daelpos.com — Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melalui Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan II bergerak cepat menangani dua kejadian kebakaran lahan di wilayah Daerah Irigasi Rawa (DIR) Dadahup, Kalimantan Tengah, pada Senin (24/8/2026).
Kejadian pertama terjadi di Tanah Restan B4 pada pukul 12.05 WIB. Tim Unit Pengelola Irigasi (UPI) BWS Kalimantan II menerima laporan dari Petugas Pintu Air (PPA) Pintu L Saluran Primer Utama B4 terkait kebakaran lahan. Tim segera menuju lokasi dan bersama masyarakat Desa B4 melakukan pemadaman.
Dalam penanganan tersebut, Tim UPI mengerahkan dua unit pompa, yaitu pompa Robin 5,5 HP dan pompa Yamamoto 28 HP. Pemadaman melibatkan sekitar 20 personel dan berlangsung kurang lebih 1,5 jam hingga api berhasil dipadamkan. Berdasarkan kondisi lapangan saat ini, luas area terdampak diperkirakan sekitar ± 60 hektare.
Sementara itu, kejadian kedua terjadi di Desa Dadahup pada pukul 18.20 WIB. Setelah menerima laporan dari pihak desa, Tim UPI segera menuju lokasi untuk memberikan dukungan penanganan. Tim mendukung proses pemadaman melalui penyediaan suplai air menggunakan satu unit truk yang membawa tandon berisi air.
Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan Kementerian PU terus memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan selama musim kemarau 2026. Upaya tersebut dilakukan melalui penguatan koordinasi lintas sektor serta optimalisasi infrastruktur dan sumber daya air untuk mendukung penanganan bencana di lapangan.
“Kementerian PU tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga memastikan infrastruktur tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung penanggulangan bencana, menjaga ketersediaan air, melindungi lingkungan, serta menjamin keselamatan masyarakat,” kata Menteri Dody.
Hingga saat ini, penyebab kedua kejadian kebakaran tersebut masih belum diketahui secara pasti. Tim UPI BWS Kalimantan II terus melakukan koordinasi dengan pihak Kepolisian dan masyarakat setempat untuk memantau kondisi di lapangan guna mengantisipasi potensi munculnya kembali titik api.
Sebagai bentuk kesiapsiagaan, Tim UPI BWS Kalimantan II tetap menyiagakan personel, pompa dan peralatan mekanis (alkon), kendaraan, serta dukungan suplai air untuk mendukung kebutuhan pemadaman lanjutan maupun proses pendinginan apabila diperlukan.
Kerahkan Tangki 20.000 Liter Air Padamkan Karhutla di Halmahera Timur
Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melalui Kebakaran Balai Wilayah Sungai (BWS) Maluku Utara, bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Halmahera Timur, PT Tempopress International Delivery (TID), dan masyarakat Desa Baturaja, juga melaksanakan dukungan tanggap darurat berupa distribusi air untuk membantu penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Desa Baturaja, Kecamatan Wasile, Kabupaten Halmahera Timur, Provinsi Maluku Utara, Senin (24/8).
Kegiatan yang dilaksanakan mulai pukul 15.00 WIT tersebut merupakan bagian dari upaya respons cepat untuk mendukung pemadaman karhutla yang terjadi di sekitar kawasan permukiman. Dalam pelaksanaannya, Tim Satuan Tanggap Darurat BWS Maluku Utara mengerahkan satu unit mobil tangki air berkapasitas 20.000 liter air yang dilengkapi pompa Alkon ke lokasi kebakaran.
Kegiatan pemadaman dilakukan pada areal lahan yang terdampak dengan luasan sekitar 9 hektare. Kondisi lapangan relatif mendukung pelaksanaan operasi, dengan cuaca cerah dan topografi wilayah yang rata serta berbatu. Akses menuju sumber air juga dapat dijangkau dengan mudah oleh unit pompa yang digunakan.
Dalam proses pemadaman BWS Maluku Utara juga dibantu pihak BPBD Kabupaten Halmahera Timur, PT TID, dan masyarakat untuk mendukung upaya pemadaman. Sebanyak 20.000 liter air telah disalurkan ke lokasi dan berdasarkan hasil penanganan di lapangan, api telah berhasil dipadamkan.
Sinergi lintas instansi menjadi bagian penting dalam penanganan karhutla, terutama karena lokasi kebakaran berada di dekat kawasan permukiman Desa Baturaja. Koordinasi dilakukan untuk memastikan dukungan sumber daya, peralatan, dan air dapat dimobilisasi secara cepat dan tepat sesuai kebutuhan di lapangan.
Selama pelaksanaan kegiatan pemadaman, tidak terdapat kendala teknis maupun operasional yang berarti. Distribusi air berlangsung lancar, tertib, dan aman hingga kegiatan pemadaman selesai.
Ke depan, BWS Maluku Utara akan terus memperkuat koordinasi dengan BPBD Kabupaten Halmahera Timur serta pihak terkait untuk memantau perkembangan kondisi di lokasi. Pemantauan tersebut dilakukan sebagai langkah antisipasi terhadap potensi munculnya kembali titik api dan memastikan kesiapsiagaan sumber daya apabila diperlukan penanganan lanjutan.
Kementerian PU berkomitmen untuk terus mendukung pemerintah daerah dalam penanganan kondisi darurat yang berkaitan dengan sumber daya air serta mengoptimalkan sarana dan prasarana yang tersedia untuk membantu melindungi masyarakat dan lingkungan dari dampak bencana.








