Pertamina Siapkan Investasi Rp115,84 Triliun Ciptakan Kemandirian Energi

Thursday, 15 July 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DAELPOS.com – Begini cara PT Pertamina (Persero) merealisir ambisi pemerintah dalam menciptakan kemandirian energi. Perseroan yang dipimpin Dirut Nicke Widyawati itu, mempersiapkan dana investasi USD8 miliar atau Rp115,84 triliun (kurs Rp14.480) untuk pengembangan Energi Baru Terbarukan (EBT). 

Dalam diskusi Mengurai Hambatan Investasi Energi Terbarukan, secara virtual, Rabu (14/7/2021), Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati mengatakan nilai itu setara dengan 9 persen dari total investasi Pertamina periode 2020 hingga 2024 yang besarannya mencapai USD92 miliar. Angka itu juga melebihi rata-rata investasi EBT yang dialokasikan perusahaan minyak global yakni 4,3 persen dari total belanja modalnya (capital expenditure).

“Kami mengalokasikan sekitar 9 persen untuk EBT. Kalau kami benchmark dengan global player lainnya rata-rata mereka investasi di EBT dengan growth 4 persen. Jadi sebetulnya ini sudah lebih tinggi  karena kami harus catch up dengan target ambisius pemerintah,” ujar Nicke Widyawati.

Mayoritas dana investasi digunakan untuk sektor hulu (upstream) senilai USD64 miliar. Pasalnya, pemerintah ingin menciptakan kemandirian energi sedangkan mayoritas BBM Indonesia masih impor. Dengan demikian, kata Nicke, perseroan membutuhkan banyak pengembangan untuk sektor hulu. “Kami membutuhkan investasi cukup besar  50 – 60 persen investasi Pertamina ini akan kami alokasikan untuk upstream.”

Untuk sektor hilir (downstream), perseroan mengalokasikan belanja modal USD20 miliar hingga 2024. Rinciannya, senilai USD18 miliar untuk proyek pemurnian (refinery) dan petrochemical, sedangkan USD28 juta untuk komersial dan distribusi produk.

Dalam kesempatan itu, Nicke mengungkapkan strategi perseroan sebagai perusahaan minyak dan gas menghadapi perkembangan EBT. Agar tetap bertahan, maka Pertamina akan melakukan integrasi kilang dengan petrochemical yang potensial ke depan. Ketika permintaan fuel dan fossil fuel turun, tetapi lifestyle dengan tingkat kesejahteraan meningkat, kebutuhan akan petrochemical ini akan terus berkembang. Kebutuhan petrochemical luar biasa karena bisa digunakan untuk semua jenis barang.

See also  FIRLI BAHURI ; Meski COVID-19 Sedang Mewabah, KPK Tetap Terus Meningkatkan Performansi

Pertamina akan mengembangkan proyek gasifikasi dan New Renewable Energy (NRE). Meski begitu, Nicke Widyawati memastikan, di tangannya Pertamina tetap menjadi perusahaan energi, namun dengan pengembangan kepada sektor hilirisasi untuk tetap bertahan di tengah perkembangan EBT. “Pertama, kilang sekarang akan dikembangkan ke petrochemical. Prospeknya luar biasa. Kedua, gasifikasi, akan kami dorong. Ketiga, di NRE. Tiga hal ini akan kami kembangkan.” 

Berita Terkait

KBLI 2025 Resmi Berlaku, Perizinan Usaha Makin Pasti
Prabowo Perintahkan Pembangunan Hunian Layak bagi Warga Pinggir Rel di Senen
Di Tengah Gejolak Global, Prabowo Matangkan Arah Baru Energi-Ekonomi
Kementerian PU Lakukan Penanganan Darurat di Ketanggungan Brebes, Siapkan Langkah Lanjutan
Menkeu Purbaya Lantik Robert Marbun Jadi Sekjen Kemenkeu
UIN Jakarta Tembus 29 Dunia, Kampus Islam Makin Diakui Global
2,1 Juta Kendaraan Kembali ke Jabotabek, Diskon Tol 30% Kembali Berlaku
Genjot Hilirisasi, Pemerintah Kejar Ketahanan Energi Nasional

Berita Terkait

Sunday, 29 March 2026 - 18:30 WIB

KBLI 2025 Resmi Berlaku, Perizinan Usaha Makin Pasti

Sunday, 29 March 2026 - 18:26 WIB

Prabowo Perintahkan Pembangunan Hunian Layak bagi Warga Pinggir Rel di Senen

Saturday, 28 March 2026 - 00:30 WIB

Kementerian PU Lakukan Penanganan Darurat di Ketanggungan Brebes, Siapkan Langkah Lanjutan

Friday, 27 March 2026 - 13:05 WIB

Menkeu Purbaya Lantik Robert Marbun Jadi Sekjen Kemenkeu

Friday, 27 March 2026 - 09:41 WIB

UIN Jakarta Tembus 29 Dunia, Kampus Islam Makin Diakui Global

Berita Terbaru

Berita Utama

KBLI 2025 Resmi Berlaku, Perizinan Usaha Makin Pasti

Sunday, 29 Mar 2026 - 18:30 WIB