lurah Cipinang Cempedak, Rico Eka Putra Rifai, menyambut positif sinergi lintas BUMN yang hadir langsung menyentuh kebutuhan warganya.

“Bantuan alat, material, serta pendampingan biopori dari BUMN sangat membantu warga Cipinang Cempedak memenuhi kewajiban memilah sampah sekaligus menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat,” ungkap Rico.

Hal senada disampaikan Sofiah Azahra (32), warga RT 015/RW 002 yang mengelola salah satu titik biopori. “Sejak ada lubang ini, sampah dapur kami tidak lagi menumpuk di depan rumah, dan dalam 10 – 12 pekan sudah bisa dipanen menjadi kompos untuk tanaman warga maupun tanaman buah dan sayur yang saya tanam pribadi di depan rumah,” ujarnya.

Langkah nyata ini mempertegas peran Hutama Karya sebagai bagian dari Danantara dalam menyelaraskan pertumbuhan bisnis dengan kesejahteraan sosial dan kelestarian ekosistem. Sesuai amanat Peraturan Menteri BUMN Nomor PER-1/MBU/03/2023, kolaborasi BUMN ini turut menyokong Asta Cita Pemerintah dalam memantapkan pembangunan berkelanjutan serta berkontribusi langsung pada pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs) Nomor 11 tentang Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan serta SDGs Nomor 13 tentang Penanganan Perubahan Iklim.

Berita Terkait

Kementerian PU Periksa Keandalan Bangunan Strategis Pascagempa di Manggarai Barat
Kementerian PU Percepat Identifikasi Kerusakan Infrastruktur Irigasi Pasca Gempa di NTT
Hutama Karya Hadir untuk NTT, Dukung Penanganan Tanggap Darurat Gempa
Mulai Hari ini, Tol Betung-Tempino-Jambi Seksi Bayung Lencir – Simpang Ness/Pijoan Diberlakukan Tarif
Kementerian PU Terus Salurkan Air Bersih Untuk Warga Terdampak Gempa NTT
Kementerian PU Kembali Salurkan Air Bersih bagi Masyarakat Terdampak Gempa di Ende dan Pasien di RSUD Aeramo
Pemerintah Ajak Masyarakat Isi Kemerdekaan dengan Semangat Kebersamaan dan Gotong Royong
Kementerian PU Salurkan Air Bersih untuk Warga Terdampak Gempa di Ende dan Nagekeo
Tag :

Berita Terkait

Saturday, 22 August 2026 - 11:09 WIB

Kolaborasi Hutama Karya dan Tiga BUMN Dorong Aksi Pengelolaan Sampah Berbasis Warga

Friday, 21 August 2026 - 18:48 WIB

Kementerian PU Periksa Keandalan Bangunan Strategis Pascagempa di Manggarai Barat

Friday, 21 August 2026 - 18:45 WIB

Kementerian PU Percepat Identifikasi Kerusakan Infrastruktur Irigasi Pasca Gempa di NTT

Friday, 21 August 2026 - 18:39 WIB

Hutama Karya Hadir untuk NTT, Dukung Penanganan Tanggap Darurat Gempa

Friday, 21 August 2026 - 18:13 WIB

Mulai Hari ini, Tol Betung-Tempino-Jambi Seksi Bayung Lencir – Simpang Ness/Pijoan Diberlakukan Tarif

Berita Terbaru

Berita Terbaru

Kementerian PU Pastikan Sungai Barito Masih Bisa Dilalui Kapal

Saturday, 22 Aug 2026 - 11:22 WIB