DAELPOS.com – Direktur Penyerasian Pembangunan Sosial Budaya dan Kelembagaan (Dit. PPSBK), Ditjend PPDT, Kemendes PDTT, Dr.Eng. Bonivasius Prasetya Ichtiarto menyampaikan kepada seluruh kader pemberdayaan masyarakat kampung serta aparatur kampung dan distrik bahwa peranan para kader dalam pemberdayaan masyarakat kampung sangat vital bagi kelangsungan pembangunan kampung.
“Para kader kampung bukan hanya sebagai pendata Sistem Administrasi dan Informasi Kampung (Saik+) tapi juga sebagai fasilitator antara masyarakat kampung dengan OPD dan penggerak masyarakat kampung dalam memotivasi serta menggerakan partisipasi, swadaya, dan gotong royong masyarakat kampung sehingga tercipta inovasi-inovasi dalam memberdayakan masyarakat kampung ke arah yang lebih baik,” ujarnya saat memberikan arahan pada acara pelatihan kader Saik+ Papua Barat di Waisai (12/10/21).
Pelatihan tersebut diprakarsai Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Kabupaten Raja Ampat bekerjasama dengan Pemerintah Australia dengan Pemerintah Indonesia melalui BAPPENAS RI dan Kemendesa PDTT, yang dilaksanakan dalam program Kolaborasi Masyarakat dan Pelayanan Untuk Kesejahteraan (KOMPAK) untuk mendukung Program Strategis Peningkatan Pembangunan Kampung- Otonomi Khusus (PROSPPEK – OTSUS).
Melalui kegiatan ini, Direktur PPSBK juga menyampaikan pentingnya Satu Data Indonesia (SDI) yang saat ini masih perlu diperjuangkan. Tujuan dari Satu Data Indonesia (SDI) adalah terciptanya manajemen data dan metadata yang terpadu yang dapat dijadikan dasar dalam perancangan kebijakan dan pengambilan keputusan baik itu pemerintah pusat maupun pemerintah daerah.
Kementerian Desa PDDT sendiri saat ini sedang membangun Pusat Data Desa Indonesia, melalui pendataan SDGs Desa. Diharapkan SDGs Desa dapat dikolaborasikan dengan data yang dihasilkan SAIK+ dan data-data lain seperti desa cantik BPS, DTKS Kemensos, SIAK Kemendagri dan lainnya.
“Pemilik data Desa ini bukan lah pemerintah pusat atau pemerintah daerah, tapi desa atau kampung itu sendiri,” ucap Direktur PPSBK.






![[19.19, 14/2/2026] Andhanto Nusantara Power: Siaran Pers No.3/II/2026/PLNNP/BidCom
PLN Nusantara Power Gandeng TNI Lindungi Pemukiman Warga Melalui Normalisasi Aliran Sungai Tondano
Minahasa, 14 Februari 2026 — PT PLN Nusantara Power (PLN NP) melalui Unit Pembangkitan (UP) Minahasa bergerak cepat mengantisipasi ancaman banjir di wilayah Sulawesi Utara dengan merampungkan pengerukan sedimen di sepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS) Tondano. Langkah nyata yang berlangsung sejak Oktober 2025 hingga Januari 2026 ini bertujuan memastikan warga di sekitar bantaran sungai dapat merasa lebih aman saat menghadapi puncak musim penghujan yang diperkirakan berlangsung pada periode Mei- Juni dan November- Desember.
Langkah strategis ini merupakan bagian dari implementasi prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) perusahaan, khususnya dalam aspek perlindungan ekosistem perairan dan pengurangan risiko banjir akibat sedimentasi. Pengerukan dilakukan guna menjaga kapasitas tampung dan kelancaran aliran air, terutama menghadapi peningkatan intensitas curah hujan pada musim penghujan.
Direktur Utama PLN Nusantara Power Ruly Firmansyah menyampaikan arah perusahaan dalam penerapan ESG di seluruh unit pembangkitnya.
“Bagi kami, keandalan listrik harus berjalan beriringan dengan rasa aman masyarakat. Pengerukan DAS Tondano ini bukan sekadar pemeliharaan rutin, melainkan upaya kami melindungi ruang hidup warga dari risiko luapan air. Kami ingin kehadiran PLTA memberikan manfaat yang bisa dirasakan langsung di setiap keluarga,](https://daelpos.com/wp-content/uploads/2026/02/WhatsApp-Image-2026-02-14-at-19.20.04-225x129.jpeg)

