Evaluasi Mudik Lebaran 2026, Kementerian PU Catat Peningkatan Layanan dan Keselamatan

Friday, 3 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

daelpos.com – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mencatat peningkatan kinerja layanan infrastruktur serta aspek keselamatan dalam penanganan arus mudik dan arus balik Lebaran 2026.

Menteri PU Dody Hanggodo menyampaikan bahwa periode Lebaran tahun ini menjadi momentum penting untuk mengevaluasi sekaligus meningkatkan kualitas layanan infrastruktur ke depan.

“Periode arus mudik dan arus balik Lebaran 2026 menjadi momentum penting, tidak hanya dalam pelaksanaan, tetapi juga sebagai bahan evaluasi dan pembelajaran untuk meningkatkan kualitas layanan ke depan,” ujar Menteri Dody dalam kegiatan Silaturahmi Menteri PU dengan Media di Gedung Pendopo Kementerian PU, Kamis (2/4).

Dalam mendukung kelancaran arus mudik dan balik, Kementerian PU memastikan kesiapan infrastruktur serta memperkuat koordinasi lintas sektor.

“Kementerian PU memastikan kondisi jalan nasional tetap mantap, dan posko serta tim tanggap darurat tetap siaga. Kementerian PU juga melakukan identifikasi titik rawan bencana dengan dukungan Disaster Relief Unit (DRU), serta penguatan koordinasi lintas sektor bersama Kementerian Perhubungan, Korlantas Polri, BMKG, dan pemangku kepentingan lainnya,” tambah Menteri Dody.

Kementerian PU mencatat panjang jaringan jalan nasional mencapai 47.603,39 km dengan tingkat kemantapan sebesar 93,50%. Selama periode mudik, seluruh ruas jalan nasional dijaga dalam kondisi mantap dan didukung pemantauan intensif.

Sebanyak 546 posko mudik juga disiagakan di seluruh Indonesia untuk mendukung penanganan kondisi darurat di titik rawan bencana, kemacetan, dan kecelakaan.

Pada jaringan jalan tol, total panjang ruas operasional mencapai 3.115,98 km yang didukung 76 ruas tol serta pengoperasian 10 ruas tol fungsional sepanjang 291,13 km untuk menambah kapasitas layanan selama periode Lebaran.

Volume kendaraan keluar dari Jakarta tercatat mencapai 3,25 juta kendaraan atau meningkat 18,43% dari kondisi normal. Kebijakan diskon tarif tol sebesar 30% memberikan manfaat ekonomi sekitar Rp38,69 miliar bagi 1,22 juta kendaraan serta membantu distribusi lalu lintas.

See also  Bendungan Multifungsi Sindangheula Rampung dan Mulai Diisi

“Kalau saya melihat sepintas, memang kondisinya lebih baik dibandingkan beberapa tahun lalu. Peningkatan ini antara lain karena kontribusi dari BUJT yang telah banyak berinvestasi, misalnya dalam pemasangan CCTV dan radar. Dengan teknologi tersebut, arus pergerakan kendaraan dapat terdeteksi dengan lebih mudah. Secara keseluruhan kondisi lalu lintas masih cukup baik dan terkendali, meskipun ada beberapa titik yang perlu dibenahi,” kata Menteri Dody.

Menteri Dody juga mengapresiasi pemanfaatan teknologi oleh BUJT, khususnya Jasa Marga, dalam mendukung pemantauan lalu lintas selama periode Lebaran.

“Saya juga mengapresiasi langkah Jasa Marga dalam pemanfaatan teknologi, namun agar tidak bergantung pada satu penyedia layanan saja. Perlu adanya cadangan provider agar sistem pemantauan tetap berjalan optimal. Ke depan, diharapkan sistem ini dapat terintegrasi dengan BUJT lainnya sehingga seluruh ruas tol dapat dimonitor secara bersamaan dan pengelolaannya menjadi lebih baik,” kata Menteri Dody.

Dari aspek keselamatan, tingkat fatalitas kecelakaan berhasil ditekan menjadi 5% dari sebelumnya 8%. Respons penanganan darurat juga menunjukkan kinerja yang baik dengan waktu tanggap rata-rata 5–8,5 menit, lebih cepat dari standar pelayanan minimal.

Meski demikian, sejumlah titik masih menjadi perhatian, antara lain kemacetan di beberapa ruas serta keterbatasan kapasitas rest area, khususnya di KM 57 dan KM 62, yang menjadi fokus perbaikan ke depan.

“Kami sudah melakukan pembahasan dengan BUJT untuk peningkatan kapasitas rest area dan penambahan rest area fungsional. Ke depan hal ini akan terus kami dorong agar pelayanan semakin optimal,” tegas Menteri Dody.

Sebagai tindak lanjut, Kementerian PU juga akan melakukan berbagai langkah perbaikan, antara lain pengendalian pasar tumpah, pengaturan kendaraan angkutan barang, penambahan buffer zone di pelabuhan, serta peningkatan kapasitas simpang dan akses jalan guna mendukung kelancaran arus mudik pada periode berikutnya. (*)

Berita Terkait

Kementerian PU Tuntaskan Pembangunan Infrastruktur Utama SPAM Mamminasata Tahap I, Siap Layani 40.000 SR
Hutama Karya Tutup Sementara Pengoperasian Tol Fungsional Seksi 1 (Padang Tiji-Seulimeum) Tol Sigli – Banda Aceh Mulai 9 September 2026 Pukul 07.00 WIB
Gunung Sinabung Siaga, Kementerian PU Cek Kesiapan Infrastruktur Pengendali Lahar
Menteri PU Perluas Tugas Satgas Tanggap Darurat Infrastruktur Tangani seluruh Wilayah RI
Kementerian PU Pastikan Konektivitas Jalan Nasional dan Daerah di NTT Pulih Pascagempa
Jalur Tol Palembang-Indralaya Sempat Berlakukan Sistem Buka-Tutup
Tol JORR-S Padat Imbas Pekerjaan, Hutama Karya Lakukan Penanganan
Ketika Gaza Ingin Dipindahkan, Anak-anaknya Hanya Ingin Pulang

Berita Terkait

Tuesday, 8 September 2026 - 17:25 WIB

Kementerian PU Tuntaskan Pembangunan Infrastruktur Utama SPAM Mamminasata Tahap I, Siap Layani 40.000 SR

Tuesday, 8 September 2026 - 15:39 WIB

Hutama Karya Tutup Sementara Pengoperasian Tol Fungsional Seksi 1 (Padang Tiji-Seulimeum) Tol Sigli – Banda Aceh Mulai 9 September 2026 Pukul 07.00 WIB

Monday, 7 September 2026 - 19:48 WIB

Gunung Sinabung Siaga, Kementerian PU Cek Kesiapan Infrastruktur Pengendali Lahar

Monday, 7 September 2026 - 00:01 WIB

Menteri PU Perluas Tugas Satgas Tanggap Darurat Infrastruktur Tangani seluruh Wilayah RI

Sunday, 6 September 2026 - 14:57 WIB

Kementerian PU Pastikan Konektivitas Jalan Nasional dan Daerah di NTT Pulih Pascagempa

Berita Terbaru

Berita Utama

Hilirisasi Kelapa Masuki Babak Baru, 2.900 Tenaga Kerja Siap Diserap

Tuesday, 8 Sep 2026 - 19:02 WIB