Ace Hasan: Anggaran Kemenag Untuk Tahun 2021 Kok Copy-Paste

Friday, 26 June 2020

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DAELPOS.com – Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, Ace Hasan Syadzily mengkritik rencana kerja dan anggaran (RKA) Kementerian Keuangan yang disusun seolah “copy-paste”. Hal tersebut disampaikan dalam rapat kerja antara Komisi VIII DPR RI dengan Kemenag, Kamis (25/6/2020) di Gedung DPR RI.

“Kok ini sama seperti copy paste anggaran tahun 2020. Tidak ada sesuatu yang baru. Apa yang disampaikan oleh Pak Menteri, Fahrul Razi, kalau saya baca ya hampir sama dengan anggaran yang tahun 2020. Soal penggunaan pagu indikatif ini maunya kemana, disini (paparan menteri) nggak ada pak”, ujar Ace.

Ace heran dengan penyusunan anggaran yang dilakukan Kemenag karena tidak mencerminkan upaya penanganan Covid 19 di lingkungan Kemenag.

“Kalau kita mau membuat anggaran tahun 2021, seharusnya berangkatnya dari anggaran tahun 2020. Sambil tahun untuk 2021 juga ada yang disampaikan kepada kami apa-apa saja, kan tidak mungkin sama antara tahun 2020 dengan tahun 2021. Yang paling kecil saja, soal haji, kan nggak mungkin sama pak”, jelas Ace.

“Tidak mencerminkan bahwa kita ini sedang di era krisis pandemi Covid 19. Saya tidak melihat itu, Pak Menteri. Maka sangat disayangkan sekali”, lanjut Ace

Selanjutnya politisi Partai Golkar itu menilai bahwa anggaran SBSN Kemenag terlalu tinggi. Hal itu memberi dampak tersendiri khususnya bagi madrasah-madrasah swasta dan juga pesantren.

“Saya mohon dengan segala hormat kita sudah tahu bahwa bottleneck kita, untuk membantu pesantren dan madrasah itu karena anggaran kita lebih banyak dari SBSN, tapi kenapa malah yang naik untuk anggaran tahun 2021 ini (SBSN). Gimana kita mau membantu madrasah swasta kalau postur anggarannya sekarang ini lebih besar untuk kepentingan pembangunan yang berdasarkan atas biaya SBSN. Sulit pak”, tegas Ace.

See also  Kementerian PUPR Targetkan Tambahan 16 Ruas Jalan Tol Baru Tuntas Hingga Akhir 2022

Nggak mungkin dana yang besar SBSN kita pergunakan untuk kepentingan misalnya membiayai Inpassing guru (red: program yang bertujuan untuk penyetaraan jabatan guru Non PNS dengan guru PNS). Kan kita tahu SBSN itu untuk pembangunan infrastruktur kan. Maksudnya infrastruktur madrasah, KUA, UIN. Tapi untuk membiayai inpassing, tunjangan kerja, bisa nggak. Kan gak mungkin bisa Pak”, pungkas Ace.

Berita Terkait

SPBU Bakal Hadir di Tidung, Karya, dan Kelapa
Sidak SPPG Cadek, Sudaryono Tekankan Kepatuhan SOP dan Akurasi Data
Bertemu Mahasiswa Indonesia di Beijing, Iftitah: Ilmu Pengetahuan Harus Jadi Solusi Nyata bagi Rakyat
Di Peking University, Mentrans Iftitah Paparkan Industrialisasi di Luar Jawa untuk Buka Lapangan Kerja
Puan Minta Keselamatan Korban Banjir Padang Jadi Prioritas
Syahganda: Prabowo Dorong Ekonomi Inklusif untuk Rakyat
Launching Peringatan Hari Desa 2027, Mendes Targetkan Kebangkitan Ekonomi Desa
Tekan Kemiskinan di Wanam, Menteri Dody Siapkan Dukungan Gereja dan Kebutuhan Dasarnya

Berita Terkait

Thursday, 15 October 2026 - 12:54 WIB

SPBU Bakal Hadir di Tidung, Karya, dan Kelapa

Thursday, 15 October 2026 - 09:30 WIB

Sidak SPPG Cadek, Sudaryono Tekankan Kepatuhan SOP dan Akurasi Data

Wednesday, 14 October 2026 - 10:48 WIB

Bertemu Mahasiswa Indonesia di Beijing, Iftitah: Ilmu Pengetahuan Harus Jadi Solusi Nyata bagi Rakyat

Tuesday, 13 October 2026 - 08:50 WIB

Di Peking University, Mentrans Iftitah Paparkan Industrialisasi di Luar Jawa untuk Buka Lapangan Kerja

Monday, 12 October 2026 - 12:50 WIB

Puan Minta Keselamatan Korban Banjir Padang Jadi Prioritas

Berita Terbaru