Lonjakan Kasus Covid-19 Makin Tinggi di Indonesia

Tuesday, 5 January 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

foto Ist

foto Ist

DAELPOS.com – Alasan kasus Covid-19 di Indonesia masih tinggi dan bahkan semakin melonjak dari hari ke hari karena virus SARS CoV 2 yang masih banyak bersirkulasi.

Hal itu diungkapkan oleh Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito saat dialog tentang perkembangan kasus Covi-19, Selasa (5/1/2021).

“Di Indonesia kenapa kasusnya tinggi, karena virusnya masih banyak bersirkulasi. Karena masih diberi kesempatan oleh orang-orang Indonesia yang masih berkerumun,” ungkapnya.

Ia membandingkan kasus di Indonesia yang masih tinggi dengan Singapura dan China yang sudah jauh menurun atau bahkan hampir tidak ada. Dia menyebutkan kasus COVID-19 di kedua negara tersebut menjadi sedikit, atau beberapa wilayahnya bahkan terbebas dari pandemi, karena sirkulasi virus di negara tersebut tersisa sedikit.

Karena virus SARS CoV 2 yang beredar di Singapura dan China sedikit, maka virus terbatas ruang geraknya dan tidak bisa menulari orang lain sehingga kasusnya hanya sedikit.

Sementara di Indonesia, kata Wiku, virus masih mudah berpindah-pindah dan memperbanyak diri karena masih terdapat banyak kerumunan manusia. “Jadi dia bisa loncat bisa menular, pada saat menular dia mengimplifikasi, jumlahnya makin banyak,” jelas Wiku.

Wiku menyebut cara agar virus tidak bisa memperbanyak diri di Indonesia adalah dengan mempersempit gerak virus agar tidak bisa meloncat dari satu manusia ke manusia lain. Yang perlu dilakukan adalah dengan menerapkan protokol kesehatan dengan ketat 3M yaitu memakai masker, menjaga jarak serta menghindari kerumunan, dan mencuci tangan pakai sabun dengan air mengalir.

“Kalau melakukan 3M harusnya tidak bisa meloncat dan menulari lagi. Sehingga populasi (virus) makin lama makin turun. Ini kita berperang melawan virus, kita harus sama smart seperti virus, mereka bisa memperbanyak diri kalau menular, kita cegah mereka menular dengan 3M,” kata Wiku.

See also  Haidar Alwi: Dana Kedaulatan Nasional, Solusi Gotong Royong Bayar Utang Rp7.038 Triliun dalam 5 Tahun.

Dia berharap Indonesia bisa mencontoh kesuksesan Singapura dan China dalam pengendalian pandemi COVID-19. Baik dari masyarakatnya maupun para pemimpin daerah seharusnya mengambil pelajaran apa yang telah dilakukan oleh kedua negara tersebut sehingga bisa mengendalikan pandemi dengan efektif.

Berita Terkait

Mendes Yandi Laporkan Kolaborasi Teranyar Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat Desa
Mendes Yandri Dianugerahi Award Trophy Bakti Koperasi Pradana Nayaka
DPD RI Perkuat Diplomasi Parlemen dengan Rusia, Dorong Beasiswa bagi Pelajar Indonesia ke Moskow
BNI Hadirkan Layanan Kesehatan dan Trauma Healing bagi Masyarakat Terdampak Bencana NTT
Genjot Pembangunan Desa, Kemendes Gandeng PLN EPI dan Educare Smart Serbaindo
Commuter Line Bogor Terkendala, Transjakarta Kerahkan Armada Bantuan
OJK Bekali Generasi Muda Cakap Kelola Keuangan
Kesenian Rakyat Kemerdekaan, Kemendes-Kementrans Gelar Aksi Peduli NTT

Berita Terkait

Friday, 21 August 2026 - 17:56 WIB

Mendes Yandri Dianugerahi Award Trophy Bakti Koperasi Pradana Nayaka

Friday, 21 August 2026 - 10:47 WIB

DPD RI Perkuat Diplomasi Parlemen dengan Rusia, Dorong Beasiswa bagi Pelajar Indonesia ke Moskow

Thursday, 20 August 2026 - 16:30 WIB

BNI Hadirkan Layanan Kesehatan dan Trauma Healing bagi Masyarakat Terdampak Bencana NTT

Thursday, 20 August 2026 - 15:44 WIB

Genjot Pembangunan Desa, Kemendes Gandeng PLN EPI dan Educare Smart Serbaindo

Thursday, 20 August 2026 - 14:27 WIB

Commuter Line Bogor Terkendala, Transjakarta Kerahkan Armada Bantuan

Berita Terbaru