KLHK Ajak Perusahaan Berproper Emas Kembangkan Program Kemandirian Masyarakat di Ekosistem Gambut

Friday, 22 May 2020

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DAELPOS.com – Sekitar 79 persen dari 24,6 juta hektar ekosistem gambut di Indonesia berada di areal yang tidak dibebani izin atau non konsesi perusahaan, kondisi ini menjadi tantangan bagaimana melakukan upaya terbaik dalam perlindungan dan pengelolaan ekosistem gambut pada lahan gambut yang tidak dibebani izin. Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) mengembangkan Program Kemandirian Masyarakat untuk menjawab tantangan tersebut.

Pada pelaksanaannya salah satu cara yang ditempuh Direktur Jenderal Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan (PPKL), KLHK adalah dengan mengajak keterlibatan aktif sektor swasta terutama beberapa perusahaan yang telah beberapa kali mendapat peringkat EMAS dalam PROPER (Program Peringkat Kinerja Perusahaan Dalam Pengelolaan Lingkungan) untuk mau membantu masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan ekosistem gambut untuk berdaya dan mandiri secara finansial dan ekonomi.

Ajakan tersebut disampaikan melalui pertemuan virtual (virtual meeting) “Kemandirian Masyarakat di Ekosistem Gambut: Kurangi Potensi Karhutla dan Kerentanan Pangan.” yang diselenggarakan di Jakarta pada tanggal 19 Mei 2020 dan dihadiri oleh 6 (enam) perusahaan PROPER berperingkat EMAS, yaitu PT Pupuk Kaltim, PT Badak LNG-Bontang, dan beberapa unit Pertamina yaitu PT. Pertamina (Persero) RU II Kilang Sei Pakning, PT. Pertamina Hulu Energi Jambi Merang, PT. Pertamina EP Asset 1 – Field Rantau, PT. Pertamina EP Asset 1 – Field Jambi, serta bagian lingkungan PT Pertamina Kantor Pusat Jakarta.

“Peran aktif masyarakat dalam perlindungan dan pengelolaan ekosistem gambut menjadi sangat penting. Kegiatan peningkatan peran aktif masyarakat tersebut telah dilaksanakan oleh Direktorat Jenderal PPKL, KLHK, sejak tahun 2015 – 2019 dengan capaian luasan pemulihan sebesar 9.959 Ha. Peningkatan peran aktif masyarakat di ekosistem gambut ini dilaksanakan melalui kegiatan pembasahan kembali lahan gambut yang kering yang tersebar di wilayah Provinsi Sumatera Barat, Riau, Jambi, Aceh, Sumatera Utara dan Kalimantan Timur, serta mengembangkan beberapa budidaya pertanian yang dapat digunakan untuk peningkatan perekonomian dan perikehidupan masyarakat setempat,” jelas M.R. Karliansyah, pada pertemuan virtual tersebut.

See also  Kementerian PU Pompa Air untuk 35 Hektare Sawah Terdampak Kekeringan di Lampung Selatan

M.R. Karliansyah, menambahkan jika hal ini akan menjadi peluang baik bagi perusahaan dalam mengembangkan kegiatan Community Development yang berwawasan lingkungan. Bentuk dan jenis kegiatan yang dikembangkan dapat beragam sepanjang dapat membuat masyarakat TAHU, MAU, dan MAMPU dalam berperan aktif melakukan perlindungan dan pengelolaan ekosistem gambut di daerahnya.

Peserta pertemuan menyambut baik ajakan tersebut. Menanggapi program tersebut, Rudy Hartono, Manager Produksi PT. Pertamina RU II Kilang Sei Packning pada kesempatan tersebut memaparkan capain berbagai kegiatan community development yang dilaksanakan di lahan gambut sejak tahun 2016 yang membawanya mendapat peringkat terbaik EMAS untuk PROPER tahun 2019. Program yang dikembangkan oleh PT. Pertamina RU II Kilang Sei Packning tersebut meliputi budidaya nanas, serai wangi untuk minyak atsiri, pelatihan pemandaman karhutla, arboretum gambut dan kurikulum sekolah gambut untuk SD. Kegiatan tersebut telah membuat masyarakat yang dibina menjadi mandiri dalam perlindungan dan pengelolaan ekosistem gambut.

Rudy Hartono juga mengundang perusahaan lain untuk melihat apa yang telah mereka laksanakan tersebut sebagai bentuk sharing pengalaman.

Demikian pula PT Pertamina Hulu Energi Jambi Merang Pertamina Jambi Merang (Kusmono) yang menyampaikan selama ini sudah ada kerjasama dengan Litbang KLHK untuk program yang berada di wilayah Suku Anak Dalam.

Bagja Sugiharto, Direktur Produksi PT Pupuk Kalimantan Timur (PT. PKT) dan Manager CSR PT. Badak LNG, Bambang Eko, juga menyampaikan bahwa Lahan gambut di daerah Bontang sedikit sekali, akan tetapi untuk mendukung program pemerintah mereka akan melakukan indentifikasi luasan gambut yang ada, dan apabila teridentifikasi ada areal gambut akan segera dilakukan pengelolaannya.

Pada prinsipnya pihak perusahaan menyambut baik dan akan mendukung pelaksanaan kegiatan Kemandirian Masyarakat di Ekosistem Gambut sebagai bagian pengembangan Community Development kedepan, KLHK segera akan menyampaikan daftar lokasi – lokasi yang menjadi prioritas pengembangan Kemandirian Masyarakat Dalam Perlindungan dan Pengelolaan Ekosistem Gambut di seluruh Indonesia.(*)

Berita Terkait

Kementerian PU Salurkan 12.000 Liter Air Bersih, Bantu Warga Pascabanjir Tanah Datar
Mama-mama Wondama Sulap Sampah Jadi Pupuk, Dukung Swasembada Pangan
Kementerian PU Gerak Cepat Pulihkan Konektivitas Aceh – Sumut yang Terdampak Longsor
Dasco Bantah Isu Cawapres, Kasus Penyadapan Prabowo Jadi Sorotan
Hutama Karya Raih Founders’ Honors Bentley 2026 lewat Inovasi Konstruksi Digital pada Proyek Kompleks Parlemen Nusantara
Kementerian PU Tangani Longsor di Jalur Pantai Selatan Tulungagung
Berdayakan Ekonomi Desa, Peternak Ayam Di Parigi Moutong, Sulteng, Dilatih Untuk Lebih Produktif
Pemerintah Siapkan Keppres Pemberhentian Listyo Sigit dari KSP

Berita Terkait

Sunday, 8 November 2026 - 18:40 WIB

Kementerian PU Salurkan 12.000 Liter Air Bersih, Bantu Warga Pascabanjir Tanah Datar

Sunday, 8 November 2026 - 09:30 WIB

Mama-mama Wondama Sulap Sampah Jadi Pupuk, Dukung Swasembada Pangan

Friday, 6 November 2026 - 09:46 WIB

Kementerian PU Gerak Cepat Pulihkan Konektivitas Aceh – Sumut yang Terdampak Longsor

Thursday, 5 November 2026 - 19:00 WIB

Dasco Bantah Isu Cawapres, Kasus Penyadapan Prabowo Jadi Sorotan

Thursday, 5 November 2026 - 17:50 WIB

Hutama Karya Raih Founders’ Honors Bentley 2026 lewat Inovasi Konstruksi Digital pada Proyek Kompleks Parlemen Nusantara

Berita Terbaru

News

Menanti Hoegeng di Era Modern: Oase Kapolri Suyudi

Sunday, 8 Nov 2026 - 10:28 WIB