Mendagri Minta Gubernur Banten Lebih Massif Lakukan Edukasi Social Distancing Covid-19

Friday, 20 March 2020

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DAELPOS.com – Menteri Dalam Negeri Prof. H. Muhammad Tito Karnavian, Ph.D kembali melakukan kunjungan jemput bola koordinasi dengan Kepala Daerah. Kali ini Mendagri bertemu Gubernur Banten Wahidin Halim dalam rangka meninjau kesiapan Pemerintah Daerah Banten untuk percepatan penanganan virus corona, Covid-19.

“Saya datang ke Banten karena berkepentingan penduduk Banten yang besar, sekitar 11 juta orang, terkonsentrasi di Tangerang yang berdekatan dengan Jakarta. Sementara Jakarta dan daerah lain ada yang positif Covid 19,” ujarnya dalam konferensi pers usai rapat tertutup dengan Gubernur dan Forkopimda Banten selama tiga jam di Kantor Gubernur Banten, Serang, Banten, Kamis (19/3/2020).

Karena itu, Mendagri Tito mengaku perlu berdiskusi secara mendalam dengan Gubernur Banten beserta jajarannya agar kebijakan Pemerintah Pusat bisa seiring berjalan, dan terjadi sinkronisasi dengan Pemerintah Daerah. 

“Saya dapat masukan dari Bapak Gubernur tentang situasi Covid-19 di Banten. Kemudian langkah-langkah yang telah dilakukan Gubernur dan jajarannya juga Bupati serta Walikota. Selain itu juga apa saja yang menjadi hambatan-hambatan di daerah dan masukan untuk pusat,” urai Mendagri Tito.

Mantan Kapolri itu mengapresiasi Pemerintah Provinsi Banten beserta Forkopimda diantaranya telah melakukan edukasi kepada masyarakat tentang social distancing, menjaga jarak agar tidak terjadi penularan. 

“Kemudian edukasi tentang pentingnya menjaga daya tahan tubuh melalui berbagai cara seperti olahraga, asupan makanan sehat dan juga vitamin,” tambah Mendagri.

Peraih Adhi Makayasa Akpol 1987 itu juga menekankan arahannya kepada Gubernur Banten terkait langkah-langkah mitigasi kepada yang terpapar korban Covid-19. 

“Kemudian Bapak Gubernur juga sudah membentuk command center yg dilengkapi IT untuk memantau dinamika covid-19,” lanjut Tito.

Mendagri menambahkan, pihaknya telah memberikan masukan tentang upaya-upaya yang akan dilakukan ke depan. 

See also  Jokowi Akan Resmikan Bendungan Ladongi dan Bendungan Pidekso

“Kita memasuki fase penularan, dan berdasarkan data-data umumnya grafik data eksponensial artinya terjadi peningkatan lebih cepat,” ujar Mendagri.

Karena itu, tambah mantan Kapolda Metro Jaya itu, perlu ada upaya-upaya, pertama melakukan edukasi kepada masyarakat secara massif tapi tidak membuat panik tentang apa itu Covid-19, bagaimana sistem penularan dan karakteristiknya berdasarkan penelitian Pemerintah Tiongkok yang sudah dibukukan bagaimana mereka menangani Covid-19.

“Saya sudah berikan (buku) kepada Bapak Gubernur agar jadi bahan masukan untuk kebijakan,” demikian Mendagri.

Berita Terkait

TelkomGroup Perkuat Kedaulatan Digital Nasional, Dorong Indonesia Jadi Indo-Pacific Digital Hub
Mendes Yandri Paparkan 5 Isu Termasuk Penanganan Karhutla untuk Masyarakat Desa
Investasi FreeNow di Morowali Buka Peluang Kerja bagi Masyarakat Lokal
Kementerian PU dan BUJT Bangun Rest Area Pertama di Tol Cisumdawu, Siap Fungsional saat Nataru 2026/2027
Belajar dari Chongqing, Iftitah: Desa Harus Jadi Tempat Mencari Penghidupan, Bukan Sekadar Tempat Ditinggalkan
Mendes Yandri Ajak Keluarga Besar Al-Khairiyah Bangun Desa Lewat Ekonomi
Olah Kelapa Jadi Parutan Kering, Warga Pulau Bacan Malut Tambah Pendapatan
Hadiri Pameran Trade Expo Indonesia, Mendes Ingin Produk Hilirisasi Desa Go Internasional

Berita Terkait

Monday, 19 October 2026 - 16:28 WIB

TelkomGroup Perkuat Kedaulatan Digital Nasional, Dorong Indonesia Jadi Indo-Pacific Digital Hub

Monday, 19 October 2026 - 16:19 WIB

Mendes Yandri Paparkan 5 Isu Termasuk Penanganan Karhutla untuk Masyarakat Desa

Monday, 19 October 2026 - 13:37 WIB

Investasi FreeNow di Morowali Buka Peluang Kerja bagi Masyarakat Lokal

Sunday, 18 October 2026 - 20:30 WIB

Kementerian PU dan BUJT Bangun Rest Area Pertama di Tol Cisumdawu, Siap Fungsional saat Nataru 2026/2027

Sunday, 18 October 2026 - 20:18 WIB

Belajar dari Chongqing, Iftitah: Desa Harus Jadi Tempat Mencari Penghidupan, Bukan Sekadar Tempat Ditinggalkan

Berita Terbaru