Haidar Alwi: Polisi Bantu Petani Jaga Ketahanan Pangan, Bukan Sekadar Penegak Hukum.

Wednesday, 2 July 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

daelpos.com – R. Haidar Alwi, pendiri Haidar Alwi Care dan Haidar Alwi Institute, menyatakan bahwa masih banyak masyarakat Indonesia yang belum mengetahui bahwa polisi di desa-desa ikut terjun ke sawah membantu petani mengusir hama tikus. Padahal, aksi ini sangat strategis di tengah ancaman ketahanan pangan nasional yang kian nyata akibat perubahan iklim, serangan hama, dan keterbatasan akses teknologi bagi petani kecil. “Inilah Bhayangkara yang tidak sibuk pencitraan, tapi sibuk menyelamatkan rakyat,” ujarnya. Haidar Alwi menyebut bahwa langkah nyata Polri ini sejalan dengan arah kepemimpinan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dalam mewujudkan Polri Presisi, yakni polisi yang hadir sebagai mitra kehidupan masyarakat, bukan sekadar penegak hukum konvensional.

Polisi di Sawah: Mengusir Tikus Demi Menjaga Panen.

Di Desa Sembungharjo dan Karangharjo, Kecamatan Pulokulon, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, akhir Juni hingga awal Juli 2025 lalu, puluhan aparat Polsek, Koramil, perangkat desa, dan ratusan petani turun langsung ke sawah. Mereka tidak datang untuk razia atau pengamanan konflik, melainkan membantu membasmi hama tikus secara manual: menggiring, mengusir, dan menangkap ribuan tikus yang mengancam ladang padi dan jagung warga.

Dalam satu hari gropyokan, hingga 600 tikus berhasil diamankan. Dalam skala lebih besar, lebih dari 20.000 ekor dibasmi dalam dua hari di area seluas 259 hektare. Hasil panen petani pun terselamatkan, dan kerugian akibat hama berkurang drastis.

Haidar Alwi menyebut kegiatan seperti ini bukan sekadar kegiatan insidental, tetapi bentuk transformasi nyata dalam pola kerja kepolisian. “Kalau polisi turun ke sawah tanpa publikasi, tanpa sorotan media besar, dan hanya demi membantu rakyat kecil, maka itu bukan gimmick. Itu pengabdian sejati,” ucapnya.

See also  Tindak 55 Kontainer Berisi Kayu Olahan Ilegal Asal Kalimantan Demi Kekayaan SDA

Menurutnya, masyarakat luas perlu tahu bahwa Polri tidak lagi hanya hadir di jalan raya, kantor, atau ruang sidang, tetapi juga di galengan sawah, di antara lumpur dan jeritan panen rakyat.

Mencegah Tragedi, Menyelamatkan Nyawa Petani.

Di balik kegiatan gropyokan itu, tersimpan tragedi yang sering luput dari perhatian nasional: banyak petani yang tewas karena tersengat jebakan listrik buatan sendiri untuk menangkap tikus. Di Grobogan, nyaris setiap tahun tercatat korban jiwa akibat kawat listrik yang dipasang mengelilingi sawah.

Inilah yang coba dicegah oleh Polri. Dalam kegiatan gropyokan, aparat tidak hanya membantu secara fisik, tetapi juga mengedukasi masyarakat untuk tidak lagi menggunakan jebakan listrik yang mematikan. Mereka membawa pesan keselamatan dan pendekatan hukum yang humanis.

“Ketika polisi bilang: ‘jangan pakai jebakan listrik, kami bantu cara yang lebih aman’, itu bukan sekadar sosialisasi. Itu penyelamatan nyawa. Dan itu adalah wajah Bhayangkara sejati,” tegas Haidar Alwi.

Ia menilai, langkah edukatif semacam ini jauh lebih membekas ketimbang tindakan represif. Petani merasa ditemani, bukan ditakuti. Dan di situlah, kata Haidar, terletak kekuatan moral dari polisi yang sadar perannya sebagai pelindung masyarakat dalam arti yang utuh.

