PLN dan Pelindo Perkuat Elektrifikasi Maritim Menuju Green Port, Resmikan Onshore Power Supply 1 MVA di Tanjung Priok

Thursday, 17 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo dalam sambutannya pada agenda peresmian dua unit Onshore Power Supply (OPS) di Dermaga Serbaguna Nusantara (DSN), Tanjung Priok, Jakarta Utara, Rabu (16/9), menyampaikan bahwa penyediaan listrik bagi fasilitas Onshore Power Supply (OPS) selaras dengan asta cita Presiden Prabowo Subianto, khususnya dalam mendorong dekarbonisasi industri sebagai bagian dari transformasi menuju pembangunan berkelanjutan di sektor maritim.

Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo dalam sambutannya pada agenda peresmian dua unit Onshore Power Supply (OPS) di Dermaga Serbaguna Nusantara (DSN), Tanjung Priok, Jakarta Utara, Rabu (16/9), menyampaikan bahwa penyediaan listrik bagi fasilitas Onshore Power Supply (OPS) selaras dengan asta cita Presiden Prabowo Subianto, khususnya dalam mendorong dekarbonisasi industri sebagai bagian dari transformasi menuju pembangunan berkelanjutan di sektor maritim.

daelpos.com – PT PLN (Persero) bersama PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) meresmikan dua unit Onshore Power Supply (OPS) dengan total kapasitas 1 megavolt ampere (MVA) di Dermaga Serbaguna Nusantara (DSN), Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, pada Rabu (16/9). Fasilitas ini menjadi unit pertama dari program pengembangan 24 unit OPS di Tanjung Priok sebagai bagian dari sinergi kedua pihak dalam mendukung efisiensi dan dekarbonisasi sektor maritim.

Dua unit OPS yang dibangun dan dioperasikan oleh PT Energi Pelabuhan Indonesia (EPI), perusahaan patungan (joint venture) antara PT PLN Electricity Services dan PT Pelindo Jasa Maritim tersebut masing-masing berkapasitas 500 kilovolt ampere (kVA). Fasilitas ini memungkinkan kapal yang sedang bersandar mematikan mesin diesel dan beralih menggunakan pasokan listrik yang lebih efisien dan bersih dari darat.

Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo menyampaikan bahwa penyediaan listrik bagi fasilitas Onshore Power Supply (OPS) selaras dengan asta cita Presiden Prabowo Subianto, khususnya dalam mendorong dekarbonisasi industri sebagai bagian dari transformasi menuju pembangunan berkelanjutan di sektor maritim melalui pengembangan Green Port. Upaya ini menjadi penting, mengingat sektor maritim turut menyumbang emisi gas rumah kaca global, sementara sebagian besar emisi kapal di pelabuhan berasal dari penggunaan mesin diesel selama proses sandar.

“Kehadiran fasilitas OPS di Tanjung Priok menjadi solusi untuk mengurangi emisi dari kapal selama bersandar di pelabuhan. Melalui OPS, kebutuhan listrik kapal dapat dipenuhi dari sumber listrik di darat, sehingga penggunaan mesin diesel dapat ditekan. Langkah ini menjadi bagian dari upaya PLN mendukung dekarbonisasi sektor maritim sekaligus mendorong terwujudnya ekosistem pelabuhan yang lebih hijau dan berkelanjutan,” ujar Darmawan.

Dirinya menambahkan, penyediaan listrik untuk fasilitas OPS menunjukkan kesiapan infrastruktur kelistrikan PLN dalam mendukung kebutuhan energi di kawasan pelabuhan. Dukungan tersebut sekaligus memperkuat elektrifikasi sektor maritim yang membutuhkan pasokan listrik andal untuk menunjang kegiatan operasional kapal selama berada di pelabuhan.

See also  Dari Lapas Menuju Mandiri: Warga Binaan Raih Keterampilan Lewat Program FABA PLN

“Dukungan kelistrikan yang andal merupakan salah satu komitmen PLN dalam mengakomodir kebutuhan energi bersih di kawasan pelabuhan maupun industri skala besar. Ini adalah bentuk sinergi BUMN (Badan Usaha Milik Negara) dalam mendukung transformasi sektor kepelabuhan melalui pemanfaatan energi domestik, sekaligus mendorong produktivitas melalui penghematan para pelaku usaha di bidang maritim dan mengoptimalkan aktivitas pelabuhan,” ucap Darmawan.

Direktur Utama PT Pelindo (Persero), Achmad Muchtasyar mengatakan, pengoperasian OPS menjadi bagian penting dalam mendorong transformasi kawasan pelabuhan menuju operasional yang lebih hijau dan efisien. Menurutnya, pemanfaatan listrik dari darat juga turut mendukung terciptanya ekosistem pelabuhan yang lebih produktif dan berkelanjutan.

“OPS bukan sekadar menggantikan sumber listrik kapal dari genset menjadi listrik darat. Ini merupakan langkah konkret dalam transformasi Pelabuhan Tanjung Priok menuju green port, dengan menghadirkan energi yang lebih efisien, lebih bersih, dan lebih andal. Kami ingin membangun ekosistem pelabuhan yang tidak hanya semakin produktif, tetapi juga semakin berkelanjutan,” kata Achmad.

