BKSDA Bali Lepasliarkan 500 Ekor Tukik Penyu di Pantai Sanur

Wednesday, 9 June 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DAELPOS.com – Dalam rangkaian peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia tahun 2021, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bali melepasliarkan 500 ekor tukik atau anakan penyu hasil relokasi penetasan telur penyu di pantai Sanur, Rabu (9/6/2021).
Relokasi penetasan telur penyu ini adalah kegiatan dari kelompok masyarakat yang tergabung dalam Kelompok Pelestari Penyu (KPP) binaan dari BKSDA Bali.

Jenis tukik yang dilepasliarkan adalah Lekang (Lepidochelys olivácea) yang merupakan hasil relokasi atau penyelamatan sarang telor penyu oleh masyarakat kelompok di pantai Perancak – Jembrana, Pantai Saba – Gianyar, dan di Pantai Serangan – Denpasar.

Ketentuan Convention on International Trade in Endangered Species of Wild Flora and Fauna (CITES), menyebutkan bahwa semua jenis penyu laut telah dimasukan dalam appendix I yang artinya perdagangan internasional penyu untuk tujuan komersil dilarang.

Tenaga Ahli Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Afni Zulkifli yang hadir dalam kegiatan ini menyampaikan bahwa kegiatan ini dapat menjadi langkah baik agar kehidupan satwa liar di alam tetap terjaga dan dapat melakukan fungsinya sebagai bagian dari penyeimbang ekosistem.

“Meski di situasi pandemi, dengan menerapkan protokol kesehatan, kita berhasil melaksanakan kegiatan pelestarian lingkungan dengan melepasliarkan 500 ekor tukik,” kata Afni.

Kegiatan pelepasliaran tukik ini sebagai upaya meningkatkan pengetahuan dan kepedulian masyarakat tentang kegiatan konservasi, melestarikan keberadaan penyu yang sudah langka dari bahaya kepunahan. Kegiatan ini juga tergabung dengan rangkaian pelepasliaran satwa dalam Road to HKAN dengan tajuk “Living in Harmony with Nature: Melestarikan Satwa Liar Milik Negara” yang berlangsung sepanjang tahun 2021 di seluruh wilayah Indonesia.

Selain itu, kegiatan ini juga mendukung semangat restorasi ekosistem, yang menjadi tema utama peringatan Hari Lingkungan Hidup sedunia tahun ini. Dari pandangan ahli bahwa sepuluh tahun kedepan merupakan periode terpenting untuk mencegah bencana akibat perubahan iklim, serta untuk menjaga keanekaragaman hayati.

See also  Seratus Enam Puluh Satu Labi-Labi Moncong Babi Pulang ke Hutan Adat Kampung Nayaro

”Sebagaimana pesan Ibu Menteri LHK dalam puncak hari lingkungan hidup sedunia, bahwa kita tidak bisa mengembalikan waktu. Tapi kita bisa mengembalikan kondisi lingkungan, melalui berbagai aktivitas positif dalam menjaga dan merawat lingkungan. Kita adalah generasi yang berdamai dengan alam. Apa yang kita lakukan hari ini adalah salah satu aktivitas positif menjaga lingkungan,” tutup Afni.

Kegiatan pelepasliaran tukik/anakan penyu ini juga dihadiri perwakilan Polda Bali, Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup Prov. Bali, Polair Polda Bali, P3E Bali Nusa Tenggara, BPHP Wilayah VII Denpasar, BPKH Wilayah VII Denpasar,, BPSKL Jawa Bali Nusra, BPDASHL Unda Anyar, BPPI dan KHL Wilayah Jawa Bali Nusra, Balai TN Bali Barat, Balai BPSPL Denpasar, Balai Karantina Kelas I Denpasar, BKIPM Kelas I Denpasar, Camat Denpasar Selatan, Kepala Desa Sanur, TCEC, KPP Sindu Dwarawati, KPP Kurma Asih, dan KPP Saba Asri, serta masyarakat setempat.(*)

Berita Terkait

DPD RI Dorong Diplomasi Parlemen Perkuat Kepentingan Daerah melalui FSAT
Tepat Waktu dan Bermutu, Hutama Karya Tuntaskan Pekerjaan Tanggap Darurat Sumber Daya Air di Aceh
DPD RI Perjuangkan RUU Daerah Kepulauan, Hentikan Ketimpangan Layanan Pendidikan dan Kesehatan
Inventarisasi Masalah di Lampung Demi Perubahan UU Perlindungan Nelayan
Pelajar Wonosobo: Indonesia Tak Kekurangan Orang Pintar, Tapi Butuh Integritas.
Dari Lingga, Pelajar Serukan Anak Muda Jangan Jadi Penonton Indonesia Emas
Rakornas Dukcapil 2026, Dukcapil Kepulauan Seribu Sabet Peringkat Tertinggi Capaian IKD
GKR Hemas: RUU Bahasa Daerah Jadi Langkah Strategis Menjaga Warisan Budaya di Era AI

Berita Terkait

Friday, 25 September 2026 - 14:45 WIB

DPD RI Dorong Diplomasi Parlemen Perkuat Kepentingan Daerah melalui FSAT

Thursday, 24 September 2026 - 16:30 WIB

Tepat Waktu dan Bermutu, Hutama Karya Tuntaskan Pekerjaan Tanggap Darurat Sumber Daya Air di Aceh

Thursday, 10 September 2026 - 16:21 WIB

DPD RI Perjuangkan RUU Daerah Kepulauan, Hentikan Ketimpangan Layanan Pendidikan dan Kesehatan

Monday, 7 September 2026 - 13:56 WIB

Inventarisasi Masalah di Lampung Demi Perubahan UU Perlindungan Nelayan

Tuesday, 11 August 2026 - 17:22 WIB

Pelajar Wonosobo: Indonesia Tak Kekurangan Orang Pintar, Tapi Butuh Integritas.

Berita Terbaru