Kolaborasi KemenkopUKM Usung Gerakan Toko Bersama

Monday, 29 June 2020

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DAELPOS.com – Kementerian Koperasi dan UKM berkolaborasi dengan UKMC FEB UI, Coca Cola, dan QASA mengusung Gerakan Toko BERSAMA (BERsih, SehAt, MAju) dalam membantu toko dan warung tradisional pada fase persiapan New Normal.

Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki memberikan apresiasi atas inisiasi gerakan ini sebagai salah satu solusi untuk bertahan di saat krisis, juga meningkatkan penghasilan dan kapasitas usaha dari pemilik toko/warung tradisional untuk bersiap memasuki kenormalan baru (new normal) diawali dengan menerapkan SOP yang bersih, sehat dan aman.

“Kolaborasi dan sinergitas dengan berbagai pihak harus terus kita optimalkan untuk mempersiapkan toko tradisional segera bangkit. “Gerakan Toko BERSAMA diharapkan dapat membangkitkan semangat serta mengembalikan kekuatan pelaku usaha Toko atau Warung di tanah air sebagai tulang punggung perekonomian rakyat,” jelas Menkop, pada acara peluncuran Gerakan Toko BERSAMA di Gedung Smesco Jakarta, Senin (29/6).

Menurut Teten, masa pandemi ini juga merubah pola konsumsi masyarakat dari offline menuju online. Aktivitas belanja melalui aplikasi dan daring meningkat 25%-40% (McKinsey & Company, 2020).

“Untuk itu, tidak hanya penerapan SOP sehat, bersih dan aman, namun juga diharapkan pengembangan toko/warung tradisional menjadi lebih modern dan berbasis digital melalui pemanfaatan teknologi”, ucap Teten.

Contohnya, lanjut MenkopUKM, dengan penerapan sistem inventori, pemesanan secara online, pembayaran digital, dan pengaturan layout produk yang menarik dan bersih.

Saat ini, kata Teten, pemerintah gencar mendorong produk-produk KUMKM melalui gerakan Bangga Buatan Indonesia. “Kios dan warung diharapkan menjadi bagian dari gerakan program tersebut dengan menyediakan ruang bagi penjualan produk-produk KUMKM”, tukas Menkop.

Selain itu, juga diharapkan peran koperasi dalam gerakan ini dari sisi pelatihan, memasok stok bahan pokok, serta menjalin kemitraan ke depannya. “Kolaborasi dan sinergitas dengan berbagai pihak harus terus kita optimalkan untuk mempersiapkan toko tradisional segera bangkit”, jelas MenkopUKM.

See also  Mendes PDTT Minta Kepala Daerah Permudah Penyaluran BLT Dana Desa

Bukti Sinergi

Ketua UKM Center FEB UI, TM Zakir Sjakur Machmud menambahkan, kolaborasi ini sebagai bukti nyata sinergi antara dunia usaha, pemerintah dan universitas dalam rangka memberdayakan UMKM, khususnya peritel tradisional.

Seperti diketahui, sektor ritel merupakan salah satu kontributor penting terhadap pembentukan PDB nasional dan yang menyerap banyak tenaga kerja cukup banyak.

“Oleh karena itu, sesuai dengan kapasitas kami, siap membantu mensukseskan gerakan ini demi terwujudnya Indonesia yg lebih baik”, ujar Zakir Sjakur.

Sementara Managing Director QASA, Joko Wiyono melihat perlunya kolaborasi dan dukungan dari berbagai pihak untuk mengembangkan inisiatif ini menjadi lebih besar. Sehingga, dapat memberikan dampak positif bagi pemberdayaan toko dan warung kelontong yang merupakan salah satu sektor pendukung perekonomian nasional.