Fasilitas OPS di DSN, Tanjung Priok ini menjadi yang pertama di Indonesia yang lulus uji standar internasional IEC/IEEE 80005-3:2025. Keandalannya telah teruji melalui serangkaian uji coba penyambungan penuh pada Juli lalu, yang memungkinkan seluruh genset kapal dimatikan selama bersandar. Melalui sistem OPS ini, listrik dari jaringan PLN disalurkan ke kapal melalui fasilitas konversi yang mendukung kebutuhan kapal dengan frekuensi 50 hertz (Hz) maupun 60 Hz, sehingga mampu melayani dua hingga empat kapal secara bersamaan.

Direktur Utama PT Energi Pelabuhan Indonesia, Andriyuda Siahaan mengatakan, pengembangan OPS rencananya akan dilakukan secara bertahap mulai dari kawasan Pelabuhan Tanjung Priok sebanyak 24 unit pada 2027 dan berpotensi direplikasi ke terminal multipurpose, dermaga umum, serta pelabuhan lain hingga mencapai 123 unit OPS pada 2050.

See also  Mendes Yandri Ajak Warga Desa Kopo Sukseskan Kopdes Merah Putih

Sementara itu, melalui hasil uji coba OPS di Tanjung Priok, lanjut Andriyuda, menunjukkan adanya efisiensi penggunaan bahan bakar minyak (BBM) yang signifikan dalam satu kali sandar.

“Kita lakukan uji coba, tidak sampai 24 jam efisiensinya mencapai sekitar 700 liter (setara 50 hingga 60 persen per hari sandar). Tidak sampai 24 jam,” ujar Andriyuda.

Ia menambahkan, manfaat dari efisiensi tersebut akan semakin besar apabila penerapan OPS dilakukan secara lebih luas. Melalui implementasi penuh pada 24 unit berkapasitas total 12 MVA yang rencananya akan dibangun, potensi penghematan BBM diperkirakan mencapai sekitar 4–5 juta liter per tahun, dengan potensi penurunan emisi hingga sekitar 8–10 ribu ton CO2 per tahun.

Selain menekan emisi karbon, penggunaan listrik dari darat juga mengurangi polusi udara, kebisingan, dan getaran yang ditimbulkan dari kapal selama bersandar. Dari sisi kualitas pasokan, hasil uji coba menunjukkan tegangan listrik juga berada pada level stabil.

“Hasil uji coba OPS di Tanjung Priok membuktikan bahwa elektrifikasi pelabuhan memberikan dampak yang terukur, mulai dari penghematan bahan bakar hingga 60 persen per hari sandar, penurunan emisi karbon sekitar 1,5 ton CO2 per hari sandar, hilangnya asap dan kebisingan genset, hingga kualitas daya listrik yang jauh lebih stabil bagi kapal,” tutup Andriyuda.

Berita Terkait

Kemendes PDTT dan PLN EPI Dorong Desa Jadi Pemasok Energi Biomassa Nasional
Alumni Inggris Kunjungi Muara Karang, PLN Nusantara Power Buka Ruang Kolaborasi untuk Masa Depan Energi Indonesia
MyPertamina Fair 2026 Resmi Dimulai, Pertamina Patra Niaga Berikan Apresiasi bagi Konsumen Setia
Tak Lelah Berinovasi, Mahasiswa ITPLN Raup Cuan
Pasok Separuh Pasar Dunia, Bahlil Siapkan Kendali Produksi Batu Bara Nasional
PLN Jalin Kerja Sama Strategis dengan Australia, Perkuat Sistem Ketenagalistrikan dan Dukung Transisi Energi Nasional
PLN EPI Amankan Pasokan LNG Masela dan South Hub 18 Tahun
ITPLN Ditantang Teliti Listrik Arus Laut
Tag :

Berita Terkait

Wednesday, 4 November 2026 - 00:19 WIB

Kemendes PDTT dan PLN EPI Dorong Desa Jadi Pemasok Energi Biomassa Nasional

Tuesday, 3 November 2026 - 16:53 WIB

Alumni Inggris Kunjungi Muara Karang, PLN Nusantara Power Buka Ruang Kolaborasi untuk Masa Depan Energi Indonesia

Tuesday, 3 November 2026 - 14:13 WIB

MyPertamina Fair 2026 Resmi Dimulai, Pertamina Patra Niaga Berikan Apresiasi bagi Konsumen Setia

Tuesday, 3 November 2026 - 14:08 WIB

Tak Lelah Berinovasi, Mahasiswa ITPLN Raup Cuan

Tuesday, 3 November 2026 - 14:00 WIB

Pasok Separuh Pasar Dunia, Bahlil Siapkan Kendali Produksi Batu Bara Nasional

Berita Terbaru

Megapolitan

UPT PPPA DKI Perkuat Perlindungan dan Pengasuhan Anak

Tuesday, 3 Nov 2026 - 17:22 WIB