MenkopUKM Berharap Festival Ide Bisnis Mampu Tingkatkan Rasio Kewirausahaan

Monday, 19 October 2020

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DAELPOS.com – Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki menegaskan bahwa pemerintah terus berupaya untuk menghadirkan iklim usaha dan ekosistem yang mendukung lahirnya usaha-usaha baru, serta keberlanjutan dan perkembangan usaha yang telah ada.

“Lahirnya UU Cipta Kerja dimaksudkan untuk menjawab masalah utama UMKM dan Koperasi untuk tumbuh besar,” kata MenkopUKM saat menjadi Keynote Speaker pada acara Festival Ide Bisnis yang diselenggarakan Detik Network secara daring, Senin (19/10).

Di dalamnya mencakup kemudahan perizinan, akses rantai pasok, pengembangan usaha, pembiayaan, akses pasar dan dukungan produksi, serta kemudahan pembentukan dan pengelolaan koperasi.

Teten menambahkan, dalam mengembangkan UMKM ke depan, ada beberapa karakter yang perlu dimiliki bagi setiap usaha.

Antara lain, ketahanan atau daya lenting. “Daya lenting yang baik akan memperkuat sebuah usaha dan menjadikannya lebih siap menghadapi guncangan, seperti pandemi Covid-19 sekarang ini,” jelas Teten.

Selain itu, digitalisasi. Saat ini, hampir seluruh sektor ekonomi beralih ke platform digital saat PSBB, ketika physical distancing dan social distancing diberlakukan.

“Diprediksi, Indonesia menjadi ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara pada 2025; sehingga UMKM Indonesia perlu segera masuk ke dalam ekosistem digital,” tandas MenkopUKM.

Pasalnya, lanjut Teten, peluang UMKM untuk berkembang saat ini didukung oleh berbagai program yang terintegrasi dari hulu dan hilir.

Dari sisi hulu (supply), stimulus diberikan berupa subsidi bunga KUR dan Non KUR, insentif pajak, tambahan modal kerja kepada koperasi melalui LPDB, dengan total alokasi anggaran sebesar Rp123,46 triliun.

“Di luar itu, pemerintah juga menyiapkan BanPres Produktif untuk Usaha Mikro berupa hibah Rp.2,4 juta untuk 12 juta pelaku usaha mikro yang unbankable,” ucap Teten.

Hingga 12 Oktober 2020, BanPres Produktif telah tersalur ke 9,1 juta usaha mikro, dengan nilai sekitar Rp21,86 triliun.

See also  Delegasi G20 EDM-CSWG Dukung Komitmen Global Tangani Permasalahan Lingkungan dan Perubahan Iklim

“Untuk menghubungkan sisi hulu dan hilir, pemerintah memberikan pendampingan dan pelatihan UMKM guna meningkatkan kualitas SDM dan produk UMKM,” kata Teten lagi.

Pelatihan dilakukan melalui edukukm.id (program e-learning atau pelatihan daring secara gratis), dan Program Kakak Asuh UMKM (pelatihan khusus UMKM agar menjadi digital marketers, khususnya di e-commerce).

Di sisi hilir (demand), pemerintah membuka akses pasar produk KUMKM. Di antaranya, belanja pemerintah untuk produk UMKM melalui Laman UMKM dan Bela Pengadaan dengan potensi mencapai Rp321 triliun. Juga kerja sama KemenkopUKM dengan Kementerian BUMN untuk menyerap produk UMKM melalui belanja barang dan jasa BUMN dengan nilai di bawah Rp14 miliar.

Tak ketinggalan adalah onboarding UMKM, salah satunya melalui katalog digital/ e-brochure.

Sebelum pandemi, UMKM diprediksi akan menciptakan 600 juta lapangan kerja baru di seluruh dunia pada 2030 (International Trade Center, 2019).

“Kita di Indonesia tantangannya tidak mudah. Sebab rasio kewirausahaan kita yang masih rendah, yaitu berkisar 3,47%, masih jauh di bawah Singapura (8,76 %), Malaysia, bahkan Thailand,” ujar Teten.

Untuk itu, Teten menekankan, perlu kerja sama berbagai pihak untuk mewujudkan target tersebut. Termasuk di dalamnya peran anak muda dalam menciptakan usaha baru dan mengembangkan UMKM.

Melalui Festival Ide Bisnis, MenkopUKM mengajak semuanya untuk menjadikan UMKM Indonesia sebagai sektor yang mampu bertahan dan hadir sebagai pahlawan ekonomi yang mampu mendongkrak kembali pertumbuhan ekonomi Indonesia.

“Saya berharap, Festival Ide Bisnis dapat meningkatkan rasio kewirausahaan kita,” pungkas MenkopUKM.

Berita Terkait

Kementerian PU Terjunkan Alat Berat Pulihkan Jalan Nasional Terdampak Banjir Bandang di Solok
Hutama Karya dan IKA ITS Academy Berkolaborasi Bahas Business Streamlining BUMN Berbasis Nilai dan Tata Kelola
Bahu-Membahu Atasi Karhutla di Merauke, TEP UGM dan Warga Bupul Indah Selamatkan Permukiman
Kementerian PU Tegaskan Kelanjutan Pembangunan Gedung MRP Papua Selatan Setelah Putusan Hukum Inkrah
Petakan Tata Kelola Agraria Kawasan Transmigrasi, TEP UNHAS Inisiasi Forum Diskusi di Fakfak Timur
Dukung Generasi Muda Menuju Indonesia Emas 2045, Hutama Karya Gelar ‘HK Mengajar’ di Universitas Bung Hatta
Kementerian PU Berhentikan Sementara ASN Tersangka Narkotika
Dorong Budidaya Rumput Laut Berkelanjutan, Hutama Karya Hadirkan HK Bio Care di Lampung

Berita Terkait

Tuesday, 22 September 2026 - 18:11 WIB

Kementerian PU Terjunkan Alat Berat Pulihkan Jalan Nasional Terdampak Banjir Bandang di Solok

Monday, 21 September 2026 - 20:50 WIB

Hutama Karya dan IKA ITS Academy Berkolaborasi Bahas Business Streamlining BUMN Berbasis Nilai dan Tata Kelola

Monday, 21 September 2026 - 19:42 WIB

Bahu-Membahu Atasi Karhutla di Merauke, TEP UGM dan Warga Bupul Indah Selamatkan Permukiman

Monday, 21 September 2026 - 12:53 WIB

Kementerian PU Tegaskan Kelanjutan Pembangunan Gedung MRP Papua Selatan Setelah Putusan Hukum Inkrah

Sunday, 20 September 2026 - 16:52 WIB

Petakan Tata Kelola Agraria Kawasan Transmigrasi, TEP UNHAS Inisiasi Forum Diskusi di Fakfak Timur

Berita Terbaru