daelpos.com – Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), Isma Yatun, mendorong penguatan peran auditor forensik dalam mencegah dan menangani kecurangan (fraud) serta korupsi di era digital.
Hal tersebut disampaikan dalam pembukaan Seminar Nasional Asosiasi Auditor Forensik Indonesia (AFFI) Tahun 2026 di Badan Diklat PKN BPK, Jakarta, Rabu (21/10).
Isma Yatun menekankan tiga agenda strategis, yaitu penguatan pencegahan dan pendeteksian fraud berbasis teknologi dan analisis data, peningkatan kemampuan auditor forensik dan auditor internal, serta transformasi manajemen yang adaptif dan berintegritas.
Menurutnya, perkembangan teknologi memberikan banyak manfaat, tetapi juga memunculkan risiko kecurangan dan korupsi dengan modus yang semakin kompleks. Karena itu, pengawasan dan penegakan integritas harus terus menyesuaikan diri dengan perkembangan digital.
Ia juga menegaskan pentingnya sinergi antara auditor forensik dan auditor internal. Auditor internal berperan mencegah penyimpangan melalui penguatan sistem pengendalian, sedangkan auditor forensik membantu mengungkap kasus dan mencegah terulangnya penyimpangan serupa.
Melalui seminar bertema “Peran Strategis Auditor Forensik dalam Penanganan Fraud dan Korupsi di Era Disrupsi Digital” ini, BPK berharap lahir berbagai inovasi dan kolaborasi untuk memperkuat akuntabilitas, meningkatkan kualitas tata kelola, serta membangun kepercayaan publik.
Seminar tersebut menghadirkan Ketua KPK Setyo Budiyanto dan Wakil Menteri Dalam Negeri Akhmad Wijayagus sebagai narasumber.