Hari Bhayangkara: Refleksi Presisi yang Nyata di Sawah.

Memperingati Hari Bhayangkara ke-79, Haidar Alwi mengajak semua pihak untuk menengok ke bawah: ke desa, ke lumpur sawah, ke tempat di mana polisi bekerja dalam senyap tanpa sorotan media. Di sanalah, katanya, kita bisa melihat wajah Polri yang sesungguhnya. Wajah yang dekat dengan rakyat.

Ia menyambut baik arahan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dalam mewujudkan Polri Presisi yang responsif, prediktif, dan transparan. Gropyokan tikus bersama petani, menurutnya, adalah perwujudan paling jujur dari Presisi itu sendiri: polisi hadir, bekerja, dan berdampak langsung tanpa menunggu headline.

See also  Ketum FWJ Indonesia: Ada Indikasi Media Dijadikan Alat Pemerasan Segelintir Oknum

Tak bisa dipungkiri, arah kebijakan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo telah membuka ruang baru bagi Polri untuk lebih dekat dan menyatu dengan denyut kehidupan masyarakat. Di bawah kepemimpinannya, kepolisian tidak lagi dibatasi oleh sekat-sekat prosedural semata, tetapi diarahkan untuk menjadi bagian dari solusi nyata atas persoalan rakyat. Pendekatan humanis dan kolaboratif yang beliau dorong memungkinkan polisi di desa untuk bertindak luwes, progresif, dan berpihak pada kehidupan warga, seperti yang terlihat dalam aksi-aksi gropyokan di Grobogan. Ini bukan semata keberhasilan struktural, melainkan keberanian untuk merombak cara pandang institusi terhadap fungsi pengabdian.

“Bhayangkara modern bukan hanya tahu pasal hukum, tapi tahu kondisi petani di musim tanam. Polisi bukan hanya paham tentang penindakan, tapi juga tentang penyelamatan panen dan kehidupan. Itulah polisi yang layak diteladani, bukan hanya ditonton,” pungkas Haidar Alwi.

Berita Terkait

Keminveshil/BKPM Cabut Izin Tambang PT Kristalin Ekalestari di Papua
Senator Filep Desak Menag Perkuat Pengawasan Anak Lindungi dari Kekerasan Seksual
OJK Cabut Izin Usaha PT Credit Saison Indonesia Finance
Kasus Ijazah Palsu, Wagub Babel Hellyana Diberhentikan Sementara
Disorot Ombudsman, Perabotan Lapas Cibinong Dicopot
Hakim Banding Pangkas Vonis Nadiem Makarim Jadi 9 Tahun
Operasi ODOL Digelar, 46 Truk Diperiksa, 12 Kena Tilang
Bank Mandiri Buka Blokir Rekening Aktivis Pati Botok

Berita Terkait

Saturday, 24 October 2026 - 07:33 WIB

Keminveshil/BKPM Cabut Izin Tambang PT Kristalin Ekalestari di Papua

Saturday, 17 October 2026 - 18:20 WIB

Senator Filep Desak Menag Perkuat Pengawasan Anak Lindungi dari Kekerasan Seksual

Thursday, 1 October 2026 - 15:02 WIB

OJK Cabut Izin Usaha PT Credit Saison Indonesia Finance

Tuesday, 29 September 2026 - 17:16 WIB

Kasus Ijazah Palsu, Wagub Babel Hellyana Diberhentikan Sementara

Monday, 28 September 2026 - 22:17 WIB

Disorot Ombudsman, Perabotan Lapas Cibinong Dicopot

Berita Terbaru

Nasional

Kementerian PU Tangani Longsor di Jalur Pantai Selatan Tulungagung

Wednesday, 4 Nov 2026 - 21:35 WIB

Megapolitan

Dinas PPAPP Perkuat Pencegahan Kekerasan di 44 Kecamatan

Wednesday, 4 Nov 2026 - 17:15 WIB