daelpos.com – Presiden Prabowo Subianto menggelar pertemuan dengan pimpinan organisasi kemasyarakatan Islam, tokoh agama, serta pimpinan pondok pesantren di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (3/2/2026). Pertemuan ini sekaligus menjadi forum dialog strategis dan silaturahmi antara Presiden dengan para pemuka agama, membahas berbagai isu kebangsaan dan keumatan.
Menteri Agama Nasaruddin Umar menyampaikan bahwa ini merupakan pertemuan ketiga antara Presiden Prabowo dengan ormas-ormas Islam. Salah satu topik utama adalah pembangunan perkampungan haji di Arab Saudi. Menurut Nasaruddin, Indonesia menjadi negara pertama yang diberikan kesempatan membeli properti di Makkah dan Madinah.
“Kita sudah memperoleh lahan hampir 60 hektare, antara 1–3 kilometer dari Kabah, dengan terowongan yang menghubungkan Masjidil Haram ke perkampungan haji Indonesia,” kata Menteri Agama.
Selain itu, pertemuan membahas pengembangan Lembaga Pemberdayaan Dana Umat (LPDU) untuk memperkuat ekonomi keumatan. Nasaruddin menekankan pengelolaan dana umat ke depan akan lebih profesional, transparan, dan berorientasi pada kemaslahatan umat.
Presiden Prabowo, menurut Menteri Agama, membuka ruang komunikasi intensif dengan para tokoh agama. Diskusi berlangsung hidup dan penuh gagasan, menegaskan komitmen Presiden untuk mendengar langsung aspirasi para ulama serta pimpinan pondok pesantren.
Pertemuan ini menegaskan upaya pemerintah menjaga kebersamaan dan keterlibatan seluruh elemen umat dalam pembangunan nasional, baik di ranah domestik maupun internasional.






![[19.19, 14/2/2026] Andhanto Nusantara Power: Siaran Pers No.3/II/2026/PLNNP/BidCom
PLN Nusantara Power Gandeng TNI Lindungi Pemukiman Warga Melalui Normalisasi Aliran Sungai Tondano
Minahasa, 14 Februari 2026 — PT PLN Nusantara Power (PLN NP) melalui Unit Pembangkitan (UP) Minahasa bergerak cepat mengantisipasi ancaman banjir di wilayah Sulawesi Utara dengan merampungkan pengerukan sedimen di sepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS) Tondano. Langkah nyata yang berlangsung sejak Oktober 2025 hingga Januari 2026 ini bertujuan memastikan warga di sekitar bantaran sungai dapat merasa lebih aman saat menghadapi puncak musim penghujan yang diperkirakan berlangsung pada periode Mei- Juni dan November- Desember.
Langkah strategis ini merupakan bagian dari implementasi prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) perusahaan, khususnya dalam aspek perlindungan ekosistem perairan dan pengurangan risiko banjir akibat sedimentasi. Pengerukan dilakukan guna menjaga kapasitas tampung dan kelancaran aliran air, terutama menghadapi peningkatan intensitas curah hujan pada musim penghujan.
Direktur Utama PLN Nusantara Power Ruly Firmansyah menyampaikan arah perusahaan dalam penerapan ESG di seluruh unit pembangkitnya.
“Bagi kami, keandalan listrik harus berjalan beriringan dengan rasa aman masyarakat. Pengerukan DAS Tondano ini bukan sekadar pemeliharaan rutin, melainkan upaya kami melindungi ruang hidup warga dari risiko luapan air. Kami ingin kehadiran PLTA memberikan manfaat yang bisa dirasakan langsung di setiap keluarga,](https://daelpos.com/wp-content/uploads/2026/02/WhatsApp-Image-2026-02-14-at-19.20.04-225x129.jpeg)

