MenkopUKM Dukung Inovasi Korporatisasi Peternak Domba di Garut

Saturday, 19 December 2020

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DAELPOS.com – Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mendorong dan mendukung inovasi korporatisasi sektor peternakan dan pengembangan komoditas unggulan baru, khususnya bagi para peternak domba di Kabupaten Garut.

“Jika selama ini hanya dilakukan peternak kecil-kecilan, maka akan sulit untuk berkembang,” kata Teten, pada acara pengembangan korporatisasi sektor peternakan dan panen raya domba, di kawasan peternakan Pondok Pesantren Nurul Hidayah, Kampung Cibulakan, Desa Cinta, Karang Tengah, Kabupaten Garut, Sabtu (19/12).

Namun, lanjut Teten, bila sudah ada bisnis modelnya, maka akan lebih mudah untuk masuk skala ekonomi. Karena, dalam bisnis model itu sudah ada lembaga pembiayaan hingga off taker atau avalis yang akan menyerap hasil produk dari para peternak.

“Oleh karena itu, saya mendorong para peternak berkelompok dalam satu wadah koperasi. Nantinya, koperasi ini yang akan kita perkuat dari sisi kelembagaan,” tukas MenkopUKM.

Kerja sama usaha budidaya domba model klaster kelompok peternak di Ponpes Nurul Hidayah tersebut, diinisiasi oleh Ikatan Alumni Universitas Padjadjaran melalui unit Jabar Feeds Indonesia Centre (JAFIC) IKA UNPAD bersama Bupati Garut.

Kemudian, mereka berkolaborasi dengan Bank BJB dan Himpunan Peternak Domba Kambing Indonesia (HPDKI) dalam peningkatan kuantitas dan kualitas domba pedaging. Termasuk berkolaborasi dengan LPDB KUMKM, Koperasi Makmur Mandiri, dan Koperasi Sahabat Mitra Sejati, serta PT Agro Investama sebagai off taker domba pedaging.

Dengan model bisnis seperti itu, Teten pun optimis, melalui CSR 50 domba pejantan unggul dari Bank BJB ini dan dengan pengelolaan yang baik, maka dalam satu tahun ke depan berpotensi menghasilkan hingga 2.000 ekor domba pedaging kualitas unggul.

“Apabila inisiatif yang baik ini dipertahankan atau bahkan diikuti oleh stakeholders lainnya, maka kita bisa mengharapkan tumbuhnya sektor ekonomi unggulan baru di Kabupaten Garut, dari yang sebelumnya dikenal sebagai daerah penghasil domba tangkas, juga akan segera dikenal sebagai lumbung domba pedaging unggul,” papar MenkopUKM.

See also  Menkop dan UKM Bersama Mendag Lepas Ekspor Perdana Produk UKM ke China lewat PLB e-commerce

Lebih dari itu, Teten menyebutkan bahwa kolaborasi dengan LPDB KUMKM dalam penyaluran pembiayaan kepada koperasi (Pemulihan Ekonomi Nasional) untuk pengembangan komoditas Jagung Tebon (pakan ternak sapi perah), juga berpotensi untuk meningkatkan cashflow petani Jagung di wilayah Garut.

“Dari yang sebelumnya memperoleh hasil panen jagung pipil dalam waktu enam bulan, sekarang dipersingkat menjadi tiga bulan. Kemudian, dapat diikuti dengan peningkatan skala ekonomi melalui integrasi dengan peternakan domba atau sapi,” jelas Teten.

MenkopUKM juga menyampaikan apresiasi kepada Pondok Pesantren Nurul Hidayah atas keberhasilan pembentukan Koppontren yang nantinya akan menjadi motor utama pengembangan ekonomi pesantren berbasis koperasi.

“Kami harapkan Koppontren Nurul Hidayah dapat menjadi inspirasi dan role model bagi pengembangan koperasi untuk pondok pesantren baik, di Kabupaten Garut maupun di daerah lainnya,” imbuh Teten.

MenkopUKM menegaskan bahwa pihaknya siap untuk terus melakukan pembinaan, berupa pelatihan, mendorong kemitraan, perluasan pasar, termasuk melalui LPDB KUMKM atau perbankan untuk pembiayaan.

Dalam kesempatan yang sama, Bupati Garut Rudy Gunawan mengungkapkan bahwa pihaknya memiliki program strategis untuk meningkatkan populasi kambing di Garut dari 1,3 juta ekor menjadi tiga juta ekor.

“Kita akan terus melakukan inovasi pengembangan domba. Saat ini, kita sudah memiliki inovasi, yakni USG untuk ternak domba. Sehingga, bisa menghasilkan anak domba kualitas unggul,” pungkas Rudy.

Berita Terkait

Melalui IJD, Warga Aceh Tenggara Kini Lebih Nyaman Ambil Hasil Panen di Ladang
HAN 2026 di LRT Jakarta, Anak Belajar Naik Transportasi Umum Sambil Bermain
Salurkan Air Minum di Tengah Kekeringan, Kementerian PU Beri Bantuan ke Desa Terdampak di Kabupaten Banjar
Peringati Hari Anak Nasional, Hutama Karya dan Yayasan KAKAK Perkuat Perlindungan Anak di Karanganyar
Fasilitas Sekolah Rakyat Terintegrasi 3 Provinsi Bali Mulai Dimanfaatkan untuk Dukung MPLS dan Persiapan Kegiatan Belajar
Prabowo: Digitalisasi Pemerintah Kunci Bansos Tepat Sasaran
Kementerian PU Gerak Cepat Tangani Banjir Akibat Jebolnya Tanggul Aek Sigala-gala di Tapanuli Tengah
Kementerian PU Perkuat Ketahanan Pangan di NTT melalui Jaringan Irigasi Air Tanah, Antisipasi Dampak El Nino

Berita Terkait

Saturday, 25 July 2026 - 17:08 WIB

HAN 2026 di LRT Jakarta, Anak Belajar Naik Transportasi Umum Sambil Bermain

Saturday, 25 July 2026 - 09:55 WIB

Salurkan Air Minum di Tengah Kekeringan, Kementerian PU Beri Bantuan ke Desa Terdampak di Kabupaten Banjar

Friday, 24 July 2026 - 09:18 WIB

Peringati Hari Anak Nasional, Hutama Karya dan Yayasan KAKAK Perkuat Perlindungan Anak di Karanganyar

Tuesday, 21 July 2026 - 18:40 WIB

Fasilitas Sekolah Rakyat Terintegrasi 3 Provinsi Bali Mulai Dimanfaatkan untuk Dukung MPLS dan Persiapan Kegiatan Belajar

Tuesday, 21 July 2026 - 07:24 WIB

Prabowo: Digitalisasi Pemerintah Kunci Bansos Tepat Sasaran

Berita Terbaru

Berita Terbaru

Tinjau SR Sragen, Dody Tegaskan Komitmen Pemerintah

Monday, 27 Jul 2026 - 07:16 WIB

foto ist

News

Tangis Anak Iringi Pemakaman Sang Ayah

Sunday, 26 Jul 2026 - 18:39 WIB

Berita Terbaru

Kementerian PU Kebut Pemulihan Konektivitas di Aceh

Sunday, 26 Jul 2026 - 01:39 WIB