Pertamina Dukung UMKM Binaan Lestarikan Kain Etnik Suku Banjar

Tuesday, 24 November 2020

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DAELPOS.com – PT Pertamina (Persero) melalui Program Kemitraan mendukung upaya penuh upaya pelestarian budaya lokal menjadi produk UMKM yang Go Modern dan Go Digital. Sehingga produk tersebut mampu menjadi ciri khas daerah dan dikenal orang, sekaligus peluang lapangan pekerjaan bagi warga sekitar.

Seperti yang dilakukan oleh Mitra Binaan Pertamina, yakni Aya Sofia. Pemilik usaha Kinday Limpuar Sasirangan yang berbasis di Kelurahan Gambut, Kecamatan Gambut, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan ini dimulai dengan awal usaha. Namun, pengetahuan dan keahliannya dalam mengolah kain Sasirangan sudah tidak diragukan lagi. ”Saya sudah punya keahlian menjahit dan menggambar. Akhirnya tahun 2017 mulai tertarik dan serius memulai usaha ini, ”ujar Sofia.

Keahlian itu langsung diterapkan untuk memproduksi kain Sasirangan. Motif kain etnik dari suku Banjar ini mempunyai motif jelujur atau garis-garis vertikal dari atas ke bawah yang memanjang. Benda-benda alam di Kalimantan Selatan menjadi landasan gambar motif tersebut. “Tiap motif dapat dipakai oleh seluruh masyarakat tanpa ada perbedaan dan perbedaan terhadap adat istiadat Suku Banjar,” imbuhnya.

Sofia bercerita, Sasirangan sendiri berasal dari kata Bahasa Banjar, yaitu sirang yang berarti menjelujur. Motifnya dibuat dengan jahitan dengan teknik jelujur. Kemudian jelujur ditarik atau disisit agar pewarna tidak masuk dalam pola. ”Inilah keunikan kain Sasirangan, motif didapat dari kain yang tidak terkena pewarnaan,” jelas Sofia.

Setelah itu barulah masuk proses finishing. Kain diwarna 2-3 kali, lalu dibilas dan dijemur. Kain pun siap dipajang dan digunakan untuk berbagai macam mode fashion. Sofia mematok harga produk mulai dari kisaran Rp 100 ribu hingga paling mahal Rp 800 ribu. “Harga jual produk berbeda tergantung jenis kain. Ada kain katun, sutra, dan primissima. Kerumitan motif, ada motif klasik dan motif modern. Serta pewarnaan, menggunakan pewarna alam dan sintetis,” jelas Sofia. 

See also  Pastikan Layanan Prima Selama Nataru, Direksi Pertamina Patra Niaga Tinjau Call Center 135

Dengan patokan harga tersebut, Sofia mampu memberdayakan masyarakat sekitar untuk ikut membantu produksinya. Setidaknya terdapat 2 karyawan tetap, dan 5 karyawan lepas yang ikut membantunya sehari-hari. Mereka merupakan tetangga sekitar rumah Sofia di mana mayoritas adalah para ibu rumah tangga.

Dalam hal pemasaran, jangkauan penjualan produk Sasirangan sudah cukup luas. Baik di sekitar wilayah Kalimantan Selatan sendiri, maupun berbagai wilayah di Indonesia. Media yang dipakai juga cukup beragam. Mulai dari pemasaran mulut ke mulut hingga upaya upaya Go Digital lewat media sosial @sasirangankindaylimpuar. Semenjak menjadi mitra binaan Pertamina. Produk karyanya semakin dikenal orang.

“Sejak menjadi binaan Pertamina pada tahun 2018. Kinday Limpuar Sasirangan mulai dikenal, semakin banyak kenalan dan relasi yang ditemui. Pinjaman dapat dimanfaatkan secara optimal. Saya sangat kasih kasih kepada Pertamina atas bantuan ini, ”tuturnya.

Sofia berharap, di bawah binaan Pertamina, bisnis yang digeluti bisa terus berkembang. Targetnya adalah agar Go Global. Memperkenalkan budaya Kalimantan yakni kain Sasirangan ke kanca internasional. Dengan begitu, dapat turut mengangkat budaya Indonesia lebih dikenal bangsa lain.

Pjs Vice President Corporate Communication Pertamina Heppy Wulansari mengapresiasi langkah yang dilakukan Sofia. Menurutnya, salah satu tujuan UMKM adalah menciptakan lapangan kerja dan pemerataan ekonomi dari tingkat yang paling kecil. ”Konsep usaha berbasis sociopreneur ini dapat membantu upaya pemerintah dalam mengentaskan kemiskinan yang ada di Indonesia dan menjadi pahlawan ekonomi,” ujar Heppy. 

Pertamina juga akan membantu UMKM untuk naik kelas menjadi UMKM unggul dan mandiri melalui beberapa tahapan. Seperti membantu dapat pengurusan izin usaha atau sertifikat lain sehingga UMKM dapat naik kelas dan mandiri. ”Ini sebagai implementasi Goal 8 Sustainable Development Goals (SDGs). Diharapkan dapat membantu masyarakat mendapat pekerjaan yang layak dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional, ”tutup Heppy

Berita Terkait

Mudik Gratis 2026: Telkom Buka Pendaftaran, Sediakan 27 Bus dan 3 Rute Kapal Laut
BNI Buka Pendaftaran Mudik Gratis BUMN 2026
Pemerintah Perkuat OSS, 15,4 Juta NIB Terbit hingga Februari 2026
Jaga Stabilitas Transaksi Nasional saat Ramadan dan Idul Fitri 1447H, Bank Mandiri Siapkan Rp44 Triliun Uang Tunai
Epson-IDC: Digital Dye-Sublimation Percepat Transformasi Industri Cetak Tekstil Asia Tenggara
OJK dan BI Luncurkan Pusat Inovasi Digital Indonesia
Kejar Target Rp1,7 Triliun, HKA Tancap Gas Perkuat Layanan Operasi dan Pemeliharaan Tol
APBN Januari 2026 Solid, Pendapatan Tembus Rp172,7 T

Berita Terkait

Tuesday, 3 March 2026 - 22:39 WIB

Mudik Gratis 2026: Telkom Buka Pendaftaran, Sediakan 27 Bus dan 3 Rute Kapal Laut

Tuesday, 3 March 2026 - 22:25 WIB

BNI Buka Pendaftaran Mudik Gratis BUMN 2026

Friday, 27 February 2026 - 11:29 WIB

Pemerintah Perkuat OSS, 15,4 Juta NIB Terbit hingga Februari 2026

Thursday, 26 February 2026 - 20:50 WIB

Jaga Stabilitas Transaksi Nasional saat Ramadan dan Idul Fitri 1447H, Bank Mandiri Siapkan Rp44 Triliun Uang Tunai

Thursday, 26 February 2026 - 10:24 WIB

Epson-IDC: Digital Dye-Sublimation Percepat Transformasi Industri Cetak Tekstil Asia Tenggara

Berita Terbaru

News

Pramono–Foke Tengok Produksi Dodol Legendaris Nyak Mai

Saturday, 7 Mar 2026 - 05:38 WIB