Dukung Program Lumbung Pangan Baru di Kalimantan Tengah, Kementerian PUPR Programkan Rehabilitasi 85.500 ha Jaringan Irigasi

Thursday, 4 June 2020

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DAELPOS.com – Dalam upaya untuk menjamin kebutuhan pangan bagi masyarakat, Pemerintah berencana menciptakan food estate atau daerah yang ditetapkan sebagai lumbung pangan baru di Indonesia. Lokasi lumbung pangan baru yang juga merupakan bagian dari Program Strategis Nasional (PSN) 2020 – 2024 tersebut rencananya berada di Kabupaten Pulang Pisau, Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng).

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengatakan, terdapat lahan potensial pada kawasan Eks-Pengembangan Lahan Gambut (PLG) di Kalteng yang sudah dikembangkan menjadi sawah. “Lahan tersebut sebelumnya merupakan bagian Proyek Pengembangan Lahan Gambut (PLG) 1 juta ha di Kuala Kapuas. Terdapat seluas 165.000 hektare (Ha) lahan yang sekarang sudah menjadi sawah, bukan berupa gambut tetapi material batuannya adalah tanah aluvial yang berada di pinggir sungai Barito,” kata Menteri Basuki beberapa waktu lalu.

Dari total luas lahan potensial tersebut, Menteri Basuki mengatakan sudah ada sekitar 85.500 Ha lahan fungsional yang digunakan untuk berproduksi setiap tahunnya. Sedangkan sisanya menurut Menteri Basuki sekitar 79.500 Ha sudah menyemak sehingga perlu dilakukan pembersihan (land clearing) saja, tanpa perlu dilakukan cetak sawah kembali.

Berdasarkan data, dari total luas lahan yang fungsional tersebut, diperlukan rehabilitasi jaringan irigasi untuk lahan seluas 57.200 Ha, sementara sisanya seluas 28.300 Ha kondisi jaringan irigasinya masih berfungsi dengan baik. Rehabilitasi irigasi akan dilakukan secara bertahap mulai tahun 2020 hingga 2022 dengan perkiraan kebutuhan anggaran Rp 1 triliun. Sedangkan apabila nanti diputuskan untuk juga dikembangkan pada lahan seluas 79.500 Ha, program yang dibutuhkan adalah peningkatan jaringan irigasi pada dengan perkiraan kebutuhan anggaran sekitar Rp 1,9 triliun.

“Sesuai arahan Bapak Presiden, kita akan coba lakukan dengan pola investasi bersama Kementerian BUMN. Kami sudah berkoordinasi terus, dimana nantinya Pemerintah hanya akan menyiapkan prasarananya. Aksesnya tidak hanya lewat sungai tetapi juga sudah bisa dilalui jalan darat lebih mudah,” ujar Menteri Basuki.

See also  Panggung Kolaborasi Rimbawan, Konsolidasi Kerja Bersama untuk Tanah Air dan Bangsa

Ditambahkan Menteri Basuki, untuk mengoptimalkan lahan potensial tersebut, Kementerian PUPR akan memperbaiki saluran-saluran irigasi di sekitar kawasan tersebut baik jaringan irigasi sekunder maupun primer. “Sedangkan dari Kementerian BUMN bersama Kementerian Pertanian akan melakukan pengembangan teknologi olah tanamnya sehingga bisa menghasilkan produksi yang lebih baik,” ujarnya.

Pada Tahun Anggaran (TA) 2020, Kementerian PUPR telah memulai pekerjaan RehabIlitasi Irigasi di tiga (3) lokasi Eks PLG di Kalteng
dengan total cakupan seluas 650 Ha di Daerah Irigasi (D.I) Rawa Tahai (213 Ha), D.I Tambak Sei Teras (195 Ha), dan D.I Tambak Bahaur (239 Ha). Pekerjaan tersebut merupakan bagian dari rencana rehabilitasi jaringan irigasi untuk lahan seluas 57.200 Ha. Lingkup pekerjaannya meliputi peninggian tanggul, pembuatan pintu air, pengerukan aluran, dan pekerjaan teknis lainnya.

Pekerjaan rehabilitasi di D.I Rawa Tahai telah dimulai kontraknya sejak 28 Mei 2020 lalu dengan biaya sebesar Rp 9,8 miliar. Sedangkan rehabilitasi D.I Tambak Sei Teras juga telah dimulai dengan biaya Rp 4,1 miliar dan saat ini progresnya sebesar 29,1%. Sementara untuk rehabilitasi D.I Tambak Bahaur progresnya sebesar 27,2% dengan alokasi anggaran Rp 3,9 miliar.

Selain melakukan rehabilitasi irigasi, saat ini Kementerian PUPR juga tengah melakukan rehabilitasi kantor Eks PLG Kalteng dan rehabilitasi dermaga dengan progres sebesar 50,2%. (*)

Berita Terkait

Kementerian PU Tangani Jalan Lingkar Krayan Untuk Dorong Aksesibilitas
Hutama Karya Serahkan Kendaraan Pengangkut Sampah dan Tanam Mangrove di Pesisir Marunda
Hutama Karya Resmi Kantongi Sertifikat Persetujuan Laik Fungsi Struktur Jembatan Musi V Tol Palembang–Betung
Melalui IJD, Warga Aceh Tenggara Kini Lebih Nyaman Ambil Hasil Panen di Ladang
HAN 2026 di LRT Jakarta, Anak Belajar Naik Transportasi Umum Sambil Bermain
Salurkan Air Minum di Tengah Kekeringan, Kementerian PU Beri Bantuan ke Desa Terdampak di Kabupaten Banjar
Peringati Hari Anak Nasional, Hutama Karya dan Yayasan KAKAK Perkuat Perlindungan Anak di Karanganyar
Fasilitas Sekolah Rakyat Terintegrasi 3 Provinsi Bali Mulai Dimanfaatkan untuk Dukung MPLS dan Persiapan Kegiatan Belajar

Berita Terkait

Tuesday, 28 July 2026 - 19:59 WIB

Kementerian PU Tangani Jalan Lingkar Krayan Untuk Dorong Aksesibilitas

Tuesday, 28 July 2026 - 17:02 WIB

Hutama Karya Serahkan Kendaraan Pengangkut Sampah dan Tanam Mangrove di Pesisir Marunda

Tuesday, 28 July 2026 - 12:16 WIB

Hutama Karya Resmi Kantongi Sertifikat Persetujuan Laik Fungsi Struktur Jembatan Musi V Tol Palembang–Betung

Sunday, 26 July 2026 - 01:23 WIB

Melalui IJD, Warga Aceh Tenggara Kini Lebih Nyaman Ambil Hasil Panen di Ladang

Saturday, 25 July 2026 - 17:08 WIB

HAN 2026 di LRT Jakarta, Anak Belajar Naik Transportasi Umum Sambil Bermain

Berita Terbaru

News

Purbaya Soal Bursa Gubernur BI: Saya Ikuti Arahan Presiden

Wednesday, 29 Jul 2026 - 12:58 WIB

News

DPD RI Desak Penertiban ODOL untuk Jaga Kualitas Jalan Daerah

Wednesday, 29 Jul 2026 - 08:23 WIB

Berita Terbaru

Kementerian PU Terus Perkuat Infrastruktur KSPEAN Wanam Merauke

Wednesday, 29 Jul 2026 - 00:01 WIB