“Bersama dengan mitra kolaborasi kami akan membentuk peta jalan untuk pengembangan konsorsium sosial gerakan ini, yang pada tahap awal akan menjangkau lebih dari 500.000 toko tradisional di Indonesia terkait persiapan menghadapi periode kehidupan normal baru (new normal)”, papar Joko.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Public Affairs, Communications and Sustainability PT Coca-Cola Indonesia Triyono Prijosoesilo, mengatakan, di masa krisis pandemi yang penuh tantangan ini, Coca-Cola turut ambil bagian sejalan dengan kepedulian terhadap dampak yang terjadi kepada masyarakat, khususnya terhadap usaha ritel tradisional yang merasakan dampak cukup besar agar mereka dapat bangkit kembali, membangun usaha mereka.

Sebagai langkah awal, gerakan ini akan memberikan sosialisasi dan edukasi kepada pemilik toko mengenai standar operasional toko yang bersih, sehat dan aman, dalam rangka persiapan kehidupan normal baru (new normal) melalui distribusi e-book.

Tujuan tahap awal ini adalah untuk memberikan rasa aman serta nyaman bagi masyarakat untuk berbelanja di toko dan warung kelontong sekaligus membantu upaya pemerintah dalam pencegahan penyebaran Covid-19.

See also  Kunjungi Instalasi Pemurnian Air Hwaseong di Korea Selatan, Menteri Basuki: Teknologi Terbaik yang Ada Saat Ini

Pada tahap berikutnya, akan dilanjutkan dengan implementasi dan aktivasi standar operasional di toko tradisional dan kolaboratif program lainnya dalam mempercepat reaktivasi dan pemulihan UMKM.

Berita Terkait

TEP ITB Dorong Digitalisasi Layanan Kesehatan di Papua
Jaga Konektivitas Trans Kalimantan, Kementerian PU Preservasi 2 Jembatan Panjang Sungai Kapuas di Kalteng
Irigasi Cimanuk Cisanggarung Hasil Rehabilitasi Hutama Karya Perkuat Ketahanan Pangan di Jawa Barat
TEP UI-Kementrans Dokumentasikan Lima Sub-Suku Dayak
Perkuat Pasokan Air Irigasi Pertanian, Kementerian PU Siapkan Tujuh Sumur Dalam di KSPEAN Wanam
Perkuat Kepatuhan Hukum, Hutama Karya Sinergi dengan Kejati Daerah Istimewa Yogyakarta
Cegah Gagal Panen, Kementerian PU Selamatkan 8.000 Hektare Sawah di Lampung dari Intrusi Air Laut
Dukung Asta Cita Presiden, 2 Sekolah Rakyat di Sulbar Siap Tampung 1.680 Siswa

Berita Terkait

Monday, 12 October 2026 - 18:50 WIB

TEP ITB Dorong Digitalisasi Layanan Kesehatan di Papua

Monday, 12 October 2026 - 18:21 WIB

Jaga Konektivitas Trans Kalimantan, Kementerian PU Preservasi 2 Jembatan Panjang Sungai Kapuas di Kalteng

Saturday, 10 October 2026 - 11:07 WIB

TEP UI-Kementrans Dokumentasikan Lima Sub-Suku Dayak

Friday, 9 October 2026 - 20:56 WIB

Perkuat Pasokan Air Irigasi Pertanian, Kementerian PU Siapkan Tujuh Sumur Dalam di KSPEAN Wanam

Friday, 9 October 2026 - 08:05 WIB

Perkuat Kepatuhan Hukum, Hutama Karya Sinergi dengan Kejati Daerah Istimewa Yogyakarta

Berita Terbaru

Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria / foto ist

Ekonomi - Bisnis

Danantara Siapkan PT Kawasan Industri Indonesia, Kelola 35.000 Hektare

Monday, 12 Oct 2026 - 18:55 WIB

Nasional

TEP ITB Dorong Digitalisasi Layanan Kesehatan di Papua

Monday, 12 Oct 2026 - 18:50 WIB

Energy

Srikandi PLN: Soft Skill Jadi Kunci Bersaing di Era AI

Monday, 12 Oct 2026 - 18:31 WIB