Investasi FreeNow di Morowali Buka Peluang Kerja bagi Masyarakat Lokal

Monday, 19 October 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

daelpos.com – Investasi perusahaan pengolahan air kelapa FreeNow di Indonesia diharapkan dapat membuka lebih banyak lapangan kerja bagi masyarakat lokal. Perusahaan asal China tersebut telah mengoperasikan pabrik di Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah, yang mulai beroperasi pada September 2026.

Hal tersebut disampaikan Staf Khusus Menteri Transmigrasi Yoyo A. Budiyanto saat mengunjungi pabrik pengolahan air kelapa FreeNow di Tongxiang, China, pada 17 Oktober 2026. Dalam kunjungan tersebut, delegasi Kementerian Transmigrasi melihat langsung proses produksi dan memperoleh penjelasan mengenai pengembangan usaha perusahaan.

“FreeNow memiliki investasi di Kabupaten Morowali, Sulawesi Tenggara, Indonesia,” ujarnya.

Menurut Yoyo, keberadaan pabrik FreeNow di Indonesia berpotensi memberikan dampak ekonomi melalui penyerapan tenaga kerja. Saat ini, investasi perusahaan tersebut disebut mampu menciptakan lapangan kerja bagi hingga 1.000 orang dari masyarakat lokal.

“Mereka memproduksi susu dari air kelapa,” ungkapnya.

FreeNow merupakan salah satu produsen susu berbahan dasar kelapa berskala besar di China. Dalam kunjungan tersebut, Yoyo melihat proses pengolahan produk sekaligus mendengarkan pemaparan mengenai rencana perusahaan untuk mengembangkan kapasitas produksinya.

“Tadi Kita lihat proses produksinya di sini,” ungkapnya.

Yoyo berharap pengembangan usaha FreeNow di China dapat diikuti dengan perluasan investasi di Indonesia. Bertambahnya fasilitas produksi dinilai dapat memperluas kesempatan kerja sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat di sekitar kawasan industri.

“Sehingga bisa membuka lapangan kerja,” harapnya.

Dalam pertemuan dengan delegasi Kementerian Transmigrasi, pihak FreeNow menyampaikan apresiasi atas kunjungan tersebut. Perusahaan yang berdiri sekitar 10 tahun lalu itu kini memiliki enam pabrik, termasuk satu fasilitas produksi di Indonesia.

Pabrik di Indonesia mulai beroperasi pada September 2026. Pihak FreeNow juga menyampaikan terima kasih kepada pemerintah Indonesia atas dukungan yang diberikan sehingga fasilitas tersebut dapat mulai beroperasi. Perusahaan berharap usahanya dapat berkembang pesat di Indonesia.

See also  MenkopUKM: UMKM Papua Bisa Fokus Pada Komoditas Unggulan

Pengembangan investasi industri seperti FreeNow menjadi salah satu peluang untuk memperkuat kegiatan ekonomi di daerah. Selain menciptakan lapangan kerja, kehadiran industri pengolahan juga berpotensi meningkatkan nilai tambah komoditas lokal melalui proses produksi yang menghasilkan produk siap dipasarkan.

Bagi kawasan transmigrasi dan wilayah sekitarnya, pengembangan industri berbasis potensi daerah dapat membuka peluang usaha baru serta memperluas kesempatan masyarakat untuk terlibat dalam rantai produksi dan distribusi.

Berita Terkait

Kementerian PU dan BUJT Bangun Rest Area Pertama di Tol Cisumdawu, Siap Fungsional saat Nataru 2026/2027
Belajar dari Chongqing, Iftitah: Desa Harus Jadi Tempat Mencari Penghidupan, Bukan Sekadar Tempat Ditinggalkan
Mendes Yandri Ajak Keluarga Besar Al-Khairiyah Bangun Desa Lewat Ekonomi
Olah Kelapa Jadi Parutan Kering, Warga Pulau Bacan Malut Tambah Pendapatan
Hadiri Pameran Trade Expo Indonesia, Mendes Ingin Produk Hilirisasi Desa Go Internasional
Pramono Bangga Jakarta Jadi Kota Pelajar Nomor Satu
Gelegar Lelang BNI 2026 Bukukan Penjualan Agunan Rp510,77 Miliar
Pertamina Operasikan SPBU 24 Jam di Bali, Distribusi BBM Dipercepat

Berita Terkait

Monday, 19 October 2026 - 13:37 WIB

Investasi FreeNow di Morowali Buka Peluang Kerja bagi Masyarakat Lokal

Sunday, 18 October 2026 - 20:30 WIB

Kementerian PU dan BUJT Bangun Rest Area Pertama di Tol Cisumdawu, Siap Fungsional saat Nataru 2026/2027

Sunday, 18 October 2026 - 20:18 WIB

Belajar dari Chongqing, Iftitah: Desa Harus Jadi Tempat Mencari Penghidupan, Bukan Sekadar Tempat Ditinggalkan

Sunday, 18 October 2026 - 17:48 WIB

Mendes Yandri Ajak Keluarga Besar Al-Khairiyah Bangun Desa Lewat Ekonomi

Friday, 16 October 2026 - 21:40 WIB

Olah Kelapa Jadi Parutan Kering, Warga Pulau Bacan Malut Tambah Pendapatan

Berita Terbaru