MenkopUKM Resmikan Program Edukasi Koperasi dan Kewirausahaan Tenun Ikat Lepo Lorun

Saturday, 22 May 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DAELPOS.com – Pelestarian nilai budaya tradisional dan pengembangan kewirausahaan sangat berkaitan erat dalam peningkatan ekonomi masyarakat. Untuk itu, Menteri Koperasi dan UKM, Teten Masduki memberikan apresiasi atas hadirnya program workshop edukasi koperasi dan kewirausahaan di Rumah Tenun Lepo Lorun, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT).

“Saya apreasiasi adanya program workshop Koperasi dan UKM yang memberikan edukasi koperasi dan kewirausahaan. Ini sangat penting bagi pengembangan kader-kader koperasi yang terintegrasi di sektor produksi,” tegas MenkopUKM Teten Masduki saat meresmikan workshop edukasi koperasi dan kewirausahaan Lepo Lorun di Kabupaten Sikka, NTT, Jumat (21/5/2021).

Menurut Teten, tenun ikat hasil produksi Rumah Tenun Ikat Lepo Lerun memiliki ciri khas yang terkait tradisi lokal dan ritual adat sehingga kain tradisional tersebut sangat penting dalam pelestarian budaya.

“Kain tradisional tenun ikat Sikka punya ciri khas tersendiri. Kain sebagai pembeda menjadi pakaian yang sangat penting untuk ritual adat, yaitu sejak lahir sampai mati dengan kain,” katanya.

Menurut Teten, edukasi tempat pelatihan tenun ikat tersebut berdampak penting dalam pengembangan ekonomi masyarakat sekitar. Bahkan kini, anak-anak muda setempat memiliki cita-cita untuk menjadi pegawai di rumah tenun yang telah 20 tahun berdiri tersebut.

“Edukasi tempat pelatihan dapat mengembangkan ekonomi. Saya sangat senang meresmikan program tersebut karena ternyata pilihan menjadi pegawai koperasi adalah pilihan utama masyarakat NTT,” ujarnya.

Ia juga menegaskan, Provinsi NTT layak dinobatkan sebagai provinsi koperasi karena 50 persen penduduknya berkoperasi. Bahkan koperasi telah hidup menjadi kekuatan ekonomi masyarakat dan menjadi jati diri masyarakat NTT.

“NTT layak dijadikan provinsi koperasi, 50 persen penduduknya berkoperasi. Koperasinya hidup menjadi kekuatan masyarakat, salah satunya KSP Kopdit Pintu Air yang melakukan transformasi menjadi koperasi-koperasi produktif. Khususnya dalam pengembangan produk, memelihara tradisi melalu kain tenun. Diharapkan akan terus tumbuh,” ujar MenkopUKM.

See also  TN Bukit Baka Bukit Raya Hasilkan Empat Kelahiran Orangutan Dari Program Pelepasliaran

Dalam kunjungan kerja tersebut, MenkopUKM juga melihat proses produksi tenun ikat dan berdialog soal makna arti dari tenun ikat dengan para penenun.

Sementara itu, Pendiri Rumah Tenun Ikat Lepo Lerun, Alfonsa Horeng menjelaskan, Rumah Tenun Ikat yang berada di Desa Nita, Kabupaten Sikka, NTT tersebut berdiri sejak tahun 2004 dan bertujuan untuk mempertahankan budaya yang sudah turun-temurun, diwariskan oleh para leluhur. Perempuan yang sudah bertahun-tahun mendedikasikan dirinya untuk melestarikan tenun ikat. Ia tidak hanya mengenalkan tenun ikat di dalam negeri, namun hingga ke mancanegara.

Menurutnya, sebagian besar penenun merupakan anggota Koperasi Kopdit Pintu Air.

“Bagi kami tenun ikat itu tidak sekadar kain yang digunakan untuk membalut tubuh dan menjadi menutup raga. Di balik terciptanya kain tenun ini banyak sekali filosofi yang terkadung di dalamnya,” pungkasnya.

Berita Terkait

Mendes Yandri Siap Dukung Poliran Lewat Program Desa Tematik dan Desa Ekspor
Melayani Sepenuh Hati, Hutama Karya Ajak Pengguna Jalan Jaga Kebersihan Rest Area demi Kenyamanan Bersama
Menteri Dody Susuri 3,5 Km Kali Angke, Instruksikan Normalisasi dan Pelebaran Sungai untuk Kurangi Risiko Banjir
Hutama Karya Gaungkan Semangat Sumpah Pemuda di Empat Lokasi
Fotografer Thailand Raih Gelar Southeast Asia Open di The 17th Epson International Pano Awards
Kementerian PU Tangani Longsor, Jalan Tarutung–Sipirok Kembali Bisa Dilalui
Kementerian Transmigrasi Perkuat Program Trans Tuntas, 194 Bidang Tanah Transmigran di Satuan Permukiman (SP) 1 Padang Tarok Telah Bersertipikat
Kementerian PU Tingkatkan Penerapan Teknologi BIM pada Pembangunan Sekolah Rakyat Tahap II

Berita Terkait

Sunday, 1 November 2026 - 00:08 WIB

Mendes Yandri Siap Dukung Poliran Lewat Program Desa Tematik dan Desa Ekspor

Saturday, 31 October 2026 - 18:17 WIB

Melayani Sepenuh Hati, Hutama Karya Ajak Pengguna Jalan Jaga Kebersihan Rest Area demi Kenyamanan Bersama

Friday, 30 October 2026 - 22:16 WIB

Menteri Dody Susuri 3,5 Km Kali Angke, Instruksikan Normalisasi dan Pelebaran Sungai untuk Kurangi Risiko Banjir

Friday, 30 October 2026 - 12:41 WIB

Hutama Karya Gaungkan Semangat Sumpah Pemuda di Empat Lokasi

Friday, 30 October 2026 - 10:32 WIB

Fotografer Thailand Raih Gelar Southeast Asia Open di The 17th Epson International Pano Awards

Berita Terbaru

Energy

Pertamina Perluas Akses Pasar, Hadirkan SMEXPO di Bekasi

Sunday, 1 Nov 2026 - 18:09 WIB